Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Aqidatul Awam · Belajar
Kembali ke koleksi belajar
KELAS 1 · BAHASA INDONESIA

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1

Pondok Pesantren Ibadurrahman Temas

29 pelajaran57 bait148 soal latihan4 evaluasiNaskah Versi 4 · Edisi santri · A4
عَقِيدَةُ الْعَوَامِّ
PELAJARAN 11 DARI 29

Empat Sifat Wajib Rasul dan Keadaan Manusiawinya

Matan dan makna

١١. أَرْسَلَ أَنْبِيَا ذَوِي فَطَانَهْ ۞ بِالصِّدْقِ وَالتَّبْلِيغِ وَالْأَمَانَهْ

Terjemahan makna

Allah mengutus para nabi yang memiliki kecerdasan, kejujuran, penyampaian risalah, dan amanah.

١٢. وَجَائِزٌ فِي حَقِّهِمْ مِنْ عَرَضْ ۞ بِغَيْرِ نَقْصٍ كَخَفِيفِ الْمَرَضْ

Terjemahan makna

Jaiz terjadi pada mereka keadaan manusiawi yang tidak merendahkan martabat, seperti sakit yang ringan.

Kosakata pilihan

Kosakata ArabMakna
أَرْسَلَDia mengutus
فَطَانَةٌkecerdasan yang layak bagi tugas kenabian
الصِّدْقُkebenaran dan kejujuran
التَّبْلِيغُpenyampaian wahyu yang diperintahkan
الْأَمَانَةُkeadaan dapat dipercaya dan terjaga lahir batin
عَرَضْkeadaan manusiawi yang dialami

Allah mengutus pembawa petunjuk

Manusia memerlukan petunjuk untuk mengenal Allah, beribadah, dan menjalani kehidupan dengan benar. Allah mengutus para nabi dan rasul sebagai pembawa wahyu. Mereka adalah manusia pilihan-Nya, bukan orang yang memperoleh kenabian melalui latihan atau permintaan pribadi. Pengutusan mereka merupakan karunia bagi umat. Melalui para utusan, kita menerima ajaran yang tidak dapat disusun hanya dari dugaan dan keinginan sendiri.

Setiap rasul adalah nabi. Dalam rumusan dasar yang digunakan pada pelajaran pesantren, rasul menerima wahyu dan ditugaskan menyampaikan risalah kepada umat. Nabi yang bukan rasul tidak memikul tugas kerasulan yang sama. Namun, hal itu tidak berarti nabi mengajak kepada keburukan atau menyembunyikan petunjuk yang diperintahkan untuk disampaikan. Pokok iman kita ialah membenarkan dan memuliakan semua nabi yang Allah utus.

Shiddiq benar dan jujur

Shiddiq berarti benar dan jujur. Para rasul jujur dalam mengaku sebagai utusan Allah, dalam menyampaikan wahyu, dan dalam berita lain yang mereka sampaikan. Kejujuran tidak terbatas pada ayat yang dibacakan ketika mengajar agama. Dusta, yang disebut kadzib, mustahil bagi mereka. Allah menjaga kemuliaan para utusan-Nya sehingga kita mempunyai dasar untuk mempercayai risalah serta teladan mereka.

Jika pembawa petunjuk berdusta, orang tidak dapat lagi membedakan berita yang benar dari berita yang sengaja dipalsukan. Karena itulah shiddiq berhubungan dengan kepercayaan kepada rasul. Santri meneladani kejujuran dengan menjawab sesuai yang diketahui dan mengakui ketika belum mengetahui. Mengucapkan “Saya belum tahu” lebih baik daripada membuat jawaban yang tampak meyakinkan tetapi tidak benar.

Amanah terjaga lahir dan batin

Amanah berarti para rasul dapat dipercaya. Allah menjaga mereka lahir dan batin dari maksiat yang bertentangan dengan kedudukan mereka sebagai teladan. Amanah bukan hanya tidak menyembunyikan uang titipan atau tidak mengubah wahyu. Ia juga berkaitan dengan ketaatan dan kelurusan perilaku. Lawannya ialah khianah, yakni pengkhianatan terhadap ketentuan Allah, yang mustahil bagi para rasul.

