Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Aqidatul Awam · Belajar
Kembali ke koleksi belajar
KELAS 1 · BAHASA INDONESIA

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1

Pondok Pesantren Ibadurrahman Temas

29 pelajaran57 bait148 soal latihan4 evaluasiNaskah Versi 4 · Edisi santri · A4
عَقِيدَةُ الْعَوَامِّ
PELAJARAN 12 DARI 29

Ishmah dan Lima Puluh Pokok Keyakinan

Matan dan makna

١٣. عِصْمَتُهُمْ كَسَائِرِ الْمَلَائِكَهْ ۞ وَاجِبَةٌ وَفَاضَلُوا الْمَلَائِكَهْ

Terjemahan makna

Terpeliharanya mereka dari dosa adalah wajib, sebagaimana para malaikat; dan mereka memiliki keutamaan atas para malaikat.

١٤. وَالْمُسْتَحِيلُ ضِدُّ كُلِّ وَاجِبْ ۞ فَاحْفَظْ لِخَمْسِينَ بِحُكْمٍ وَاجِبْ

Terjemahan makna

Sifat mustahil adalah lawan setiap sifat wajib. Maka peliharalah lima puluh pokok keyakinan itu sebagai kewajiban.

Kosakata pilihan

Kosakata ArabMakna
عِصْمَتُهُمْpenjagaan Allah terhadap para nabi
وَاجِبَةٌmesti ada menurut akal dalam pembahasan ini
ضِدُّlawan suatu sifat
فَاحْفَظْmaka peliharalah dengan mengingat dan memahami

Allah menjaga para nabi

Pada pelajaran sebelumnya, kita mempelajari amanah para rasul. Matan kini menegaskan ‘ishmah, yaitu penjagaan Allah terhadap para nabi. Allah menjaga utusan-Nya dari dusta dan maksiat yang bertentangan dengan kemuliaan kenabian. Penjagaan ini berkaitan dengan kedudukan mereka sebagai pembawa petunjuk serta teladan. Kita mempercayai mereka karena Allah memilih dan menjaga mereka, bukan karena menganggap mereka memiliki kekuatan ketuhanan.

‘Ishmah tidak berarti nabi berubah menjadi Allah atau keluar dari sifat manusia. Para nabi tetap hamba yang beribadah, memohon pertolongan, dan menjalankan tugas dengan kesungguhan. Kemuliaan yang mereka miliki adalah karunia Allah. Karena itu, kita menyambut petunjuknya, bersalawat dan mendoakan keselamatan bagi mereka, serta meneladani akhlaknya tanpa mengarahkan ibadah kepada selain Allah.

Keadaan manusiawi bukan dengan sendirinya dosa

Seorang nabi dapat merasa lapar, lelah, sedih, atau mengalami sakit yang layak bagi kedudukannya. Keadaan tersebut tidak membatalkan ‘ishmah. Pada manusia biasa pun, merasa sedih bukan dengan sendirinya perbuatan maksiat. Perlu dibedakan keadaan yang dialami seseorang dari tindakan salah yang ia pilih. Perbedaan ini membantu kita membaca kisah para nabi dengan hormat dan cermat.

Kadang-kadang santri menemukan cerita yang membuatnya bertanya tentang suatu peristiwa dalam kehidupan nabi. Ia boleh bertanya kepada guru untuk memahami sumber dan maknanya. Jangan menyimpulkan bahwa nabi berdusta hanya dari potongan cerita. Sebagian pembahasan memerlukan penjelasan ulama tentang ijtihad atau istilah lain. Pada tingkat ini, kita memegang bahwa wahyu dijaga dan para nabi adalah teladan yang dimuliakan Allah.

Memuliakan nabi dan malaikat

Bait tiga belas menyebut penjagaan para nabi dan ketaatan malaikat. Para malaikat juga hamba Allah yang mulia dan menjalankan perintah-Nya. Penyebutan keduanya mengajarkan bahwa pembawa petunjuk Allah bukan pihak yang sengaja mengkhianati tugasnya. Namun, nabi dan malaikat bukan makhluk yang sama. Para nabi adalah manusia, sedangkan malaikat mempunyai keadaan serta tugas yang berbeda dari manusia. Penyamaan dalam bait tidak berarti seluruh keadaan dan rincian penjagaan nabi sama dengan malaikat.

Matan juga menyatakan keutamaan para nabi atas malaikat menurut pilihan pengarang. Kita menerima penjelasan matan ini sambil tetap memuliakan kedua golongan. Tidak perlu menjadikan pembahasan keutamaan sebagai perlombaan merendahkan pihak lain. Rincian perbandingan dibimbing guru pada waktunya. Untuk santri pemula, yang utama ialah menghormati para nabi, mengimani malaikat, dan memahami bahwa semuanya adalah hamba Allah.

Empat puluh satu pokok tentang Allah

Bait empat belas mengajak kita memelihara lima puluh pokok keyakinan. Angka ini berasal dari rangkuman pelajaran tentang Allah dan rasul. Untuk pembahasan Allah, ada dua puluh sifat wajib. Masing-masing mempunyai lawan yang mustahil bagi-Nya, sehingga dua puluh ditambah dua puluh menjadi empat puluh. Misalnya Allah ada, sedangkan tidak ada mustahil bagi-Nya; Allah mengetahui, sedangkan bodoh mustahil bagi-Nya.

Kemudian ditambahkan satu perkara jaiz bagi Allah: mengadakan atau tidak mengadakan perkara yang mungkin. Dengan demikian, dua puluh sifat wajib, dua puluh lawannya, dan satu perkara jaiz berjumlah empat puluh satu. Menghitungnya tidak menambah bagian-bagian pada Zat Allah. Hitungan ini merupakan cara menyusun makna-makna yang kita pelajari tentang Allah Yang Maha Esa dan sempurna.

Sembilan pokok tentang rasul

Dalam pembahasan rasul terdapat empat sifat wajib: shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Ada empat lawan yang mustahil bagi mereka: kadzib, khianah, kitman, dan baladah. Empat ditambah empat menjadi delapan. Setelah itu, ditambahkan satu perkara jaiz bagi rasul, yaitu mengalami keadaan manusiawi yang layak bagi kedudukan mereka. Maka jumlah pokok pada bagian rasul ialah sembilan.

Sekarang gabungkan kedua bagian: empat puluh satu ditambah sembilan menjadi lima puluh. Santri dapat memeriksanya dengan menyebut isi setiap kelompok, bukan sekadar mengingat hasil penjumlahan. Jika jumlahnya belum tepat, carilah bagian yang tertinggal. Belajar seperti ini melatih hafalan yang disertai pemahaman. Teman yang masih perlu mengulang hendaknya dibantu, bukan dipermalukan karena belum dapat menjawab dengan lancar.

Memelihara keyakinan dan adab belajar

Lima puluh pokok ini bukan lima puluh rukun iman baru dan tidak menggantikan enam rukun iman. Enam rukun iman tetap menjadi kerangka umum yang kita pelajari. Matan sedang menguraikan sebagian pembahasannya dalam bentuk yang mudah dirangkum. Karena itu, menghafal angka lima puluh belum berarti seluruh pelajaran iman telah selesai. Kita masih mempelajari malaikat, kitab, hari akhir, dan petunjuk Rasulullah.

Kata fahfazh mengajak kita memelihara. Memelihara keyakinan dilakukan dengan menghafal, memahami, mengulang, dan menjaga amal. Jika lupa suatu istilah, santri dapat memeriksanya lalu belajar lagi. Kelemahan hafalan teman tidak boleh dijadikan alasan untuk mudah menilai imannya. Tugas kita ialah belajar dengan adab, membenarkan pokok yang benar, dan mencari bimbingan ketika ada hal yang belum dipahami.

