Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Aqidatul Awam · Belajar
Kembali ke koleksi belajar
KELAS 1 · BAHASA INDONESIA

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1

Pondok Pesantren Ibadurrahman Temas

29 pelajaran57 bait148 soal latihan4 evaluasiNaskah Versi 4 · Edisi santri · A4
عَقِيدَةُ الْعَوَامِّ
PELAJARAN 25 DARI 29

Mikraj penyucian Allah dan kewajiban salat lima waktu

Matan dan makna

٤٧. وَبَعْدَ إِسْرَاءٍ عُرُوجٌ لِلسَّمَا ۞ حَتَّى رَأَى النَّبِيُّ رَبًّا كَلَّمَا

Terjemahan makna

Sesudah Isra, berlangsunglah kenaikan ke langit, hingga Nabi melihat Tuhan yang berfirman kepada beliau.

٤٨. مِنْ غَيْرِ كَيْفٍ وَانْحِصَارٍ وَافْتَرَضْ ۞ عَلَيْهِ خَمْسًا بَعْدَ خَمْسِينَ فَرَضْ

Terjemahan makna

Tanpa kaifiyat dan tanpa keterbatasan bagi Allah; Dia mewajibkan kepada Nabi lima salat setelah sebelumnya mewajibkan lima puluh.

Kosakata pilihan

Kosakata ArabMakna
إِسْرَاءٍIsra, perjalanan malam Nabi menuju Masjid al-Aqsha
عُرُوجٌkenaikan Nabi ke langit dalam Mikraj
كَيْفٍgambaran cara atau keadaan yang menyerupakan Allah dengan makhluk
اِنْحِصَارٍketerbatasan atau terkurungnya sesuatu dalam batas
وَافْتَرَضْdan Dia mewajibkan
خَمْسًاlima salat wajib
خَمْسِينَlima puluh salat

Kenaikan sesudah Isra

Pelajaran sebelumnya menerangkan Isra, yaitu perjalanan malam Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram menuju Masjid al-Aqsha. Sesudah itu beliau dimuliakan dengan Mikraj, yaitu kenaikan ke langit sebagaimana diterangkan dalam riwayat yang sahih. Isra dan Mikraj saling berkaitan, tetapi kedua istilah itu menunjukkan bagian perjalanan yang berbeda. Kita menerima beritanya karena disampaikan oleh Rasul yang benar, bukan karena perjalanan tersebut sama dengan pengalaman sehari-hari kita.

Riwayat Mikraj menerangkan perjumpaan Nabi dengan para nabi terdahulu dan penerimaan perintah salat. Pelajari pokok beritanya dari riwayat yang benar; rincian yang belum jelas ditanyakan kepada guru.

Langit adalah makhluk Allah

Langit, bumi, dan segala yang terdapat di dalamnya merupakan ciptaan Allah. Perjalanan Nabi ke langit adalah perjalanan seorang hamba yang Allah muliakan. Perjalanan itu tidak berarti Allah memerlukan langit sebagai tempat tinggal. Kita telah belajar bahwa Allah berbeda dari segala yang baru dan tidak membutuhkan sesuatu yang diciptakan-Nya. Prinsip tersebut tetap berlaku ketika kita membaca kisah Mikraj.

Makhluk memiliki ukuran, batas, dan keadaan tertentu. Kita dapat bertanya di mana sebuah rumah berdiri atau ke arah mana seseorang berjalan karena pertanyaan itu membicarakan makhluk. Ketika mengenal Allah, kita tidak memindahkan gambaran tubuh, jarak, atau letak manusia kepada-Nya. Allah tetap Mahasempurna; kemuliaan yang diberikan kepada Nabi tidak mengubah Allah menjadi sesuatu yang terkurung oleh ciptaan-Nya.

Membaca dua bait secara utuh

Bait 47 menyebut penglihatan Nabi kepada Tuhannya yang berfirman kepadanya. Bait 48 segera memberi batas pemahaman: tanpa kaifiyat dan tanpa keterbatasan bagi Allah. Karena itu, kita tidak boleh mengambil satu potongan nazam lalu mengabaikan potongan berikutnya. Kaifiyat di sini berkaitan dengan gambaran “bagaimana” yang menyerupakan Allah dengan makhluk. Nazam tidak mengajarkan bentuk tubuh Allah atau letak-Nya dalam ruang.

