Mengenal Diri dan Mau Dibimbing
Bagian 1 · Memulai Perjalanan
Mengenali kemampuan dan kesulitan diri tanpa merendahkan diri atau menolak bantuan.
Mari Memperhatikan
Yusuf lancar menghafal, tetapi sering kesulitan merapikan catatan. Ia malu meminta bantuan karena mengira santri yang pandai harus bisa melakukan semuanya sendiri. Ketika melihat teman lain saling mengajari, ia mencoba meminta contoh catatan yang rapi. Ternyata, belajar dari teman tidak mengurangi kemampuannya.
Ilustrasi rekaan untuk belajar.
Dalil yang Dipelajari
Allah berfirman:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Terjemahan makna
Maka bertakwalah kepada Allah menurut kemampuanmu, dengarkanlah, taatilah, dan berinfaklah; itu lebih baik bagimu. Siapa yang dijaga dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Ayat dikutip utuh.
Setiap orang sedang bertumbuh
Kita datang ke pondok dengan pengalaman yang berbeda. Ada yang sudah terbiasa mencuci pakaian, ada yang baru belajar. Ada yang cepat memahami bacaan, ada yang membutuhkan pengulangan. Perbedaan ini mengajak kita mengenal kebutuhan belajar masing-masing dengan jujur.
Mengenal diri berarti mengetahui hal yang sudah dapat dilakukan dan hal yang masih perlu dilatih. Ucapkan dengan jelas, “Aku belum memahami bagian ini,” atau “Aku perlu berlatih lebih pelan.” Kata belum membuka ruang untuk berusaha. Hindari memberi cap tetap pada diri sendiri, seperti merasa tidak berguna hanya karena satu tugas belum berhasil.
Berusaha sesuai kemampuan
Allah memerintahkan kita bertakwa menurut kemampuan. Hal ini mengajak kita bersungguh-sungguh dengan kemampuan yang ada. Jika belum mampu membaca satu halaman dengan lancar, latih beberapa baris dengan bimbingan. Setelah lebih baik, tambah latihan secara bertahap. Kemampuan tumbuh melalui usaha, doa, dan bantuan yang tepat.
Keadaan tubuh juga perlu diperhatikan. Ketika sakit, pusing, atau sangat lelah, sampaikan kepada pengasuh asrama. Jangan menyembunyikan keadaan hanya karena takut dianggap lemah. Meminta pertolongan pada saat diperlukan merupakan bagian dari menjaga amanah diri dan membantu orang dewasa memberikan pendampingan.
Menerima bimbingan dengan tenang
Koreksi dapat terasa tidak menyenangkan, terutama ketika kita sudah berusaha. Dengarkan terlebih dahulu bagian yang perlu diperbaiki. Jika belum jelas, mintalah contoh. Sesudah itu, cobalah kembali. Kita boleh menjelaskan keadaan sebenarnya dengan sopan agar guru memahami kesulitan yang dihadapi.
Nasihat yang membantu biasanya menunjukkan tindakan yang dapat diperbaiki. Kita pun belajar memberi nasihat seperti itu kepada teman. Katakan, “Tulisan bagian ini belum terbaca, mari kita rapikan,” alih-alih menghina kemampuannya. Saling membimbing membuat lingkungan belajar terasa lebih aman untuk mencoba dan berkembang.
Yang Perlu Diingat
Mengenal kelemahan membantu kita memilih latihan; menerima bantuan membantu kita bertumbuh.
Latihan 3 soal
Apa perbedaan mengakui kesulitan dengan menyerah?
Lihat pedoman jawaban
Mengakui kesulitan berarti mengenali kebutuhan dan mencari cara belajar. Menyerah berarti menghentikan usaha tanpa mencoba langkah atau bantuan yang masih mungkin.
Yusuf malu meminta bantuan karena ia sering mendapat nilai baik. Nasihat apa yang dapat kamu berikan?
Lihat pedoman jawaban
Setiap orang memiliki kebutuhan belajar. Meminta contoh dan bimbingan merupakan cara menambah kemampuan serta tidak menghapus keberhasilan yang sudah diraih.
Tuliskan contoh kalimat menerima koreksi sambil meminta penjelasan.
Lihat pedoman jawaban
Contoh: “Terima kasih, Ustaz. Saya belum memahami bagian yang salah. Bolehkah saya diberi contoh agar dapat memperbaikinya?”
Langkah Pembiasaan
Buat dua kolom pribadi: “Sudah mulai bisa” dan “Sedang kupelajari”. Pilih satu keterampilan untuk dilatih, lalu tentukan siapa yang dapat dimintai bimbingan.