Nabi Muhammad ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam
Matan dan makna
٢٩. خَاتِمَةٌ فِي ذِكْرِ بَاقِي الْوَاجِبْ ۞ مِمَّا عَلَى مُكَلَّفٍ مِنْ وَاجِبْ
Terjemahan makna
Inilah bagian penutup tentang keterangan kewajiban yang masih perlu disebutkan bagi seorang mukallaf.
٣٠. نَبِيُّنَا مُحَمَّدٌ قَدْ أُرْسِلَا ۞ لِلْعَالَمِينَ رَحْمَةً وَفُضِّلَا
Terjemahan makna
Nabi kita, Muhammad, telah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam dan diberi keutamaan.
Kosakata pilihan
| Kosakata Arab | Makna |
|---|---|
| خَاتِمَةٌ | bagian penutup |
| مُكَلَّفٌ | orang yang dibebani kewajiban syariat |
| وَاجِبٌ | hal yang wajib dibenarkan atau dilakukan |
| أُرْسِلَ | diutus sebagai rasul |
| لِلْعَالَمِينَ | bagi seluruh alam |
| رَحْمَةً | sebagai rahmat dan pembawa kebaikan |
| فُضِّلَ | diberi keutamaan oleh Allah |
Bagian penutup yang mengenalkan pembawa risalah
Sesudah menerangkan pokok iman, pengarang mengajak kita mengenal Nabi Muhammad ﷺ dengan lebih dekat. Kata khatimah pada bait 29 berarti bagian penutup. Penutup ini tetap berisi pelajaran: pengenalan kepada pembawa risalah, keluarganya, perjalanan hidupnya, dan beberapa peristiwa yang Allah karuniakan kepadanya. Kita mengenal ajaran Islam melalui Rasulullah. Karena itu, mengenal pribadi beliau membantu kita memahami kepada siapa kita mengikuti petunjuk.
Ada perbedaan antara pokok yang wajib dibenarkan dalam iman dan rincian sejarah yang dipelajari untuk menambah pengetahuan. Kedudukan Muhammad sebagai utusan Allah dan kebenaran risalahnya merupakan pokok iman. Sementara itu, nama kerabat dan rincian perjalanan hidup mempunyai fungsi pengenalan. Kita mempelajarinya dengan sungguh-sungguh tanpa menganggap semua rincian biografi mempunyai kedudukan yang sama.
Rahmat berupa petunjuk dan kebaikan
Bait 30 menyebut Nabi kita diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Rahmat berarti kasih sayang dan kebaikan yang membawa manfaat. Bentuk terbesar rahmat dalam risalah beliau ialah petunjuk untuk mengenal Allah, menghambakan diri kepada-Nya, dan menempuh kehidupan yang benar. Beliau mengajarkan salat, kejujuran, amanah, menjaga hak orang lain, serta kepedulian kepada orang yang membutuhkan.
Petunjuk itu mencakup hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan sesamanya. Orang yang belajar agama semestinya semakin dapat dipercaya, semakin berhati-hati terhadap hak orang lain, dan semakin bersedia memperbaiki kesalahan. Kasih sayang juga terlihat ketika seseorang mengajarkan kebenaran dengan sabar. Ia ingin orang lain memahami dan menjadi baik, bukan sekadar ingin membuktikan bahwa dirinya lebih tahu.
Risalah yang melampaui kabilah dan negeri
Nabi Muhammad ﷺ berasal dari bangsa Arab, tetapi risalah beliau ditujukan kepada seluruh manusia. Seseorang tidak harus berasal dari kabilah atau negeri tertentu untuk menerima petunjuk Islam. Di dalam Al-Qur’an, beliau disebut pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan bagi seluruh manusia. Kabar gembira menumbuhkan harapan; peringatan membantu manusia menyadari akibat perbuatannya.
Keluasan risalah ini mengajarkan kita untuk menghargai orang yang berbeda asal, bahasa, dan keadaan. Di pondok, teman dapat datang dari kampung dan keluarga yang berbeda. Perbedaan itu menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan membantu. Nilai seseorang tidak ditentukan oleh kekayaan keluarganya atau kemahirannya berbicara sejak pertama masuk pondok.
Hamba Allah yang diberi kemuliaan
Pengarang juga menyatakan bahwa Nabi diberi keutamaan. Kemuliaan beliau merupakan pemberian Allah. Kita mencintai dan menghormati beliau sebagai hamba dan rasul-Nya. Beliau berdoa kepada Allah, beribadah kepada-Nya, dan mengajarkan manusia memohon pertolongan-Nya. Kemuliaan kenabian memperlihatkan besarnya karunia Allah kepada hamba pilihan-Nya.
Cinta kepada Nabi mempunyai isi yang nyata. Kita mempelajari sunnahnya, membaca salawat, membenarkan risalahnya, dan berusaha mengikuti akhlaknya. Pengetahuan tentang keutamaan beliau perlu menuntun perilaku. Orang yang sering menyebut nama Nabi tetapi masih sengaja merendahkan temannya perlu memperbaiki hubungan antara ucapan dan perbuatannya.
Meneladani rahmat dengan tindakan yang tepat
Kasih sayang dapat berjalan bersama ketegasan. Saat terjadi kesalahan, kita menjelaskan kesalahan itu dengan jelas, meminta pelakunya memperbaiki akibatnya, dan memberi kesempatan untuk berubah. Mengembalikan barang yang diambil tanpa izin, misalnya, tetap harus dilakukan. Cara menegur hendaknya menjaga kehormatan orang dan membantu penyelesaian masalah.
Latihan meneladani rahmat dapat dimulai dari tindakan sederhana: menunjukkan tempat kepada santri baru, membantu teman yang kesulitan membaca, merawat teman yang sakit, atau membagi tugas secara adil. Ketika marah, kita dapat menunda ucapan agar tidak melukai orang lain. Ketika mampu membantu, kita tidak menunggu dipuji. Dengan kebiasaan demikian, pelajaran tentang rahmat menjadi tuntunan dalam kehidupan bersama.
Memperhatikan akibat tindakan
Untuk menilai sebuah tindakan, perhatikan pula akibatnya bagi orang yang menerima tindakan itu. Membantu teman berarti mendukung kemampuannya, bukan mengambil alih semua pekerjaannya. Menasihati berarti menjelaskan jalan perbaikan, bukan menyebarkan kesalahannya kepada banyak orang. Menjaga kebersihan berarti ikut merawat tempat yang digunakan bersama, bukan hanya merapikan tempat pribadi. Dengan memperhatikan akibat, kita belajar memberi manfaat secara lebih tepat.
Setiap hari santri dapat memilih satu tindakan dan menilainya sesudah dilakukan. Apakah temannya lebih terbantu? Apakah hak seseorang lebih terjaga? Apakah masalah menjadi lebih mudah diselesaikan? Latihan ini membuat teladan rahmat terasa dekat dan mengarahkan pengetahuan kepada kebiasaan yang bermanfaat.
Dalil yang dipelajari
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Terjemahan makna
Tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.
QS. Al-Anbiya’ [21]: 107.
Ayat ini menegaskan makna rahmat yang disebut dalam bait 30.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Terjemahan makna
Tidaklah Kami mengutusmu kecuali kepada seluruh manusia sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
QS. Saba’ [34]: 28.
Risalah Nabi Muhammad melampaui batas kabilah dan negeri. Ayat lengkap menyebut kabar gembira, peringatan, dan kenyataan bahwa banyak manusia belum mengetahuinya.
Penerapan dalam kehidupan
Seorang santri baru belum lancar membaca teks Arab. Temannya membantu membaca satu kalimat, menerangkan artinya, lalu memberinya kesempatan mencoba lagi. Jika ia salah, temannya membetulkan dengan sabar. Bantuan itu memperlihatkan kasih sayang yang menuntun kepada kemajuan.
Rangkuman
Bagian khatimah memperkenalkan Nabi Muhammad ﷺ dan beberapa keterangan tentang kehidupan beliau.
Nabi diutus sebagai rahmat dan pembawa petunjuk bagi seluruh manusia.
Beliau adalah hamba dan rasul Allah yang diberi kemuliaan.
Meneladani rahmat berarti membantu, berlaku adil, dan membimbing perbaikan dengan cara yang baik.
Hafalan: Bait 29–30 dan makna pokoknya. Hafalkan QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 bila ditetapkan guru.
Latihan 5 soal
Lengkapi: kata khatimah berarti .... Dalam bagian ini, pengarang mengajak kita mengenal ....
Lihat pedoman jawaban
Khatimah berarti bagian penutup. Bagian ini mengajak kita mengenal Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, dan perjalanan hidup beliau.
Jelaskan dua bentuk rahmat dalam risalah Nabi Muhammad ﷺ.
Lihat pedoman jawaban
Antara lain petunjuk mengenal dan beribadah kepada Allah serta ajaran menjaga hak sesama, berlaku jujur, dan membantu orang yang membutuhkan.
Tentukan benar atau salah, lalu perbaiki bila salah: “Risalah Nabi Muhammad ﷺ hanya ditujukan kepada bangsa Arab.”
Lihat pedoman jawaban
Salah. Beliau berasal dari bangsa Arab, tetapi risalahnya ditujukan kepada seluruh manusia.
Seorang teman mengambil barang tanpa izin. Bagaimana cara menegurnya dengan tegas sekaligus menunjukkan kasih sayang?
Lihat pedoman jawaban
Jelaskan bahwa tindakannya salah, minta ia mengembalikan barang dan meminta maaf, lalu beri kesempatan memperbaiki diri tanpa merendahkannya. Hak pemilik harus dijaga dan pelaku dibantu memperbaiki kesalahannya.
Bacalah bait 30 dengan jelas. Kemudian jelaskan mengapa cinta kepada Nabi perlu tampak dalam perilaku.
Lihat pedoman jawaban
Bait dibaca mengikuti teks dan harakatnya. Cinta kepada Nabi mendorong kita mengikuti petunjuk dan akhlaknya, antara lain dengan berlaku jujur, menjaga hak, dan membantu orang lain.