Dalil yang dipelajari

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Terjemahan makna

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Di atasnya ada para malaikat yang keras dan kuat; mereka tidak mendurhakai Allah dalam apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mengerjakan apa yang diperintahkan.

QS. At-Tahrim [66]: 6.

Ayat lengkap menyebut secara jelas malaikat penjaga neraka sebagai pelaksana perintah Allah. Jangan memindahkan seluruh rincian keadaan malaikat kepada para nabi yang merupakan manusia.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ …

Terjemahan makna

Mereka itulah orang-orang yang telah Allah beri petunjuk. Maka ikutilah petunjuk mereka.

QS. Al-An‘am [6]: 90, bagian ayat.

Sesudah penyebutan sejumlah nabi, ayat ini mengarahkan untuk mengikuti petunjuk mereka. Para nabi dimuliakan sebagai pembawa teladan dari Allah.

Penerapan dalam kehidupan

Nabil menulis 20 + 20 + 1 untuk bagian Allah, lalu 4 + 4 + 1 untuk bagian rasul. Ia mendapatkan 41 + 9 = 50. Ketika temannya lupa satu sifat, ia membantu mengulang maknanya. Nabil memahami bahwa belajar menjaga keyakinan tidak dilakukan dengan mempermalukan orang lain.

Rangkuman

‘Ishmah ialah penjagaan Allah terhadap para nabi sesuai kemuliaan kenabian.

Nabi tetap manusia; keadaan manusiawi yang layak bukan dengan sendirinya dosa.

Bagian Allah berjumlah 41 dan bagian rasul berjumlah 9, sehingga keseluruhannya 50.

Lima puluh pokok adalah rangkuman pelajaran, bukan pengganti enam rukun iman.

Kita memuliakan nabi dan malaikat serta memelihara keyakinan dengan ilmu dan adab.

Hafalan: Hafalkan bait 13–14 dan susunan 20 + 20 + 1 serta 4 + 4 + 1. Latih penjelasan hitungannya secara lisan dengan menyebut makna setiap kelompok.

Latihan 3 soal

  1. Sebuah cerita menyebut seorang nabi merasa lapar. Seorang santri menyimpulkan bahwa beliau tidak memiliki ‘ishmah. Jelaskan kekeliruan itu serta langkah yang tepat ketika cerita tentang nabi belum jelas sumbernya.

    Lihat pedoman jawaban

    ‘Ishmah ialah penjagaan Allah terhadap para nabi dari dusta dan maksiat yang bertentangan dengan kemuliaan kenabian. Lapar adalah keadaan manusiawi, bukan dengan sendirinya maksiat, sehingga kesimpulan itu keliru. Cerita yang belum jelas perlu diperiksa sumbernya dan ditanyakan kepada guru dengan hormat, bukan segera disebarkan.

  2. Lengkapi tiga hitungan berikut dan jelaskan kelompoknya:
    20 + 20 + ___ = 41
    ___ + ___ + 1 = 9
    41 + 9 = ___

    Lihat pedoman jawaban

    Isian: 1; 4; 4; 50. Bagian Allah: 20 sifat wajib, 20 lawan yang mustahil, dan 1 perkara jaiz. Bagian rasul: 4 sifat wajib, 4 lawan yang mustahil, dan 1 perkara jaiz.

  3. “Lima puluh pokok keyakinan menggantikan enam rukun iman.” Benar atau salah? Jelaskan pembetulannya.

    Lihat pedoman jawaban

    Salah. Lima puluh merangkum sifat wajib, mustahil, dan jaiz dalam pembahasan Allah serta rasul. Enam rukun iman tetap menjadi kerangka umum dan memuat pokok lain yang dipelajari berikutnya.

Catat bacaanmu

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 12 · Ishmah dan Lima Puluh Pokok Keyakinan

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 12 · Ishmah dan Lima Puluh Pokok KeyakinanVersi 4

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan