Nazam ringkas dan pengarang Aqidatul Awam
Matan dan makna
٥١. وَهٰذِهِ عَقِيدَةٌ مُخْتَصَرَهْ ۞ وَلِلْعَوَامِّ سَهْلَةٌ مُيَسَّرَهْ
Terjemahan makna
Inilah ringkasan akidah yang mudah dan dimudahkan bagi masyarakat umum.
٥٢. نَاظِمُ تِلْكَ أَحْمَدُ الْمَرْزُوقِيْ ۞ مَنْ يَنْتَمِي لِلصَّادِقِ الْمَصْدُوقِ
Terjemahan makna
Penyusun nazam ini ialah Ahmad al-Marzuqi, yang nasabnya bersambung kepada Nabi yang jujur lagi dibenarkan.
Kosakata pilihan
| Kosakata Arab | Makna |
|---|---|
| عَقِيدَةٌ | pokok keyakinan agama |
| مُخْتَصَرَهْ | ringkas, dipadatkan dalam nazam |
| لِلْعَوَامِّ | bagi masyarakat umum |
| نَاظِمُ | penyusun nazam |
| يَنْتَمِي | bernasab atau mempunyai hubungan keturunan |
| الصَّادِقِ الْمَصْدُوقِ | Nabi yang jujur lagi dibenarkan |
Ringkas untuk membantu belajar
Pengarang menyebut nazamnya sebagai akidah yang ringkas, mudah, dan dimudahkan bagi masyarakat umum. Ringkas berarti uraian dipadatkan menjadi bait-bait yang dapat dipelajari secara teratur. Bentuk nazam membantu pembaca mengingat susunan pokok pelajaran. Namun ringkas tidak berarti setiap kata langsung dipahami tanpa penjelasan. Guru membantu membuka istilah dan hubungan maknanya.
Hafalan yang lancar merupakan bekal, tetapi santri juga perlu mengenali arti pokoknya. Cara memeriksanya sederhana: pilih satu bait, sebutkan istilah utamanya, lalu terangkan maksudnya dengan kalimat sendiri. Guru membantu meluruskan penjelasan yang masih kurang tepat tanpa mengurangi semangat menghafal.
Pengarang menyebut namanya
Pada bait 52, pengarang menyebut nama Ahmad al-Marzuqi. Beliau dikenal dalam lingkungan pengajaran kitab sebagai Syekh Ahmad al-Marzuqi al-Maliki al-Makki. Nama yang disebut pada bait merupakan pengenalan langsung dari pengarang nazam. Santri perlu mengenalinya agar dapat menyebut sumber matan dengan tepat ketika membaca atau mengajarkannya kembali.
Bait tersebut juga menyatakan hubungan nasab kepada Nabi yang jujur lagi dibenarkan. Kita menjelaskan maksud pernyataan dalam bait, tanpa menambah silsilah panjang yang belum diperiksa. Pelajaran dasar ini tidak memerlukan cerita mimpi, rincian tanggal kelahiran, atau tanggal wafat yang belum diteliti. Tujuannya ialah mengenali karya dan menghormati amanah penyusunnya.
Tiga lapisan yang berbeda
Matan ialah teks pokok yang menjadi dasar pelajaran. Dalam buku ini, matannya adalah bait Arab Aqidatul Awam. Terjemahan membantu pembaca menangkap makna bait dalam bahasa Indonesia. Syarah adalah uraian yang menjelaskan istilah, hubungan gagasan, dalil, dan penerapannya. Terjemahan serta syarah tidak menjadi tambahan bait asli.
Uraian Indonesia dalam buku ini merupakan susunan pembelajaran baru. Ia tidak boleh disebut sebagai perkataan langsung Ahmad al-Marzuqi, dan tidak otomatis merupakan terjemahan lengkap satu kitab syarah tertentu. Jika penjelasan mengutip ulama lain, nama karya atau sumbernya perlu dibedakan. Ketelitian ini membuat pembaca mengetahui siapa mengatakan apa.
Akidah dan mazhab fikih
Sebutan al-Maliki pada pengarang berkaitan dengan mazhab fikih. Fikih membahas hukum amaliah, sedangkan akidah membahas pokok keyakinan. Pengikut fikih Syafi‘i dapat mempelajari matan akidah yang disusun ulama berfikih Maliki. Perbedaan nama mazhab fikih tidak langsung berarti perbedaan seluruh pokok iman. Hubungan kedua bidang dipelajari sesuai tempatnya.
Ringkasan sebagai bekal lanjutan
Sesudah memahami kitab ringkas ini, santri dapat melanjutkan pelajaran dengan bimbingan guru. Ia mengulang hafalan, memeriksa makna, dan menanyakan bagian yang belum jelas. Selesai membaca satu nazam tidak berarti seluruh ilmu akidah telah dikuasai. Dasar yang baik menumbuhkan ketekunan dan kerendahan hati, sehingga santri senang menerima koreksi dan terus memperbaiki pemahamannya.
Dalil yang dipelajari
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Terjemahan makna
Kami tidak mengutus sebelum engkau kecuali laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka bertanyalah kepada orang yang berpengetahuan jika kalian tidak mengetahui.
QS. An-Nahl [16]: 43.
Ayat lengkap menunjukkan konteks pertanyaan tentang para rasul terdahulu yang merupakan manusia. Santri mengambil adab mencari pengetahuan dari orang yang menguasainya ketika belum memahami pelajaran.
Penerapan dalam kehidupan
Ketika diminta menghafal bait, Ali membaca teks Arab matan. Sesudah itu ia menerangkan maknanya dengan bahasa sendiri. Ia menyebut bagian kedua sebagai penjelasan, bukan sebagai bait tambahan Ahmad al-Marzuqi.
Rangkuman
Pengarang matan Aqidatul Awam ialah Ahmad al-Marzuqi.
Nazam ringkas membantu hafalan dan tetap membutuhkan pemahaman.
Matan, terjemahan, dan syarah mempunyai fungsi berbeda.
Selesai belajar kitab dasar membuka jalan belajar lanjutan.
Hafalan: Hafalkan bait 51–52 dan nama pengarang matan. Jangan memasukkan kalimat syarah ke dalam hafalan bait.
Latihan 4 soal
Pengarang matan Aqidatul Awam ialah …; beliau menyebut namanya pada bait ….
Lihat pedoman jawaban
Ahmad al-Marzuqi; bait 52.
Pasangkan bagian bacaan dengan fungsinya.
Kata atau pernyataan Pasangan makna 1. Matan a. Uraian istilah, hubungan gagasan, dalil, dan penerapan. 2. Terjemahan b. Teks pokok berupa bait Arab Aqidatul Awam. 3. Syarah c. Bantuan menangkap makna bait dalam bahasa Indonesia. Lihat pedoman jawaban
Matan → keterangan kedua; terjemahan → keterangan ketiga; syarah → keterangan pertama.
Mengapa ringkasan tetap membutuhkan penjelasan guru?
Lihat pedoman jawaban
Karena kata dan gagasan yang dipadatkan perlu dibuka maknanya, sehingga hafalan tidak berhenti pada bunyi yang belum dipahami.
Seorang santri berfikih Syafi‘i ingin mempelajari kitab pengarang al-Maliki. Apa yang perlu ia pahami tentang kedua sebutan itu?
Lihat pedoman jawaban
Sebutan Syafi‘i dan Maliki berkaitan dengan mazhab fikih. Mempelajari matan akidah karya ulama Maliki tidak otomatis berarti berpindah mazhab fikih.