Tujuh anak Nabi dan pengenalan putra putranya
Matan dan makna
٣٥. وَسَبْعَةٌ أَوْلَادُهُ فَمِنْهُمُ ۞ ثَلَاثَةٌ مِنَ الذُّكُورِ تُفْهَمُ
Terjemahan makna
Anak-anak beliau berjumlah tujuh; ketahuilah bahwa tiga di antaranya laki-laki.
٣٦. قَاسِمْ وَعَبْدُ اللّٰهِ وَهْوَ الطَّيِّبُ ۞ وَطَاهِرٌ بِذَيْنِ ذَا يُلَقَّبُ
Terjemahan makna
Qasim dan Abdullah; Abdullah diberi kedua gelar ath-Thayyib dan ath-Thahir.
٣٧. أَتَاهُ إِبْرَاهِيمُ مِنْ سُرِّيَّهْ ۞ فَأُمُّهُ مَارِيَةُ الْقِبْطِيَّهْ
Terjemahan makna
Beliau mendapat putra bernama Ibrahim dari seorang surriyyah; ibunya ialah Mariyah al-Qibthiyyah.
٣٨. وَغَيْرُ إِبْرَاهِيمَ مِنْ خَدِيجَهْ ۞ هُمْ سِتَّةٌ فَخُذْ بِهِمْ وَلِيجَهْ
Terjemahan makna
Selain Ibrahim, anak-anak beliau berasal dari Khadijah; mereka berjumlah enam. Jadikanlah mereka orang-orang yang dekat dalam kecintaanmu.
Kosakata pilihan
| Kosakata Arab | Makna |
|---|---|
| أَوْلَادُهُ | anak-anaknya |
| الذُّكُورِ | anak-anak laki-laki dalam bait ini |
| يُلَقَّبُ | diberi sebutan atau julukan |
| سُرِّيَّةٌ | sahaya perempuan yang menjadi pasangan tuannya dalam sistem masa itu |
| غَيْرُ إِبْرَاهِيمَ | selain Ibrahim |
| سِتَّةٌ | enam orang |
Memahami hitungan tujuh anak
Bait 35 menyebut tujuh anak Nabi Muhammad ﷺ. Dalam pengenalan yang diikuti di sini, mereka terdiri dari tiga putra dan empat putri. Tiga putranya ialah Qasim, Abdullah, dan Ibrahim. Empat putrinya ialah Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Pelajaran ini memberi gambaran seluruhnya, lalu menjelaskan putra-putra yang disebut dalam bait berikutnya.
Ketika menghitung keluarga Nabi, perhatikan apakah sebuah sebutan merupakan nama orang yang berbeda atau sebutan lain untuk orang yang sama. Tanpa ketelitian ini, jumlah anak dapat bertambah secara keliru. Kita membaca bait-bait sebagai satu kesatuan, sehingga nama yang disebut sesudah angka tujuh harus dipahami sesuai penjelasannya.
Qasim dan Abdullah
Qasim merupakan salah seorang putra Nabi dari Khadijah. Sebutan Abu al-Qasim yang dikenal untuk Nabi berhubungan dengan nama ini. Abu berarti ayah; kunyah adalah sebutan kehormatan yang antara lain menggunakan Abu atau Ummu. Dengan memahami kunyah, kita tidak mengira Abu al-Qasim adalah nama seorang tokoh lain yang terpisah dari Nabi Muhammad.
Putra berikutnya ialah Abdullah. Dalam penjelasan yang diikuti buku ini, ath-Thayyib dan ath-Thahir adalah dua sebutan untuk Abdullah, bukan dua putra tambahan. Karena itu, nama Abdullah, ath-Thayyib, dan ath-Thahir tidak dihitung sebagai tiga orang. Rincian penyebutan dalam sumber sirah dibahas guru bila diperlukan; untuk pengenalan dasar, pegang hitungan tiga putra dan empat putri.
Ibrahim dan ibunya
Ibrahim adalah putra Nabi dari Mariyah al-Qibthiyyah. Bait 37–38 membedakan ibu Ibrahim dari ibu anak-anak lainnya. Enam anak yang lain lahir dari Khadijah binti Khuwailid. Jadi, pernyataan ‘semua anak Nabi dari Khadijah’ perlu dilengkapi dengan pengecualian Ibrahim.
Matan memakai kata surriyyah untuk mengenalkan kedudukan Mariyah dalam sistem perbudakan pada masa itu, yakni sahaya perempuan yang menjadi ibu Ibrahim. Istilah sejarah ini dijelaskan sesuai konteksnya. Mariyah tidak dimasukkan ke dalam daftar sembilan istri Nabi yang masih hidup saat beliau wafat pada pelajaran 22.
Nama ibu harus dihubungkan dengan anak yang tepat. Khadijah adalah ibu Qasim, Abdullah, dan keempat putri Nabi. Mariyah adalah ibu Ibrahim. Pelajaran ini tidak meminta kita menghafal seluruh tanggal kelahiran atau usia wafat setiap anak. Yang diutamakan ialah mengenal tokoh, jumlah, serta hubungan keluarganya dengan benar.
Kasih sayang Nabi kepada anak
Putra-putra Nabi wafat ketika masih kecil. Dalam riwayat sahih tentang Ibrahim, Nabi menunjukkan kasih sayang dan berduka ketika putranya wafat. Beliau meneteskan air mata, sementara ucapannya tetap menjaga keridaan Allah. Kesedihan merupakan perasaan manusiawi; kesabaran menuntun cara kita menghadapi perasaan itu.
Mengenal keluarga Nabi membantu kita melihat teladan beliau sebagai ayah yang menyayangi anak. Kehidupan keluarga mempunyai tempat dalam sirah, sebagaimana dakwah dan ibadah mempunyai tempat di dalamnya. Ketika seseorang berduka, kita dapat menemaninya, mendoakannya, dan berbicara dengan lembut. Pelajaran sejarah dengan demikian juga membantu kita memahami perasaan sesama.
| Anak | Putra atau putri | Ibu |
|---|---|---|
| Qasim | Putra | Khadijah |
| Abdullah; disebut juga ath-Thayyib dan ath-Thahir | Putra | Khadijah |
| Ibrahim | Putra | Mariyah al-Qibthiyyah |
| Zainab | Putri | Khadijah |
| Ruqayyah | Putri | Khadijah |
| Ummu Kultsum | Putri | Khadijah |
| Fatimah | Putri | Khadijah |
Dalil yang dipelajari
تَدْمَعُ الْعَيْنُ وَيَحْزَنُ الْقَلْبُ وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا
Terjemahan makna
Mata meneteskan air mata dan hati bersedih, tetapi kita hanya mengucapkan sesuatu yang diridai Tuhan kita.
Riwayat Muslim · Petikan hadis [4]
Kasih sayang dan kesedihan dapat berjalan bersama kesabaran serta penjagaan ucapan.
Penerapan dalam kehidupan
Seorang santri menghitung Abdullah, ath-Thayyib, dan ath-Thahir sebagai tiga anak. Setelah membaca penjelasan, ia menggabungkan ketiga sebutan itu pada satu orang, yaitu Abdullah. Hitungannya menjadi tepat: tiga putra dan empat putri.
Rangkuman
Tujuh anak Nabi terdiri dari tiga putra dan empat putri.
Tiga putranya ialah Qasim, Abdullah, dan Ibrahim.
Ath-Thayyib dan ath-Thahir merupakan sebutan untuk Abdullah dalam penjelasan yang diikuti di sini.
Ibrahim dari Mariyah; enam anak lainnya dari Khadijah.
Nabi menunjukkan kasih sayang kepada anak dan kesabaran ketika berduka.
Hafalan: Bait 35–38; hitungan tujuh anak, tiga nama putra, serta perbedaan ibu Ibrahim dan ibu enam anak lainnya. Rincian tanggal tidak menjadi tuntutan hafalan.
Latihan 4 soal
Lengkapi: tujuh anak Nabi terdiri dari .... putra dan .... putri. Tiga putranya ialah ....
Lihat pedoman jawaban
Tiga putra dan empat putri. Tiga putranya ialah Qasim, Abdullah, dan Ibrahim.
Pasangkan putra Nabi dengan ibunya.
Kata atau pernyataan Pasangan makna 1. Ibrahim a. Khadijah 2. Qasim dan Abdullah b. Mariyah al-Qibthiyyah Lihat pedoman jawaban
Ibrahim–Mariyah al-Qibthiyyah; Qasim dan Abdullah–Khadijah.
Tentukan benar atau salah, lalu perbaiki bila salah: “Abdullah, ath-Thayyib, dan ath-Thahir adalah tiga putra yang berbeda.”
Lihat pedoman jawaban
Salah. Dalam penjelasan yang diikuti buku ini, ath-Thayyib dan ath-Thahir adalah dua sebutan untuk Abdullah. Ketiganya tidak dihitung sebagai tiga orang.
Apa pelajaran dari sikap Nabi ketika Ibrahim wafat? Jawablah dalam satu atau dua kalimat.
Lihat pedoman jawaban
Kasih sayang dan kesedihan adalah perasaan manusiawi. Dalam kesedihan, kita menjaga ucapan dan bersabar, sebagaimana Nabi hanya mengucapkan hal yang diridai Allah.