Belajar dengan Sungguh-Sungguh
Bagian 3 · Menjadi Penuntut Ilmu
Menata cara belajar melalui perhatian, pengulangan, dan usaha yang jujur.
Mari Memperhatikan
Sebelum ujian, Nabil membuka banyak halaman sekaligus. Ia merasa sudah belajar lama, tetapi tidak dapat menjelaskan isinya. Temannya mengajak membaca satu bagian, menutup buku, lalu menceritakan kembali maknanya. Nabil mulai melihat perbedaan antara memandangi tulisan dan memahami pelajaran.
Ilustrasi rekaan untuk belajar.
Dalil yang Dipelajari
Allah berfirman:
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Terjemahan makna
Mahatinggi Allah, Raja Yang Mahabenar. Janganlah engkau tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum pewahyuannya kepadamu selesai. Katakanlah, “Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”
Ayat dikutip utuh.
Menyiapkan perhatian
Kesungguhan belajar dimulai sebelum membuka buku. Siapkan alat yang diperlukan, pilih tempat yang diperbolehkan, dan perhatikan tugas yang akan dikerjakan. Ketika pelajaran berlangsung, usahakan mengikuti alurnya. Catat hal penting dengan bahasamu sendiri jika sudah memahami maknanya.
Jika pikiran teralihkan, kembalikan perhatian secara perlahan. Kamu dapat menandai bagian yang sedang dibahas atau mencatat pertanyaan singkat. Jangan cepat menyimpulkan bahwa kamu tidak mampu belajar hanya karena sekali kehilangan perhatian. Kenali kebiasaan yang mengganggu dan perbaiki satu per satu.
Mengulang agar mengerti
Sesudah membaca, coba jelaskan kembali isi pokok tanpa melihat buku. Jika belum bisa, bukalah bagian yang diperlukan dan periksa pemahamanmu. Latihan ini membantu mengetahui mana yang sudah jelas dan mana yang masih perlu ditanyakan.
Belajar bersama bermanfaat jika setiap orang ikut berpikir. Bergantianlah menjelaskan, memberi contoh, atau memeriksa jawaban. Teman yang lebih cepat memahami dapat membantu dengan sabar. Teman yang menerima bantuan tetap berusaha, sehingga pekerjaan bersama menjadi kesempatan belajar bagi semuanya.
Ilmu memerlukan doa dan ketekunan
Dalam ayat yang dipelajari, terdapat doa agar Allah menambah ilmu. Ayat itu juga berbicara tentang wahyu yang diterima Rasulullah; kita tidak menyamakan pengalaman belajar kita dengan penerimaan wahyu. Doa memohon tambahan ilmu dapat kita amalkan sambil menjaga usaha yang sungguh-sungguh.
Hasil belajar tidak selalu segera meningkat. Periksa cara belajar bersama guru, kerjakan latihan dengan jujur, dan perbaiki kesalahan yang sudah diketahui. Ketekunan tampak ketika kita bersedia mengulang bagian yang sulit serta tetap menghargai teman yang sedang berusaha pada kecepatannya sendiri.
Yang Perlu Diingat
Belajar dengan sungguh-sungguh berarti memberi perhatian, memeriksa pemahaman, dan mau mencoba kembali.
Latihan 3 soal
Apa perbedaan membaca tulisan dengan memahami pelajaran?
Lihat pedoman jawaban
Memahami berarti dapat menangkap isi, menjelaskannya kembali, dan memakai pengetahuan itu pada contoh yang sesuai. Melihat tulisan saja belum menjamin pemahaman.
Bagaimana cara membantu teman belajar tanpa mengambil alih tugasnya?
Lihat pedoman jawaban
Berikan penjelasan atau contoh, tanyakan pemahamannya, lalu biarkan ia mencoba mengerjakan sendiri dan periksa bersama.
Sebutkan dua langkah ketika hasil belajar belum sesuai harapan.
Lihat pedoman jawaban
Contohnya memeriksa cara belajar bersama guru, mengulang bagian yang belum paham, mengerjakan latihan dengan jujur, dan menyiapkan perhatian serta waktu belajar.
Langkah Pembiasaan
Pilih satu paragraf dari pelajaran lain. Baca, tutup buku, lalu jelaskan isi pokoknya dengan bahasamu sendiri. Periksa kembali bagian yang belum tepat.