Dalam kehidupan kita, menjaga amanah mencakup barang, ucapan, waktu, dan tugas. Santri yang meminjam kitab menjaga serta mengembalikannya; santri yang bertugas piket menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Kita mengambil teladan dari para rasul sambil mengakui kelemahan diri. Jika melakukan kesalahan, kita perlu memperbaikinya. Pengasuh, guru, pengurus, dan santri tetap manusia yang dapat salah serta membutuhkan nasihat.

Tabligh dan fathanah

Tabligh berarti menyampaikan wahyu yang Allah perintahkan untuk disampaikan. Rasul tidak menyembunyikan bagian risalah yang menjadi kewajiban penyampaiannya. Lawan sifat ini disebut kitman, yaitu menyembunyikan apa yang wajib disampaikan. Tabligh tidak berarti setiap percakapan pribadi rasul harus diumumkan kepada seluruh manusia. Yang dibahas ialah kesetiaan beliau menjalankan perintah Allah dalam menyampaikan petunjuk kepada umat.

Fathanah berarti kecerdasan yang layak bagi tugas kenabian. Para rasul memahami petunjuk, menjelaskan ajaran, dan menegakkan hujah terhadap penentangnya. Lawannya ialah baladah, yakni ketumpulan yang merusak pelaksanaan tugas kerasulan. Kita meneladani fathanah dengan belajar teliti, berusaha memahami alasan, dan mengajukan pertanyaan yang jelas. Kecerdasan hendaknya membantu kebenaran dan pelayanan, bukan dipakai untuk menipu teman.

Rasul tetap manusia

Empat sifat wajib tersebut tidak mengubah rasul menjadi Tuhan. Para rasul makan, minum, tidur, berkeluarga, dan mengalami keadaan manusiawi yang layak bagi mereka. Matan memberi contoh sakit ringan. Contoh itu tidak bermaksud menyatakan bahwa semua ujian para nabi selalu mudah. Yang menjadi batas ialah keadaan tersebut tidak merusak kemuliaan kenabian atau membuat risalah tidak dapat dipercaya.

Lapar, kelelahan, sedih, dan sakit bukan dengan sendirinya maksiat. Ketika mempelajari kisah nabi yang mengalami kesulitan, kita tidak menuduh beliau kehilangan amanah. Kisah mereka perlu dipahami dari sumber yang benar serta penjelasan ulama. Mukjizat juga tidak menjadikan nabi mempunyai kekuasaan yang lepas dari Allah. Mukjizat terjadi dengan kuasa Allah sebagai tanda yang mendukung kebenaran utusan-Nya.

Mencintai rasul melalui peneladanan

Mengetahui sifat rasul menumbuhkan kepercayaan, cinta, dan kesediaan mengikuti petunjuk beliau. Kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ diwujudkan dengan ibadah yang benar, kejujuran, amanah, dan akhlak yang baik. Menyebut empat sifat tanpa berusaha memperbaiki perilaku belum memenuhi tujuan belajar. Santri dapat memilih satu kebiasaan yang akan diperbaiki, kemudian mengamalkannya sedikit demi sedikit dengan bimbingan.

Pada saat yang sama, kita tidak menyamakan diri dengan rasul. Menjadi rajin atau cerdas tidak membuat seseorang maksum atau menerima wahyu. Karena manusia biasa dapat keliru, nasihat dan pemeriksaan tetap diperlukan. Meneladani para rasul justru membuat kita bersedia mengakui kesalahan serta belajar. Dengan demikian, pemahaman tentang kemuliaan rasul berjalan bersama kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.

Dalil yang dipelajari

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ …

Terjemahan makna

Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.

QS. Al-Ma’idah [5]: 67, bagian ayat.

Allah memerintahkan rasul menyampaikan wahyu yang menjadi tugas penyampaiannya.

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ …

Terjemahan makna

Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diberi wahyu kepadaku.”

QS. Al-Kahf [18]: 110, bagian ayat.

Rasul adalah manusia yang Allah muliakan dengan wahyu; kemuliaan kenabian tidak menjadikannya Tuhan.

