Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Adab Santri Temas · Belajar
Kembali ke koleksi belajar
ADAB & AKHLAK · BAHASA INDONESIA

Adab Santri Temas

Menata Diri, Menjaga Pergaulan, Menumbuhkan Kebaikan

Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

30 pelajaran120 soal6 evaluasiEdisi 1 · Oktober 2026
PELAJARAN 21 DARI 30

Mengendalikan Diri ketika Marah

Bagian 5 · Memperbaiki Hati

Mengenali marah dan memilih tindakan yang tidak menyakiti.

Mari Memperhatikan

Dalam permainan, tendangan Fajar mengenai kaki temannya. Temannya berteriak dan mendorongnya. Fajar merasa panas di wajah dan ingin membalas. Ia mundur beberapa langkah, berhenti bermain sejenak, lalu meminta pembina membantu menjelaskan kejadian.

Ilustrasi rekaan untuk belajar.

Dalil yang Dipelajari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Terjemahan makna

Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat. Orang kuat adalah orang yang menguasai dirinya ketika marah.

HR. Al-Bukhari, no. 6114; Kitab Al-Adab; dari Abu Hurairah.

Sabda Rasulullah dikutip lengkap tanpa sanad.

Marah adalah perasaan yang perlu diarahkan

Kita dapat marah ketika merasa diperlakukan tidak adil, kehilangan sesuatu, atau mengalami gangguan. Perasaan itu memberi tahu bahwa ada hal yang perlu diperhatikan. Namun, tindakan yang dilakukan saat marah tetap menjadi tanggung jawab kita. Memukul, menghina, atau merusak barang dapat menambah kesulitan.

Rasulullah menjelaskan bahwa orang kuat adalah orang yang dapat menguasai diri ketika marah. Kekuatan seperti ini dilatih dengan mengenali tanda dalam diri: suara meninggi, tubuh menegang, atau keinginan segera membalas. Menyadarinya lebih awal memberi kesempatan untuk memilih langkah berikutnya.

Memberi jeda sebelum bertindak

Berhentilah sejenak jika keadaan memungkinkan. Jauhkan diri dari pertengkaran dan cari tempat aman untuk menenangkan diri. Mohonlah perlindungan Allah dan ingatkan diri bahwa persoalan perlu diselesaikan tanpa menambah kerugian. Kamu boleh berkata, “Aku sedang marah. Aku perlu tenang dahulu.”

Setelah lebih tenang, jelaskan kejadian yang membuatmu keberatan. Gunakan kalimat tentang tindakan, bukan hinaan terhadap diri orang lain. “Aku kesakitan ketika didorong” lebih membantu daripada membalas dengan julukan buruk. Jika percakapan tetap memanas, mintalah pendampingan pengasuh.

Memperbaiki akibat kemarahan

Jika sudah membentak atau merusak sesuatu, jangan berhenti pada alasan bahwa kamu sedang marah. Akui tindakanmu dan bicarakan cara memperbaikinya. Pelajari pemicu yang sering muncul, misalnya berebut giliran atau merasa tidak didengarkan, lalu siapkan cara merespons yang lebih baik.

Mengendalikan marah juga tidak berarti membiarkan diri terus disakiti. Fajar boleh menghentikan permainan dan meminta pembina menangani dorongan temannya. Sikap tenang membantu kita menyampaikan masalah dengan jelas dan mencari penyelesaian yang lebih adil.

Yang Perlu Diingat

Kekuatan saat marah tampak pada kemampuan menahan tindakan yang menyakiti dan mencari penyelesaian.

Latihan 3 soal

  1. Apa makna kekuatan dalam hadis yang dipelajari?

    Lihat pedoman jawaban

    Kemampuan menguasai diri ketika marah, sehingga perasaan tidak langsung berubah menjadi tindakan yang menyakiti.

  2. Mengapa langkah Fajar menjauh sejenak dan meminta pembina membantu merupakan pilihan yang baik?

    Lihat pedoman jawaban

    Karena memberi kesempatan menenangkan diri, menghindari balasan yang memperbesar masalah, dan membawa persoalan kepada orang yang dapat menangani.

  3. Apa tanggung jawab orang yang sudah merusak barang ketika marah?

    Lihat pedoman jawaban

    Mengakui perbuatan, meminta maaf, membicarakan perbaikan atau penggantian sesuai keadaan, dan melatih cara mengelola marah agar tidak berulang.

Langkah Pembiasaan

Susun rencana tiga langkah ketika mulai marah: tanda yang kamu kenali, cara mengambil jeda, dan orang yang dapat dimintai bantuan. Simpan sebagai pengingat pribadi.

Catat bacaanmu

Adab Santri Temas · Pelajaran 21 · Mengendalikan Diri ketika Marah

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Adab Santri Temas · Pelajaran 21 · Mengendalikan Diri ketika MarahVersi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan