Beriman kepada Malaikat
Matan dan makna
٢١. وَالْمَلَكُ الَّذِي بِلَا أَبٍ وَأُمْ ۞ لَا أَكْلَ لَا شُرْبَ وَلَا نَوْمَ لَهُمْ
Terjemahan makna
Malaikat tidak mempunyai ayah dan ibu; mereka tidak makan, tidak minum, dan tidak tidur.
٢٢. تَفْصِيلُ عَشْرٍ مِنْهُمُ جِبْرِيلُ ۞ مِيكَالُ إِسْرَافِيلُ عَزْرَائِيلُ
Terjemahan makna
Sepuluh yang disebut secara terperinci di antara mereka ialah Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail.
٢٣. مُنْكَرْ نَكِيرٌ وَرَقِيبٌ وَكَذَا ۞ عَتِيدٌ مَالِكٌ وَرِضْوَانُ احْتَذَى
Terjemahan makna
Munkar, Nakir, Raqib, demikian pula Atid, Malik, dan Ridwan; ikutilah penyebutan mereka.
Kosakata pilihan
| Kosakata Arab | Makna |
|---|---|
| الْمَلَكُ | malaikat, hamba Allah yang taat |
| أَكْلَ | makan |
| شُرْبَ | minum |
| نَوْمَ | tidur |
| رَقِيبٌ | pengawas yang memperhatikan |
| عَتِيدٌ | yang selalu siap |
Malaikat adalah hamba Allah
Beriman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman. Malaikat adalah makhluk Allah yang dimuliakan dan taat kepada perintah-Nya. Mereka bukan Tuhan, bukan anak-anak Allah, dan bukan manusia yang telah meninggal lalu berubah menjadi malaikat. Seluruh kemampuan serta tugas mereka merupakan pemberian Allah. Kita memuliakan malaikat sebagai hamba-Nya, sedangkan ibadah tetap hanya ditujukan kepada Allah.
Malaikat termasuk perkara gaib yang kita kenali melalui berita Allah dan Rasul-Nya. Kita tidak menetapkan rupa mereka dari gambar dalam buku cerita atau film. Gambar tersebut merupakan hasil imajinasi manusia. Ada berita bahwa malaikat dapat menampakkan diri dalam bentuk tertentu dengan izin Allah; hal itu tidak berarti bentuk dalam gambar yang kita buat pasti sesuai dengan keadaan mereka.
Keadaan yang berbeda dari manusia
Bait dua puluh satu menjelaskan bahwa malaikat tidak mempunyai ayah dan ibu, tidak makan, tidak minum, dan tidak tidur. Penjelasan ini menunjukkan bahwa kehidupan malaikat berbeda dari kehidupan manusia. Tidak mempunyai kebutuhan seperti manusia tidak menjadikan mereka setara dengan Allah. Mereka tetap ciptaan yang keberadaan dan kemampuannya sepenuhnya bergantung kepada Allah, serta menjalankan tugas yang diberikan-Nya.
Sepuluh sebutan dalam matan
Bait dua puluh dua dan dua puluh tiga memuat Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan. Kesepuluhnya merupakan sebutan yang dirangkum dalam pengajaran matan. Hafalkan secara bertahap dengan simakan guru. Angka sepuluh tidak membatasi jumlah seluruh malaikat. Kita mengimani pula malaikat lain yang Allah ciptakan meskipun tidak mengetahui nama atau jumlahnya.
Dalam pelajaran dasar, Jibril dikenal sebagai penyampai wahyu. Mikail dikenal terkait urusan hujan dan rezeki menurut perintah Allah; Israfil terkait sangkakala. Malaikat maut mencabut nyawa atas perintah-Nya. Munkar dan Nakir berkaitan dengan pertanyaan kubur. Ada malaikat pencatat amal serta penjaga neraka dan surga. Semua tugas tersebut dijalankan sebagai penghambaan, tanpa kekuasaan yang berdiri terpisah dari Allah.
Mengenali perbedaan sumber sebutan
Tidak semua sebutan pada nazam disebut sebagai nama diri secara langsung dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyebut Jibril, Mikail, dan Malik; untuk pencabut nyawa, terdapat sebutan malak al-maut, yakni malaikat maut. Izrail dan Ridwan adalah nama yang masyhur dalam kitab pengajaran, dengan pembahasan sumber tersendiri. Kita membaca nazam sebagaimana bunyinya tanpa mengaku bahwa seluruh nama itu tercantum langsung dalam Al-Qur’an. Nama Israfil disebut dalam hadis sahih.
Kata raqib dan atid pada Surah Qaf menerangkan pengawas yang selalu siap. Dalam hafalan dasar, keduanya dikenal dalam pembahasan pencatatan amal. Memahami makna kata ini mencegah kita menjadikan hafalan sebagai klaim yang lebih luas daripada dalil. Rincian riwayat nama malaikat akan dibimbing guru. Santri tidak perlu menanggung seluruh pembahasan sumber sekaligus untuk dapat mengimani malaikat.
Berita gaib dipelajari dengan sumber
Kita membenarkan tugas malaikat yang diberitakan agama, tetapi tidak mengarang percakapan mereka atau menghitung jumlah mereka dengan dugaan. Cerita yang menakutkan dapat membuat seseorang terkesan tanpa menambah ilmu yang benar. Jika menerima pesan tentang malaikat dengan rincian yang belum pernah dipelajari, tanyakan sumbernya kepada guru. Jangan segera menyebarkannya hanya karena pengirimnya menyebut pesan itu sebagai nasihat agama.
