Nasab ibu kandung dan ibu susuan Nabi
Matan dan makna
٣١. أَبُوهُ عَبْدُ اللّٰهِ عَبْدُ الْمُطَّلِبْ ۞ وَهَاشِمٌ عَبْدُ مَنَافٍ يَنْتَسِبْ
Terjemahan makna
Ayah beliau ialah Abdullah; nasab beliau bersambung melalui Abdul Muththalib, Hasyim, dan Abdu Manaf.
٣٢. وَأُمُّهُ آمِنَةُ الزُّهْرِيَّهْ ۞ أَرْضَعَتْهُ حَلِيمَةُ السَّعْدِيَّهْ
Terjemahan makna
Ibu beliau ialah Aminah az-Zuhriyyah; Halimah as-Sa’diyyah menyusui beliau.
Kosakata pilihan
| Kosakata Arab | Makna |
|---|---|
| أَبُوهُ | ayahnya |
| أُمُّهُ | ibu kandungnya |
| يَنْتَسِبُ | bernasab atau memiliki hubungan keturunan |
| أَرْضَعَتْهُ | ia menyusui beliau |
| الزُّهْرِيَّةُ | perempuan dari Bani Zuhrah |
| السَّعْدِيَّةُ | perempuan dari Bani Sa‘d |
Membaca nama sebagai hubungan keluarga
Bait 31 menyebut beberapa nama leluhur Nabi dalam susunan yang singkat. Uraiannya ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf. Kata bin berarti putra dari. Jadi, Abdullah adalah ayah langsung Nabi, Abdul Muththalib adalah kakeknya, sedangkan Hasyim dan Abdu Manaf berada pada generasi sebelumnya. Nama-nama itu bukan beberapa ayah langsung beliau.
Cara membaca nasab ialah memperhatikan hubungan setiap dua nama yang berurutan. Muhammad adalah putra Abdullah; Abdullah adalah putra Abdul Muththalib. Kita dapat melanjutkan dengan pola yang sama. Sesudah memahami hubungan itu, hafalan menjadi lebih mudah dan tidak berubah menjadi kumpulan nama yang terpisah. Ketelitian membaca nasab juga membantu ketika kita mempelajari biografi sahabat dan ulama.
Aminah sebagai ibu kandung
Ibu kandung Nabi Muhammad ﷺ ialah Aminah binti Wahb. Beliau berasal dari Bani Zuhrah, sehingga matan menyebutnya Aminah az-Zuhriyyah. Sebutan ini menunjukkan hubungan dengan kelompok keluarganya. Kata binti berarti putri dari, sebagaimana bin berarti putra dari. Kita mengenali nama Aminah sekaligus mengetahui bahwa beliau adalah perempuan yang melahirkan Nabi.
Keterangan tentang ibu kandung perlu dibedakan dari keterangan tentang perempuan yang menyusui beliau. Pembedaan ini menjaga ketepatan hubungan keluarga. Menghormati seseorang juga berarti menyebut kedudukannya dengan benar. Karena itu, saat menjelaskan keluarga Nabi, kita berusaha menghubungkan nama dengan perannya, bukan hanya mengulang bunyi nama.
Halimah sebagai ibu susuan
Halimah as-Sa‘diyyah adalah ibu susuan Nabi yang disebut pada bait 32. Beliau berasal dari Bani Sa‘d. Ibu susuan menyusui anak yang bukan anak kandungnya. Hubungan ini berbeda dari hubungan ibu kandung, tetapi persusuan mempunyai ketentuan tersendiri dalam fikih. Pada pelajaran ini, kita cukup memahami perbedaan kedudukan keduanya.
Penyebutan Halimah dalam matan tidak berarti beliau satu-satunya perempuan yang pernah menyusui Nabi. Riwayat sahih menyebut Tsuwaibah juga menyusui beliau. Halimah dan Tsuwaibah adalah dua orang yang berbeda. Matan memilih keterangan yang ringkas; untuk mengetahui rincian yang lebih luas, kita membaca sumber sirah dan hadis dengan bimbingan guru.
Mengenal keluarga dengan teliti
Pengenalan keluarga membantu kita menempatkan setiap tokoh dengan tepat. Nazam memuat keterangan ringkas; rincian masa kecil Nabi dipelajari dari sumber sirah dan hadis bersama guru.
Ulangi pelajaran dengan memasangkan nama dan hubungannya: ayah, kakek, ibu kandung, serta ibu susuan. Dengan demikian, Abdullah tidak tertukar dengan Abdul Muththalib, dan Aminah tidak tertukar dengan Halimah.
| Nama | Hubungan dengan Nabi |
|---|---|
| Abdullah | Ayah |
| Abdul Muththalib | Kakek dari pihak ayah |
| Aminah binti Wahb | Ibu kandung |
| Halimah as-Sa‘diyyah | Ibu susuan yang disebut matan |
| Tsuwaibah | Juga menyusui Nabi; disebut dalam hadis sahih |
Dalil yang dipelajari
أَرْضَعَتْنِي وَأَبَا سَلَمَةَ ثُوَيْبَةُ
Terjemahan makna
Tsuwaibah telah menyusuiku dan Abu Salamah.
Riwayat al-Bukhari · Petikan hadis [2]
Riwayat ini menunjukkan bahwa pengenalan Halimah dalam matan tidak membatasi seluruh orang yang pernah menyusui Nabi.
Penerapan dalam kehidupan
Ketika membaca Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib, seorang santri menulis: ‘Muhammad adalah putra Abdullah, dan Abdullah adalah putra Abdul Muththalib.’ Ia lalu menyimpulkan bahwa Abdul Muththalib adalah kakek Nabi, bukan ayah langsung beliau.
Rangkuman
Nasab dalam bait ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf.
Aminah binti Wahb adalah ibu kandung Nabi.
Halimah adalah ibu susuan yang disebut matan; Tsuwaibah juga menyusui beliau.
Pengenalan nasab menuntut ketepatan hubungan, bukan hafalan nama semata.
Hafalan: Bait 31–32 dan hubungan keluarga yang dinyatakan dalamnya. Nasab yang lebih panjang menjadi pengetahuan tambahan, bukan tuntutan hafalan bab ini.
Latihan 6 soal
Lengkapi hubungan ini: ayah Nabi ialah .... Kakeknya ialah .... Abdullah adalah putra ....
Lihat pedoman jawaban
Ayah Nabi ialah Abdullah. Kakeknya ialah Abdul Muththalib. Abdullah adalah putra Abdul Muththalib.
Susun dari Nabi menuju leluhurnya: Hasyim, Abdullah, Muhammad, Abdu Manaf, Abdul Muththalib.
Lihat pedoman jawaban
Muhammad, Abdullah, Abdul Muththalib, Hasyim, Abdu Manaf.
Pasangkan nama dengan kedudukannya dalam keluarga Nabi.
Kata atau pernyataan Pasangan makna 1. Aminah a. Ayah 2. Halimah b. Kakek 3. Abdullah c. Ibu kandung 4. Abdul Muththalib d. Ibu susuan Lihat pedoman jawaban
Aminah–ibu kandung; Halimah–ibu susuan; Abdullah–ayah; Abdul Muththalib–kakek.
Tentukan benar atau salah, lalu perbaiki bila salah: “Halimah adalah satu-satunya perempuan yang pernah menyusui Nabi.”
Lihat pedoman jawaban
Salah. Halimah adalah ibu susuan yang disebut matan. Tsuwaibah juga menyusui Nabi sebagaimana disebut dalam hadis sahih.
Mengapa nama-nama dalam nasab tidak boleh dipahami sebagai beberapa ayah langsung Nabi?
Lihat pedoman jawaban
Nasab menunjukkan hubungan keturunan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Abdullah adalah ayah langsung Nabi; Abdul Muththalib adalah kakeknya, sedangkan Hasyim dan Abdu Manaf berada pada generasi sebelumnya.
Ungkapan “Aminah az-Zuhriyyah” menunjukkan bahwa Aminah ....
a. berasal dari Bani Zuhrah
b. merupakan ibu susuan Nabi
c. berasal dari Bani Sa‘d
Lihat pedoman jawaban
Pilihan pertama: berasal dari Bani Zuhrah. Sebutan az-Zuhriyyah menunjukkan kelompok keluarga Aminah.