Menjaga Kebaikan di Mana Pun Berada
Bagian 6 · Hidup Bersama dan Berkhidmah
Menyusun kebiasaan yang dapat dilanjutkan serta melakukan muhasabah dengan jujur dan penuh harapan.
Mari Memperhatikan
Menjelang pulang, Farhan berencana melakukan banyak kebaikan sekaligus. Ia ingin membaca lama setiap hari, membantu semua pekerjaan rumah, dan mengulang seluruh pelajaran. Pengasuh mengajaknya memilih beberapa kebiasaan yang jelas dan sanggup dijaga. Farhan menyadari bahwa semangat perlu ditemani rencana yang wajar.
Ilustrasi rekaan untuk belajar.
Dalil yang Dipelajari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
سَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَاعْلَمُوا أَنْ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدَكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَأَنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ أَدْوَمُهَا إِلَى اللَّهِ، وَإِنْ قَلَّ
Terjemahan makna
Berusahalah tepat dalam beramal dan mendekatilah ketepatan itu. Ketahuilah bahwa amal seseorang tidak akan memasukkannya ke surga. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling berkesinambungan, meskipun sedikit.
HR. Al-Bukhari, no. 6464; Kitab Ar-Riqaq; dari Aisyah.
Sabda Rasulullah dikutip lengkap tanpa sanad.
Kebaikan berlanjut melalui kebiasaan
Pelajaran akhlak dibawa ke rumah, perjalanan, dan pergaulan di luar pondok. Cara kita berbicara, memakai barang, dan menepati janji tetap perlu dijaga. Tempat dapat berubah, tetapi tanggung jawab terhadap Allah dan sesama tetap menyertai kehidupan kita.
Istiqamah berarti berusaha tetap teguh dalam kebaikan. Mulailah dengan menjaga kewajiban, lalu tambahkan kebiasaan baik sesuai kemampuan. Pilih langkah yang cukup jelas, misalnya merapikan perlengkapan setelah dipakai atau menyediakan waktu mengulang bacaan. Kebiasaan yang berkelanjutan membutuhkan perhatian pada kemampuan dan keadaan.
Memeriksa diri tanpa berputus asa
Muhasabah berarti memeriksa diri untuk mengetahui hal yang perlu disyukuri dan diperbaiki. Sediakan waktu singkat untuk bertanya: kebaikan apa yang terlaksana, hak siapa yang belum kutunaikan, dan langkah apa yang akan kuambil berikutnya? Jawab dengan jujur tanpa harus membuka semua catatan pribadi kepada orang lain.
Jika satu hari terlewat, kembali pada kesempatan berikutnya. Periksa penyebabnya dan sesuaikan rencana jika terlalu berat. Jangan menyimpulkan bahwa seluruh usaha sia-sia karena satu kegagalan. Perbaikan tumbuh ketika kita bersedia melanjutkan dengan cara yang lebih bijaksana.
Berharap kepada rahmat Allah
Dalam hadis, Rasulullah mengajarkan ketepatan dan keseimbangan dalam beramal, serta mengingatkan bahwa amal sendiri tidak memasukkan seseorang ke surga. Kita beramal sebagai ketaatan dan mengharapkan rahmat Allah. Kesadaran ini menjaga kita dari merasa paling berjasa atau pasti lebih baik daripada orang lain.
Farhan dapat memilih kebiasaan yang sanggup dilakukan, membicarakannya dengan keluarga, dan meminta pengingat yang baik. Kita pun terus membutuhkan doa, ilmu, teladan, dan teman yang membantu. Sesudah buku ini selesai dibaca, kesempatan melatih akhlak tetap terbuka dalam setiap pertemuan dan pekerjaan sehari-hari.
Yang Perlu Diingat
Jaga kewajiban, pilih kebiasaan yang sanggup diteruskan, dan kembali memperbaiki diri ketika tersandung.
Latihan 3 soal
Apa yang dimaksud dengan muhasabah dalam pelajaran ini?
Lihat pedoman jawaban
Memeriksa diri untuk mensyukuri kebaikan, mengetahui tanggung jawab yang belum selesai, dan menentukan perbaikan berikutnya.
Mengapa rencana Farhan perlu disesuaikan dengan kemampuan?
Lihat pedoman jawaban
Agar kebiasaan dapat dijalankan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kewajiban atau kebutuhan lain. Rencana yang jelas dan wajar lebih mudah ditinjau serta diperbaiki.
Apa yang perlu dilakukan setelah satu hari gagal menjalankan kebiasaan baik?
Lihat pedoman jawaban
Kembali pada kesempatan berikutnya, memeriksa penyebab, memperbaiki rencana jika perlu, dan tetap berusaha dengan berharap kepada rahmat Allah.
Langkah Pembiasaan
Susun rencana pribadi berisi satu kewajiban yang ingin lebih tertib dijaga, satu kebiasaan baik, dan satu cara meminta pengingat. Tinjau kembali setelah beberapa hari bersama pendamping bila diperlukan.