Meneladani Rasulullah dalam Hal yang Dekat
Bagian 1 · Memulai Perjalanan
Mempelajari keteladanan Rasulullah dan menerapkannya melalui tindakan yang nyata.
Mari Memperhatikan
Aisyah senang mendengarkan kisah Rasulullah. Suatu hari, seorang teman baru keliru menyebut namanya dan beberapa orang tertawa. Aisyah ikut tersenyum, lalu teringat pelajaran tentang kelembutan. Ia memperkenalkan dirinya kembali dengan ramah dan membantu temannya mengenal nama-nama penghuni kamar.
Ilustrasi rekaan untuk belajar.
Dalil yang Dipelajari
Allah berfirman:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Terjemahan makna
Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.
Ayat dikutip utuh.
Mengenal teladan dengan benar
Allah menyebut Rasulullah sebagai teladan yang baik. Kita mengenal beliau melalui Al-Qur’an, hadis, dan riwayat yang dapat dipertanggungjawabkan. Semakin baik kita memahami ajaran beliau, semakin jelas pula langkah yang dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika mendengar sebuah cerita yang dikatakan berasal dari Nabi, perhatikan sumbernya. Cerita yang mengharukan belum tentu merupakan riwayat yang benar. Jika belum tahu, tanyakan kepada guru. Kita dapat mengambil pelajaran dari cerita rekaan yang baik selama tidak menyebutnya sebagai kejadian dalam kehidupan Rasulullah.
Mempraktikkan kelembutan dan kejujuran
Meneladani Rasulullah dapat dimulai dari cara berbicara, menepati janji, dan memperlakukan orang yang membutuhkan bantuan. Saat teman salah membaca, beri kesempatan baginya memperbaiki bacaan. Saat diminta menjaga sesuatu, sampaikan keadaan sebenarnya. Saat sedang kesal, pilih kata yang tetap menjaga kehormatan orang lain.
Kelembutan tidak menghapus ketegasan. Kita dapat menghentikan tindakan yang merugikan dengan suara tenang dan kalimat yang jelas. Misalnya, “Tolong kembalikan bukunya. Ia masih memakainya.” Jika keadaan sulit ditangani, mintalah bantuan pengasuh. Tujuan kita adalah menghentikan kesalahan sambil menjaga cara bertindak.
Mengubah kekaguman menjadi latihan
Pilih satu ajaran yang sudah dipahami, kemudian tentukan bentuk latihannya. Jika sedang belajar tentang kasih sayang, cobalah menemani teman yang belum mendapat kelompok. Jika belajar tentang kejujuran, akui pekerjaan yang belum selesai. Latihan yang jelas membantu kita membawa pelajaran keluar dari halaman buku.
Jangan merasa paling dekat dengan teladan Nabi lalu meremehkan orang lain. Kita semua masih belajar. Ketika melihat kebaikan teman, syukuri dan pelajari. Ketika melihat kekurangannya, ingatlah bahwa cara kita menasihati juga perlu mengikuti adab yang sedang kita pelajari.
Yang Perlu Diingat
Cinta kepada Rasulullah tumbuh bersama usaha mengenal ajaran beliau dan mengamalkannya.
Latihan 3 soal
Mengapa sumber cerita tentang Rasulullah perlu diperhatikan?
Lihat pedoman jawaban
Agar kita tidak menisbatkan cerita yang belum terbukti kepada beliau. Riwayat perlu dipelajari dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan ditanyakan kepada guru jika belum jelas.
Bagaimana Aisyah dapat menerapkan kelembutan kepada teman barunya?
Lihat pedoman jawaban
Memperkenalkan diri kembali tanpa mengejek, membantu teman mengenal lingkungan, dan mengajak orang lain menerima kesalahannya dengan wajar.
Berikan contoh bersikap tegas sekaligus beradab.
Lihat pedoman jawaban
Meminta seseorang mengembalikan barang yang diambil dengan kalimat jelas dan sopan, lalu meminta bantuan pengasuh jika ia tetap menolak.
Langkah Pembiasaan
Pilih satu teladan yang telah dipelajari bersama guru. Ceritakan penerapannya dalam satu kejadian sederhana tanpa membandingkan kesalehanmu dengan teman.