Berteman tanpa Mengejek dan Merundung
Bagian 4 · Menjaga Pergaulan
Menghargai perbedaan serta mengetahui cara menghentikan perlakuan yang menyakiti.
Mari Memperhatikan
Seorang santri baru memiliki logat yang berbeda. Beberapa teman menirukannya setiap kali ia berbicara. Mula-mula ia tersenyum karena bingung harus berbuat apa, lalu semakin jarang ikut bercakap. Satu temannya mulai menyadari bahwa tawa kelompok tidak berarti semua orang merasa senang.
Ilustrasi rekaan untuk belajar.
Dalil yang Dipelajari
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Terjemahan makna
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengejek kaum lain; boleh jadi mereka yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Jangan pula perempuan-perempuan mengejek perempuan lain; boleh jadi mereka yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk sebutan ialah sebutan fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang zalim.
Ayat dikutip utuh.
Setiap teman memiliki kehormatan
Al-Qur’an melarang mengejek dan memanggil dengan gelar yang buruk. Bentuk tubuh, warna kulit, logat, keadaan keluarga, dan kesulitan belajar bukan alasan untuk merendahkan seseorang. Kita belum mengetahui seluruh kebaikan dan perjuangan yang ada pada dirinya.
Candaan yang baik perlu memperhatikan orang yang menjadi sasaran. Jika ia tidak nyaman atau meminta berhenti, hentikan. Jangan memaksanya tertawa agar diterima kelompok. Senyum yang tampak di wajah seseorang belum tentu berarti ia menyetujui perlakuan yang diterimanya.
Mengenali perundungan
Perundungan adalah perlakuan menyakiti yang sering berulang dan melibatkan ketimpangan kekuatan, misalnya kelompok menekan satu orang atau yang lebih kuat mengancam yang lebih lemah. Bentuknya dapat berupa ejekan, pengucilan, pemaksaan memberi uang, atau kekerasan. Satu tindakan menyakiti pun tetap perlu ditangani meskipun belum berulang.
Jika kamu menjadi sasaran, cari tempat aman dan beri tahu pengasuh, guru, atau keluarga yang dapat membantu. Kamu tidak harus menyelesaikannya seorang diri. Ceritakan kejadian, waktu, dan orang yang mengetahui secukupnya. Bila belum mendapat pertolongan, sampaikan kepada orang dewasa tepercaya lainnya.
Menjadi teman yang membantu
Jika melihat kejadian seperti itu, jangan ikut tertawa atau menyebarkan rekamannya. Jika aman, katakan bahwa perlakuan tersebut perlu dihentikan. Temani orang yang disakiti dan bantu menghubungkannya dengan pengasuh. Hindari membalas dengan tindakan yang menambah bahaya.
Jika kamu pernah ikut menyakiti, berhentilah dan akui perbuatanmu. Minta maaf tanpa menyalahkan teman karena dianggap terlalu peka. Perbaiki kerugian yang dapat diperbaiki dan ikuti pendampingan pengasuh. Kepercayaan biasanya perlu dibangun kembali melalui perubahan yang terlihat dari waktu ke waktu.
Yang Perlu Diingat
Persahabatan yang baik menjaga kehormatan dan memberi rasa aman bagi setiap orang.
Latihan 3 soal
Mengapa senyum seseorang belum tentu berarti ia menyukai candaan?
Lihat pedoman jawaban
Karena ia mungkin bingung, malu, atau takut menolak. Kita perlu memperhatikan kenyamanan dan menghentikan candaan yang menyakitkan.
Apa tindakan yang tepat ketika melihat teman dirundung?
Lihat pedoman jawaban
Tidak ikut mengejek, membantu dengan aman, menemani korban, dan melapor kepada orang dewasa yang dapat menangani. Hindari balasan yang memperbesar bahaya.
Bagaimana meminta maaf setelah mengejek teman?
Lihat pedoman jawaban
Akui perbuatan secara jelas, hentikan ejekan, dengarkan dampaknya, dan perbaiki sikap tanpa menyalahkan teman karena merasa sakit hati.
Langkah Pembiasaan
Bersama kelompok, susun tiga kesepakatan pergaulan: panggilan yang disukai, batas candaan, dan cara meminta bantuan. Gunakan kegiatan ini untuk memperbaiki kebiasaan tanpa menyebut korban tertentu.