Penerapan dalam kehidupan

Hamzah diminta menyampaikan pengumuman piket. Ia menuliskan isi pengumuman agar tidak keliru, menyampaikannya tanpa tambahan, dan mengakui kesalahan ketika ada waktu yang salah tercatat. Ia meneladani kejujuran dan amanah rasul, sambil memahami bahwa dirinya tetap dapat keliru dan perlu dikoreksi.

Rangkuman

Empat sifat wajib rasul ialah shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

Shiddiq mencakup kejujuran seluruh berita; amanah mencakup kelurusan lahir dan batin.

Tabligh ialah menyampaikan wahyu yang Allah perintahkan untuk disampaikan.

Rasul mengalami keadaan manusiawi yang layak tanpa kehilangan kemuliaan kenabiannya.

Meneladani rasul tidak membuat manusia biasa menjadi maksum.

Hafalan: Hafalkan bait 11–12 serta empat sifat wajib rasul dan lawannya. Hafalkan makna: para rasul benar, amanah, menyampaikan risalah, dan cerdas.

Latihan 6 soal

  1. Pasangkan sifat wajib rasul dengan lawannya, lalu jelaskan mengapa amanah tidak hanya berarti menjaga barang titipan.

    Kata atau pernyataanPasangan makna
    1. Shiddiqa. Kitman
    2. Amanahb. Baladah
    3. Tablighc. Kadzib
    4. Fathanahd. Khianah
    Lihat pedoman jawaban

    1–c, 2–d, 3–a, 4–b: shiddiq–kadzib, amanah–khianah, tabligh–kitman, fathanah–baladah. Amanah juga berarti para rasul terjaga lahir batin dari maksiat yang bertentangan dengan kedudukannya.

  2. “Kejujuran rasul hanya berlaku ketika menyampaikan wahyu.” Benar atau salah? Betulkan kalimat tersebut.

    Lihat pedoman jawaban

    Salah. Rasul jujur dalam pengakuan kerasulan, penyampaian wahyu, dan berita lain yang disampaikan. Dusta mustahil bagi mereka.

  3. Mengapa sakit yang dialami seorang nabi tidak otomatis menunjukkan hilangnya amanah?

    Lihat pedoman jawaban

    Sakit merupakan keadaan manusiawi dan bukan dengan sendirinya maksiat. Keadaan manusiawi yang layak bagi nabi tidak merusak kemuliaan atau kepercayaan terhadap risalahnya.

  4. Seorang pengurus berkata bahwa nasihatnya tidak boleh diperiksa karena ia meneladani rasul. Tanggapi dengan santun.

    Lihat pedoman jawaban

    Meneladani rasul tidak menjadikan pengurus maksum. Nasihat tetap diperiksa dengan sumber yang benar; manusia biasa dapat keliru dan memerlukan koreksi.

  5. Lengkapi dengan tabligh atau kitman: menyampaikan wahyu yang Allah perintahkan ialah ___; menyembunyikan wahyu yang wajib disampaikan ialah ___. Apakah setiap percakapan pribadi rasul harus diumumkan?

    Lihat pedoman jawaban

    Tabligh; kitman. Tidak setiap percakapan pribadi harus diumumkan. Tabligh berkenaan dengan wahyu yang Allah perintahkan untuk disampaikan.

  6. Sebutkan secara lisan empat sifat wajib rasul beserta maknanya, kemudian berikan satu contoh keadaan manusiawi yang tidak merusak kemuliaan kenabian.

    Lihat pedoman jawaban

    Shiddiq: benar dan jujur; amanah: dapat dipercaya dan terjaga lahir batin; tabligh: menyampaikan wahyu yang diperintahkan; fathanah: kecerdasan yang layak bagi tugas kenabian. Contoh keadaan manusiawi: lapar, lelah, atau sakit yang layak bagi kedudukan nabi.

Catat bacaanmu

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 11 · Empat Sifat Wajib Rasul dan Keadaan Manusiawinya

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 11 · Empat Sifat Wajib Rasul dan Keadaan ManusiawinyaVersi 4

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan