Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Adab Santri Temas · Belajar
Kembali ke koleksi belajar
ADAB & AKHLAK · BAHASA INDONESIA

Adab Santri Temas

Menata Diri, Menjaga Pergaulan, Menumbuhkan Kebaikan

Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

30 pelajaran120 soal6 evaluasiEdisi 1 · Oktober 2026
PELAJARAN 30 DARI 30

Menjaga Kebaikan di Mana Pun Berada

Bagian 6 · Hidup Bersama dan Berkhidmah

Menyusun kebiasaan yang dapat dilanjutkan serta melakukan muhasabah dengan jujur dan penuh harapan.

Mari Memperhatikan

Menjelang pulang, Farhan berencana melakukan banyak kebaikan sekaligus. Ia ingin membaca lama setiap hari, membantu semua pekerjaan rumah, dan mengulang seluruh pelajaran. Pengasuh mengajaknya memilih beberapa kebiasaan yang jelas dan sanggup dijaga. Farhan menyadari bahwa semangat perlu ditemani rencana yang wajar.

Ilustrasi rekaan untuk belajar.

Dalil yang Dipelajari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

سَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَاعْلَمُوا أَنْ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدَكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَأَنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ أَدْوَمُهَا إِلَى اللَّهِ، وَإِنْ قَلَّ

Terjemahan makna

Berusahalah tepat dalam beramal dan mendekatilah ketepatan itu. Ketahuilah bahwa amal seseorang tidak akan memasukkannya ke surga. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling berkesinambungan, meskipun sedikit.

HR. Al-Bukhari, no. 6464; Kitab Ar-Riqaq; dari Aisyah.

Sabda Rasulullah dikutip lengkap tanpa sanad.

Kebaikan berlanjut melalui kebiasaan

Pelajaran akhlak dibawa ke rumah, perjalanan, dan pergaulan di luar pondok. Cara kita berbicara, memakai barang, dan menepati janji tetap perlu dijaga. Tempat dapat berubah, tetapi tanggung jawab terhadap Allah dan sesama tetap menyertai kehidupan kita.

Istiqamah berarti berusaha tetap teguh dalam kebaikan. Mulailah dengan menjaga kewajiban, lalu tambahkan kebiasaan baik sesuai kemampuan. Pilih langkah yang cukup jelas, misalnya merapikan perlengkapan setelah dipakai atau menyediakan waktu mengulang bacaan. Kebiasaan yang berkelanjutan membutuhkan perhatian pada kemampuan dan keadaan.

Memeriksa diri tanpa berputus asa

Muhasabah berarti memeriksa diri untuk mengetahui hal yang perlu disyukuri dan diperbaiki. Sediakan waktu singkat untuk bertanya: kebaikan apa yang terlaksana, hak siapa yang belum kutunaikan, dan langkah apa yang akan kuambil berikutnya? Jawab dengan jujur tanpa harus membuka semua catatan pribadi kepada orang lain.

Jika satu hari terlewat, kembali pada kesempatan berikutnya. Periksa penyebabnya dan sesuaikan rencana jika terlalu berat. Jangan menyimpulkan bahwa seluruh usaha sia-sia karena satu kegagalan. Perbaikan tumbuh ketika kita bersedia melanjutkan dengan cara yang lebih bijaksana.

Berharap kepada rahmat Allah

Dalam hadis, Rasulullah mengajarkan ketepatan dan keseimbangan dalam beramal, serta mengingatkan bahwa amal sendiri tidak memasukkan seseorang ke surga. Kita beramal sebagai ketaatan dan mengharapkan rahmat Allah. Kesadaran ini menjaga kita dari merasa paling berjasa atau pasti lebih baik daripada orang lain.

Farhan dapat memilih kebiasaan yang sanggup dilakukan, membicarakannya dengan keluarga, dan meminta pengingat yang baik. Kita pun terus membutuhkan doa, ilmu, teladan, dan teman yang membantu. Sesudah buku ini selesai dibaca, kesempatan melatih akhlak tetap terbuka dalam setiap pertemuan dan pekerjaan sehari-hari.

Yang Perlu Diingat

Jaga kewajiban, pilih kebiasaan yang sanggup diteruskan, dan kembali memperbaiki diri ketika tersandung.

Latihan 3 soal

  1. Apa yang dimaksud dengan muhasabah dalam pelajaran ini?

    Lihat pedoman jawaban

    Memeriksa diri untuk mensyukuri kebaikan, mengetahui tanggung jawab yang belum selesai, dan menentukan perbaikan berikutnya.

  2. Mengapa rencana Farhan perlu disesuaikan dengan kemampuan?

    Lihat pedoman jawaban

    Agar kebiasaan dapat dijalankan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kewajiban atau kebutuhan lain. Rencana yang jelas dan wajar lebih mudah ditinjau serta diperbaiki.

  3. Apa yang perlu dilakukan setelah satu hari gagal menjalankan kebiasaan baik?

    Lihat pedoman jawaban

    Kembali pada kesempatan berikutnya, memeriksa penyebab, memperbaiki rencana jika perlu, dan tetap berusaha dengan berharap kepada rahmat Allah.

Langkah Pembiasaan

Susun rencana pribadi berisi satu kewajiban yang ingin lebih tertib dijaga, satu kebiasaan baik, dan satu cara meminta pengingat. Tinjau kembali setelah beberapa hari bersama pendamping bila diperlukan.

Catat bacaanmu

Adab Santri Temas · Pelajaran 30 · Menjaga Kebaikan di Mana Pun Berada

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Adab Santri Temas · Pelajaran 30 · Menjaga Kebaikan di Mana Pun BeradaVersi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan