Tertib Waktu dan Menepati Kesepakatan
Bagian 2 · Menata Kehidupan Sehari-hari
Mengatur waktu serta menjaga janji dan kesepakatan yang telah dibuat.
Mari Memperhatikan
Fikri berjanji membantu temannya membersihkan halaman. Ia merasa masih punya banyak waktu, lalu asyik mengobrol. Ketika datang, pekerjaan hampir selesai. Temannya tidak banyak berkata, tetapi tampak kecewa karena harus bekerja lebih lama.
Ilustrasi rekaan untuk belajar.
Dalil yang Dipelajari
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Terjemahan makna
Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Apabila kamu menetapkan keputusan di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh baik pengajaran yang Allah berikan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
Ayat dikutip utuh.
Waktu berkaitan dengan hak orang lain
Keterlambatan sering memengaruhi lebih dari satu orang. Pertemuan yang tertunda membuat teman menunggu. Tugas piket yang ditinggalkan menambah pekerjaan orang lain. Karena itu, menata waktu merupakan bagian dari menjaga amanah dan menghargai kebersamaan.
Kenali kegiatan yang waktunya sudah ditentukan dan kegiatan yang dapat diatur sendiri. Siapkan keperluan sebelum kegiatan dimulai. Berikan waktu untuk berpindah tempat, merapikan barang, atau menunggu giliran. Kebiasaan ini membantu kita hadir dengan lebih tenang.
Membuat janji yang sanggup dijalankan
Sebelum berjanji, periksa tanggung jawab yang sudah ada. Katakan kemampuanmu dengan jujur. Jika belum dapat memastikan, sampaikan bahwa kamu perlu memeriksa jadwal terlebih dahulu. Janji yang diucapkan dengan mudah tetap dapat menimbulkan harapan pada orang lain.
Kadang keadaan berubah karena sakit atau tugas mendadak. Beri kabar sedini mungkin kepada orang yang menunggu. Jelaskan keadaan secara singkat, minta maaf, dan bicarakan penyelesaian. Jangan menghilang begitu saja atau membuat alasan yang tidak sesuai kenyataan.
Belajar dari keterlambatan
Fikri perlu mengakui bahwa ia menunda, lalu menanyakan pekerjaan yang masih dapat dibantu. Setelah itu, ia dapat memasang pengingat atau berhenti mengobrol lebih awal pada kesempatan berikutnya. Memperbaiki kebiasaan berarti mencari penyebab dan menyiapkan langkah yang dapat dilakukan.
Kita juga belajar menilai keadaan dengan adil. Teman yang terlambat karena membantu orang sakit berbeda keadaannya dengan orang yang sengaja mengabaikan tugas. Dengarkan penjelasan tanpa cepat menuduh. Aturan tetap penting, dan penerapannya perlu mempertimbangkan kenyataan yang terjadi.
Yang Perlu Diingat
Menepati waktu dan kesepakatan membantu orang lain merasa aman mempercayakan tugas kepada kita.
Latihan 3 soal
Mengapa keterlambatan dapat menjadi persoalan amanah?
Lihat pedoman jawaban
Karena orang lain mungkin menunggu atau menanggung pekerjaan tambahan. Menepati kesepakatan merupakan bagian dari menjaga hak mereka.
Apa yang perlu dilakukan jika kamu benar-benar tidak dapat memenuhi janji?
Lihat pedoman jawaban
Beri kabar sedini mungkin, jelaskan keadaan dengan jujur, minta maaf, dan bicarakan cara menyelesaikan atau menjadwal ulang tanggung jawab.
Bagaimana Fikri memperbaiki kesalahan dan kebiasaannya?
Lihat pedoman jawaban
Mengakui bahwa ia menunda, membantu pekerjaan yang masih ada, lalu menyiapkan pengingat dan batas waktu mengobrol agar kesalahan tidak terus berulang.
Langkah Pembiasaan
Pilih satu kegiatan yang sering membuatmu terlambat. Tuliskan penyebabnya dan satu persiapan yang dapat dilakukan lebih awal. Cobalah pada kegiatan berikutnya.