Iman kepada malaikat dan kebiasaan santri
Malaikat mencatat ucapan dan amal atas perintah Allah. Keyakinan ini mengingatkan kita untuk memperhatikan perkataan, termasuk ketika bercanda. Ejekan yang membuat teman terluka tidak hilang begitu saja setelah kita melupakannya. Santri dapat menggantinya dengan ucapan yang baik, meminta maaf ketika salah, dan menjaga hak teman. Kebaikan yang kecil pun dilakukan dengan sungguh-sungguh karena Allah.
Kesadaran bahwa amal dicatat hendaknya menumbuhkan tanggung jawab sekaligus harapan. Allah memberi kesempatan bertobat dan memperbaiki diri. Santri yang pernah berkata kasar tidak perlu merasa seluruh kebaikannya mustahil diterima; ia berhenti, meminta maaf, dan berlatih berbicara lebih baik. Pembelajaran malaikat menguatkan rasa hormat terhadap tugas hamba-hamba Allah serta kesungguhan menjaga amal kita sendiri.
Dalil yang dipelajari
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Terjemahan makna
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Di atasnya ada para malaikat yang keras dan kuat; mereka tidak mendurhakai Allah dalam apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mengerjakan apa yang diperintahkan.
QS. At-Tahrim [66]: 6.
Ayat lengkap menyebut malaikat penjaga neraka dan ketaatan mereka kepada Allah. Malaikat adalah hamba yang menjalankan tugas dari-Nya.
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Terjemahan makna
Tidak ada satu ucapan pun yang ia ucapkan, kecuali di dekatnya ada pengawas yang selalu siap.
QS. Qaf [50]: 18.
Ayat ini mengajarkan pencatatan ucapan. Raqib dan atid mempunyai makna pengawas dan siap, bukan dasar untuk memastikan semua rincian nama dan pembagian tugas dari dugaan.
Penerapan dalam kehidupan
Bilal hendak mengirim pesan yang mengejek temannya. Ia mengingat bahwa ucapannya dicatat dan bahwa ejekan itu menyakiti orang lain. Ia membatalkan pesan, kemudian menulis kalimat yang baik. Ketika mendapat cerita tentang rupa malaikat tanpa sumber, ia memilih bertanya kepada guru sebelum menyebarkannya.
Rangkuman
Malaikat adalah makhluk Allah yang taat, bukan Tuhan, anak Allah, atau arwah manusia.
Matan menghimpun sepuluh sebutan; jumlah seluruh malaikat tidak hanya sepuluh.
Tugas malaikat dijalankan atas perintah Allah.
Sumber penyebutan nama tidak semuanya sama; hafalan matan tidak boleh diubah menjadi klaim bahwa semuanya nama diri dalam Al-Qur’an.
Iman kepada malaikat mendorong menjaga ucapan, amal, dan ketelitian terhadap berita agama.
Hafalan: Hafalkan bait 21–23, sepuluh nama atau sebutan sesuai nazam, dan QS. Qaf [50]: 18. Pahami bahwa keseluruhan jumlah malaikat tidak diketahui dari daftar sepuluh itu.
Latihan 5 soal
Sebutkan sepuluh nama atau sebutan dalam matan, lalu jelaskan mengapa jumlah malaikat tidak dibatasi sepuluh.
Lihat pedoman jawaban
Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, Ridwan. Sepuluh adalah rangkuman yang diajarkan secara terperinci, bukan jumlah seluruh malaikat.
“Semua sebutan malaikat pada nazam merupakan nama diri yang tertulis langsung dalam Al-Qur’an.” Benar atau salah? Jelaskan pembetulannya.
Lihat pedoman jawaban
Salah. Sumber dan penggunaan sebutannya tidak sama. Al-Qur’an menyebut Jibril, Mikail, dan Malik; ada sebutan malaikat maut, sedangkan raqib dan atid menerangkan pengawas yang selalu siap. Izrail dan Ridwan masyhur dalam pengajaran, dengan pembahasan sumber tersendiri; Israfil disebut dalam hadis sahih.
Mengapa gambar malaikat pada film tidak dapat digunakan untuk memastikan rupa malaikat?
Lihat pedoman jawaban
Gambar tersebut dibuat berdasarkan imajinasi manusia. Pengetahuan tentang malaikat diperoleh dari berita Allah dan Rasul yang benar, bukan dari gambar atau dugaan.
Ejekan kepada seorang santri dianggap selesai karena teman-temannya sudah lupa. Bagaimana iman kepada pencatatan amal membimbing sikap mereka?
Lihat pedoman jawaban
Ucapan tidak menjadi tanpa akibat hanya karena manusia melupakannya. Mereka perlu menghentikan ejekan, meminta maaf, dan memperbaiki akibat yang ditimbulkan. Keyakinan bahwa amal dicatat mendorong tanggung jawab serta tobat.
Pasangkan ungkapan dengan maknanya. Apakah memahami raqib dan atid mengharuskan kita mengubah bunyi nazam?
Kata atau pernyataan Pasangan makna 1. Raqib a. Yang selalu siap 2. Atid b. Malaikat maut 3. Malak al-maut c. Pengawas yang memperhatikan Lihat pedoman jawaban
1–c, 2–a, 3–b. Raqib berarti pengawas; atid berarti yang selalu siap; malak al-maut berarti malaikat maut. Tidak perlu mengubah bunyi nazam; kita membacanya sambil memahami makna sebutannya.