Ulama memiliki perbedaan dalam menjelaskan penglihatan Nabi pada malam Mikraj. Ada pembahasan mengenai penglihatan dengan hati dan penglihatan dengan mata, berdasarkan cara memahami riwayat-riwayatnya. Pegangan santri pemula ialah menerima kemuliaan Mikraj, menjaga penyucian Allah, dan menghormati pembahasan ulama. Rincian perbedaan itu tidak kita jadikan ukuran iman teman. Pembahasan ini juga perlu dibedakan dari pelajaran melihat Allah di akhirat yang sudah diterangkan sebelumnya.

Perintah yang semula lima puluh

Hadis Mikraj menerangkan bahwa Nabi semula menerima perintah lima puluh salat. Setelah beliau memohon keringanan sebagaimana diceritakan dalam riwayat, kewajiban bagi umat ditetapkan menjadi lima salat sehari semalam. Lima salat itu ialah Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Allah meringankan kewajiban menjadi lima salat dan memberi ganjaran sepuluh kali lipat. Lima salat itu mendapat pahala lima puluh salat; yang wajib dikerjakan tetap lima.

Keringanan ini menunjukkan rahmat Allah kepada hamba-Nya. Kita tidak menganggap lima salat sedikit sehingga boleh diremehkan. Justru karena kewajibannya telah diringankan, kita belajar menerimanya dengan syukur dan kesungguhan. Mengetahui asal perintah salat hendaknya membuat santri lebih menghargai panggilan salat, mempersiapkan bersuci, dan mempelajari tata caranya dengan tertib.

Ilmu Allah tidak mengalami perubahan

Urutan perintah dan keringanan terjadi pada pengalaman hamba. Allah tidak berubah dari tidak tahu menjadi tahu, tidak memperoleh informasi baru dari permohonan Nabi, dan tidak menyesali keputusan-Nya. Ilmu Allah meliputi seluruh kejadian tanpa permulaan. Perintah lima puluh, permohonan keringanan, dan ketetapan lima salat semuanya berada dalam ilmu serta kehendak-Nya.

Kita membedakan perubahan yang terjadi pada makhluk dari kesempurnaan Allah. Santri dapat memperbaiki rencana karena baru mengetahui sesuatu; keadaan itu menunjukkan keterbatasan manusia. Kita tidak memakai pengalaman manusia tersebut untuk menjelaskan ilmu Allah. Peristiwa Mikraj mengandung pendidikan bagi umat dan menunjukkan rahmat-Nya, sedangkan ilmu Allah tetap sempurna.

Menjaga salat dalam kehidupan pondok

Di pondok, berita Mikraj berhubungan dengan kebiasaan yang dapat dilatih. Saat masuk waktu salat, santri menghentikan kegiatan yang perlu ditunda, bersuci, dan bersiap mengikuti ketentuan ibadah. Jika belum memahami bacaan atau gerakan, ia bertanya kepada guru. Pelajaran akidah memberi dasar keyakinan terhadap kewajiban salat; pelajaran fikih membimbing pelaksanaan yang benar.

Jika masih terlambat bersiap atau keliru membaca bacaan salat, perbaikilah dengan belajar dan latihan. Kita saling mengingatkan dengan adab dan bertobat apabila melalaikan kewajiban.

Dalil yang dipelajari

… لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Terjemahan makna

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.

QS. Asy-Syura [42]: 11, petikan.

Penjelasan Mikraj dibaca bersama prinsip bahwa Allah tidak menyerupai ciptaan-Nya.

ثُمَّ فُرِضَتْ عَلَيَّ خَمْسُونَ صَلَاةً … فَجَعَلَهَا خَمْسًا … فَنُودِيَ إِنِّي قَدْ أَمْضَيْتُ فَرِيضَتِي وَخَفَّفْتُ عَنْ عِبَادِي وَأَجْزِي الْحَسَنَةَ عَشْرًا

Terjemahan makna

Kemudian diwajibkan atasku lima puluh salat … lalu Dia menjadikannya lima … kemudian diserukan, “Sesungguhnya Aku telah menetapkan kewajiban-Ku dan meringankan bagi hamba-hamba-Ku; Aku memberi balasan satu kebaikan sepuluh kali lipat.”

Riwayat al-Bukhari · Petikan hadis Mikraj [6]

Petikan ini menerangkan kewajiban lima puluh salat yang diringankan menjadi lima. Dengan ganjaran sepuluh kali lipat, lima salat mendapat pahala lima puluh; kewajiban yang dikerjakan tetap lima.

Penerapan dalam kehidupan

Hasan sedang menyelesaikan tugas ketika waktu salat masuk. Ia menandai bagian tugas yang akan dilanjutkan, lalu bersuci dan bersiap salat. Baginya, salat bukan gangguan terhadap belajar: salat adalah kewajiban yang harus dijaga, sedangkan tugas diteruskan dengan tertib sesudahnya.

Rangkuman

Isra menuju Masjid al-Aqsha; Mikraj merupakan kenaikan ke langit sebagaimana riwayat yang sahih.

Mikraj tidak menunjukkan bahwa Allah membutuhkan tempat atau menyerupai makhluk.

Rincian penglihatan Nabi pada malam Mikraj dibahas ulama dengan perbedaan yang dijaga adabnya.

Lima salat wajib ialah Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya; keringanan kewajiban tidak berarti ilmu Allah berubah.

Hafalan: Hafalkan bait 47–48 dan nama lima salat wajib. Santri tidak dituntut menghafal rincian khilaf penglihatan pada malam Mikraj.

Latihan 6 soal

  1. Pasangkan setiap peristiwa dengan keterangannya.

    Kata atau pernyataanPasangan makna
    1. Israa. Kenaikan Nabi ke langit sebagaimana riwayat yang sahih.
    2. Mikrajb. Perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjid al-Aqsha.
    Lihat pedoman jawaban

    Isra → keterangan kedua; Mikraj → keterangan pertama.

  2. Nilai pernyataan berikut dan perbaiki jika salah: “Nabi naik ke langit, maka Allah membutuhkan langit sebagai tempat tinggal.”

    Lihat pedoman jawaban

    Salah. Kenaikan itu merupakan perjalanan seorang hamba, sedangkan langit adalah makhluk. Allah berbeda dari makhluk dan tidak membutuhkan tempat.

  3. Lengkapi nama lima salat wajib: Subuh, …, Asar, …, dan Isya.

    Lihat pedoman jawaban

    Zuhur dan Magrib.

  4. Mengapa perubahan jumlah kewajiban salat tidak berarti Allah baru mengetahui kemampuan umat?

    Lihat pedoman jawaban

    Ilmu Allah sempurna dan tanpa permulaan. Urutan perintah serta keringanan terjadi pada pengalaman hamba dan semuanya telah diketahui serta dikehendaki Allah.

  5. Bacalah عُرُوجٌ dan مِنْ غَيْرِ كَيْفٍ وَانْحِصَارٍ. Terangkan maknanya dalam pembahasan Mikraj.

    Lihat pedoman jawaban

    عُرُوجٌ berarti kenaikan Nabi ke langit.
    مِنْ غَيْرِ كَيْفٍ وَانْحِصَارٍ menegaskan bahwa Allah tidak diserupakan dengan keadaan makhluk dan tidak dibatasi atau terkurung oleh ciptaan-Nya.

  6. Salim ingin menjaga lima salat, tetapi sering terlambat bersiap dan belum lancar membaca bacaan salat. Tuliskan dua tindakan yang sesuai dengan pelajaran ini.

    Lihat pedoman jawaban

    Ia menyiapkan bersuci dan bersiap ketika waktu salat masuk. Ia juga meminta bimbingan guru untuk memeriksa serta melatih bacaan dan tata cara salat. Tindakan lain yang sesuai untuk memperbaiki kedua kekurangan itu dapat diterima.

Catat bacaanmu

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 25 · Mikraj penyucian Allah dan kewajiban salat lima waktu

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 25 · Mikraj penyucian Allah dan kewajiban salat lima waktuVersi 4

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan