Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Aqidatul Awam · Belajar
Kembali ke koleksi belajar
KELAS 1 · BAHASA INDONESIA

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1

Pondok Pesantren Ibadurrahman Temas

29 pelajaran57 bait148 soal latihan4 evaluasiNaskah Versi 4 · Edisi santri · A4
عَقِيدَةُ الْعَوَامِّ
PELAJARAN 2 DARI 29

Salawat keluarga Nabi dan adab mengikuti agama

Matan dan makna

٣. ثُمَّ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ سَرْمَدَا ۞ عَلَى النَّبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ وَحَّدَا

Terjemahan makna

Kemudian, semoga salawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi, sebaik-baik orang yang mengesakan Allah.

٤. وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعْ ۞ سَبِيلَ دِينِ الْحَقِّ غَيْرَ مُبْتَدِعْ

Terjemahan makna

Juga kepada keluarga, para sahabat, dan orang yang mengikuti jalan agama yang benar tanpa mengada-adakan penyimpangan.

Kosakata pilihan

Kosakata ArabMakna
الصَّلَاةُSalawat: doa memohon kemuliaan bagi Nabi
السَّلَامُSalam: doa keselamatan dan penghormatan
سَرْمَدَاSenantiasa atau terus-menerus
وَحَّدَاMengesakan Allah
آلِهِKeluarga beliau; keluasan maknanya mengikuti konteks
صَحْبِهِPara sahabat beliau
غَيْرَ مُبْتَدِعْTanpa mengada-adakan penyimpangan dalam agama

Salawat dan salam kepada Rasulullah

Sesudah menyebut nama Allah dan memuji-Nya, pengarang bersalawat serta mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ. Susunan ini mengingatkan hubungan antara mengenal Allah dan menerima petunjuk Rasul-Nya. Kita mengenal banyak rincian ajaran agama melalui wahyu yang disampaikan oleh beliau. Karena itu, mempelajari akidah juga menguatkan rasa terima kasih, penghormatan, dan kecintaan kepada Rasulullah sebagai utusan Allah.

Ketika kita bersalawat, kita berdoa kepada Allah agar melimpahkan kemuliaan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ketika mengucapkan salam, kita memohon keselamatan dan menyampaikan penghormatan. Salah satu bacaan yang dapat dipahami ialah Allahumma shalli wa sallim ala nabiyyina Muhammad: Ya Allah, limpahkanlah salawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad. Doa itu ditujukan kepada Allah, sedangkan Nabi adalah orang yang kita doakan dan muliakan.

Matan menyebut beliau sebagai sebaik-baik orang yang mengesakan Allah. Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, dan beliau sendiri merupakan teladan penghambaan kepada-Nya. Kita memuliakan Nabi sebagai manusia pilihan dan utusan Allah. Keteladanan beliau tampak dalam ibadah, amanah, kesabaran, dan kasih sayang kepada manusia. Semakin mengenal ajaran beliau, semakin jelas pula arah kecintaan kita.

Keluarga sahabat dan para pengikut

Pengarang menyertakan keluarga Nabi, para sahabat, dan orang yang mengikuti jalan agama yang benar. Keluarga Nabi memiliki kehormatan yang kita jaga dengan mencintai dan menghormati mereka. Dalam penggunaan tertentu, kata al juga mencakup para pengikut beliau; maknanya dipahami sesuai konteks pembahasan. Pada tahap ini, yang perlu ditanamkan ialah penghormatan kepada keluarga beliau dan kesediaan mempelajari kehidupan mereka dengan sumber yang benar.

Sahabat ialah orang yang bertemu Nabi dalam keadaan beriman kepada beliau dan meninggal sebagai muslim. Mereka mendengar ajaran, menyaksikan keteladanan, dan menyampaikan agama kepada generasi berikutnya. Para sahabat bukan nabi, tetapi kedudukan mereka sebagai generasi penerima ajaran langsung dari Rasulullah sangat penting. Kita menghormati mereka, mendoakan kebaikan bagi mereka, serta mempelajari teladan kejujuran, keberanian, dan pengorbanan mereka.

Mengikuti agama berarti menerima petunjuk Rasulullah dan berusaha menjalankannya. Pengikut beliau tidak cukup hanya mengetahui nama atau kisahnya; ajaran itu perlu membimbing perbuatan. Santri dapat memulainya dari amanah menjaga titipan, berkata benar, dan tidak mengganggu orang yang sedang beribadah. Ketika belum memahami suatu tuntunan, ia mencari penjelasan. Belajar secara bertahap memberi dasar yang lebih kuat daripada meniru perbuatan tanpa mengetahui arah dan maknanya. Pengetahuan tentang Rasulullah juga dipelajari dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Cerita yang menarik belum cukup menjadi dasar keyakinan sebelum diketahui ketepatan berita dan penjelasannya.

Keteladanan dan ketelitian dalam menilai

Ungkapan ghaira mubtadi dalam matan mengingatkan agar jalan agama dijaga dari penyimpangan yang diada-adakan. Untuk memahami suatu persoalan, kita perlu mengetahui apa yang dilakukan, apa alasannya, dan bagaimana ulama menjelaskannya. Sesuatu yang baru kita lihat belum tentu merupakan penyimpangan. Buku cetak, jadwal pelajaran, dan aplikasi membaca dapat menjadi sarana belajar. Penilaian terhadap keyakinan atau ibadah memerlukan pembahasan yang sesuai dengan persoalannya.

Bagi santri pemula, sikap yang tepat ialah bertanya dengan jelas dan sopan. Misalnya, Apa dasar amalan ini dan bagaimana penjelasannya? Pertanyaan seperti itu membantu kita belajar. Sebaliknya, ejekan dan tuduhan yang tergesa-gesa sering menutup kesempatan memahami. Jika teman memiliki kebiasaan yang berbeda, dengarkan penjelasannya dan mintalah bimbingan orang yang berilmu. Keteguhan mengikuti agama dapat berjalan bersama kesabaran dalam memperoleh keterangan.

Salawat dan keteladanan saling menguatkan. Kita membiasakan lisan mendoakan Nabi, lalu melatih diri mengikuti akhlaknya. Saat berbeda pendapat, kita menjaga kata-kata; saat diberi amanah, kita menunaikannya; saat melakukan kesalahan, kita meminta maaf dan memperbaikinya. Pelajaran ini tidak meminta santri menjadi penilai semua amalan orang lain. Pelajaran ini membimbing santri mencintai Rasulullah dengan pengetahuan, penghormatan, dan kesungguhan memperbaiki perilaku sehari-hari.

Dalil yang dipelajari

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Terjemahan makna

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kepadanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.

QS. Al-Ahzab [33]: 56.

Ayat menyebut Nabi sebagai penerima salawat, lalu memerintahkan orang beriman bersalawat dan mengucapkan salam kepada beliau. Salawat Allah merupakan pemuliaan dari-Nya; salawat malaikat dan orang beriman merupakan doa.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Terjemahan makna

Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharapkan Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.

QS. Al-Ahzab [33]: 21.

Kecintaan kepada Rasulullah diarahkan menjadi kesungguhan mengikuti teladan beliau, mengharapkan rida Allah, dan mengingat-Nya.

Penerapan dalam kehidupan

Seorang santri melihat temannya memakai aplikasi untuk mengulang hafalan. Ia tidak langsung menyebutnya penyimpangan, tetapi menanyakan cara memakai aplikasi itu. Pada saat lain, ia membaca salawat, lalu menunaikan tugas menjaga titipan dengan jujur. Sarana belajar dan perilaku mengikuti Nabi dipahami menurut kedudukannya masing-masing.

Rangkuman

Salawat dan salam yang kita baca merupakan doa kepada Allah bagi Nabi Muhammad ﷺ.

Kita mencintai keluarga Nabi, menghormati para sahabat, dan mengikuti petunjuk beliau.

Sahabat adalah orang yang bertemu Nabi dalam keadaan beriman kepada beliau dan meninggal sebagai muslim.

Menilai persoalan agama memerlukan ilmu; sesuatu yang baru dikenal tidak langsung dianggap menyimpang.

Cinta kepada Nabi diperkuat dengan salawat dan keteladanan dalam perilaku.

Hafalan: Bait 3–4. Hafalkan satu bacaan salawat beserta maknanya, lalu sebutkan satu perilaku mengikuti Rasulullah.

Latihan 4 soal

  1. Bacakan ungkapan الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ سَرْمَدَا, lalu terangkan kepada siapa doa salawat ditujukan dan siapa yang dimohonkan kemuliaan.

    Lihat pedoman jawaban

    Bacaan mengikuti harakat: الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ سَرْمَدَا. Maknanya salawat dan salam senantiasa tercurah. Doa ditujukan kepada Allah; kita memohon agar Allah melimpahkan kemuliaan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

  2. Tentukan benar atau salah, lalu betulkan jika salah: Setiap orang yang pernah melihat Nabi disebut sahabat, walaupun tidak beriman kepada beliau.

    Lihat pedoman jawaban

    Salah. Sahabat ialah orang yang bertemu Nabi dalam keadaan beriman kepada beliau dan meninggal sebagai muslim. Melihat beliau saja belum memenuhi seluruh pengertian tersebut.

  3. Seorang teman berkata bahwa buku digital adalah penyimpangan karena belum ada pada masa Nabi. Bagaimana cara menanggapinya?

    Lihat pedoman jawaban

    Jelaskan bahwa kebaruan sarana belum cukup untuk menentukan penyimpangan. Buku digital dapat menjadi sarana belajar; pemakaian dan isinya perlu dipahami. Ajak bertanya kepada orang yang berilmu dengan sopan.

  4. Tuliskan dua tindakan yang menunjukkan kecintaan kepada Nabi ketika mendapat amanah dan ketika berbeda pendapat.

    Lihat pedoman jawaban

    Menunaikan amanah dengan jujur; menyampaikan perbedaan tanpa mengejek, mendengarkan, serta mencari penjelasan. Jawaban lain diterima jika sejalan dengan keteladanan yang benar.

Catat bacaanmu

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 2 · Salawat keluarga Nabi dan adab mengikuti agama

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 2 · Salawat keluarga Nabi dan adab mengikuti agamaVersi 4

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan