Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Aqidatul Awam · Belajar
Kembali ke koleksi belajar
KELAS 1 · BAHASA INDONESIA

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1

Pondok Pesantren Ibadurrahman Temas

29 pelajaran57 bait148 soal latihan4 evaluasiNaskah Versi 4 · Edisi santri · A4
عَقِيدَةُ الْعَوَامِّ
PELAJARAN 29 DARI 29

Jumlah bait tahun penyusunan dan perjalanan sesudah tamat

Matan dan makna

٥٦. أَبْيَاتُهَا مَيْزٌ بِعَدِّ الْجُمَّلِ ۞ تَارِيخُهَا لِي حَيُّ غُرٍّ جُمَّلْ

Terjemahan makna

Jumlah baitnya ditandai kata “mayz” menurut hitungan abjad; tahun penyusunannya ditandai ungkapan “li hayyu ghurr” dengan hitungan yang sama.

٥٧. سَمَّيْتُهَا عَقِيدَةَ الْعَوَامّْ ۞ مِنْ وَاجِبٍ فِي الدِّينِ بِالتَّمَامِ

Terjemahan makna

Aku menamainya Aqidatul Awam, yang memuat pokok-pokok kewajiban dalam agama secara utuh sesuai lingkup nazam ini.

Kosakata pilihan

Kosakata ArabMakna
أَبْيَاتُهَاbait-bait nazam ini
مَيْزٌpenanda 57 bait melalui nilai huruf mim, ya, dan zai
بِعَدِّ الْجُمَّلِdengan hitungan nilai huruf abjad
تَارِيخُهَاtahun penyusunan nazam ini
سَمَّيْتُهَاaku menamai nazam ini
عَقِيدَةَ الْعَوَامّْnama nazam tentang pokok keyakinan bagi masyarakat umum
بِالتَّمَامِsecara utuh sesuai ruang lingkup nazam

Penanda jumlah bait

Pengarang menandai jumlah bait dengan huruf “ميز” yang memuat mim, ya, dan zai. Dalam hitungan huruf yang digunakan pada nazam, mim bernilai 40, ya bernilai 10, dan zai bernilai 7. Jumlahnya 40 + 10 + 7 = 57. Penomoran dalam buku ini mengikuti 57 bait, sehingga santri dapat memeriksa bacaan dari awal sampai akhir.

Penanda tahun penyusunan

Ungkapan penanggalan pada bait ini memuat lam, ya, ha (ح), ya, ghain, dan ra. Nilainya ialah 30 + 10 + 8 + 10 + 1000 + 200 = 1258. Pada penutup nazam, angka itu menunjukkan tahun penyusunan, yaitu 1258 Hijriah. Ia tidak sedang menyatakan tahun lahir atau tahun wafat pengarang. Huruf dihitung menurut bentuk penanda itu; tasydid tidak ditambahkan sebagai huruf baru dalam perhitungan ini.

Fungsi hitungan huruf

Hitungan huruf digunakan pengarang untuk menyimpan informasi jumlah dan tahun. Kita memeriksanya sesuai konteks tersebut. Ia tidak menjadi alat meramal nasib, menjamin rezeki, atau menentukan hukum agama dari nama seseorang.

Nama kitab dan ruang lingkupnya

Bait terakhir memberi nama Aqidatul Awam. Pengarang menjelaskan bahwa nazam memuat pokok kewajiban agama secara utuh sesuai ruang lingkup yang sedang dibahas. Kita tidak menafsirkannya bahwa 57 bait telah mencakup seluruh rincian fikih, tafsir, hadis, atau perdebatan ilmu kalam. Kitab ini menyediakan dasar untuk menerima ajaran yang benar dan melanjutkan pelajaran dengan tertib.

Tamat bacaan berlanjut pemahaman

Sesudah tamat, santri tetap menjaga enam rukun iman: iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, serta takdir yang baik dan yang buruk. Ia dapat mengelompokkan kembali isi nazam sesuai pokok-pokok itu, meskipun nazam tidak menyusunnya sebagai enam judul terpisah. Pertanyaan yang belum terjawab dicatat untuk dibahas bersama guru.

Santri kemudian memilih langkah yang nyata: mengulang bait yang masih keliru, menerangkan satu pelajaran dengan bahasa sendiri, dan memperbaiki satu kebiasaan. Ia memohon keteguhan iman serta manfaat ilmu. Tamat adalah keberhasilan yang disyukuri, sekaligus awal menjaga apa yang sudah dipelajari. Dengan sikap ini, hafalan terus ditemani pemahaman dan pengamalan.

Dalil yang dipelajari

قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ …

Terjemahan makna

Dia berkata, “Jelaskan kepadaku tentang iman.” Beliau menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk” …

Riwayat Muslim · Petikan hadis Jibril [8]

Pertanyaan disertakan agar rincian enam rukun iman jelas sebagai jawaban Nabi kepada Jibril. Enam rukun itu menjadi pegangan santri untuk menata kembali pokok pelajaran.

Penerapan dalam kehidupan

Umar menghitung penanda jumlah bait hingga memperoleh 57. Sesudah mengulang bait terakhir, ia menandai tiga bait yang belum lancar dan satu istilah yang belum dipahami. Ia bersyukur telah tamat, lalu menjadwalkan pengulangan bersama teman.

Rangkuman

Mim 40, ya 10, dan zai 7 berjumlah 57 bait.

Ungkapan penanggalan pada nazam menunjukkan tahun 1258 Hijriah.

Hitungan huruf digunakan untuk informasi jumlah dan tahun.

Tamat nazam diteruskan dengan menjaga rukun iman, mengulang pelajaran, dan mengamalkan ilmu.

Hafalan: Hafalkan bait 56–57 dan enam rukun iman. Pahami perhitungan 57 serta 1258; tidak perlu menghafal seluruh tabel nilai huruf.

Latihan 7 soal

  1. Lengkapi perhitungan penanda مَيْزٌ: mim … + ya … + zai … = …. Apa yang ditunjukkan hasilnya?

    Lihat pedoman jawaban

    Mim 40 + ya 10 + zai 7 = 57. Hasilnya menunjukkan jumlah bait nazam.

  2. Pasangkan nama huruf dalam penanda tahun dengan nilainya.

    Kata atau pernyataanPasangan makna
    1. لَامٌa. 200
    2. حَاءٌb. 8
    3. غَيْنٌc. 1000
    4. رَاءٌd. 30
    Lihat pedoman jawaban

    Lam → 30; ha (ح) → 8; ghain → 1000; ra → 200. Jadi pasangan berurutan: keempat, kedua, ketiga, pertama.

  3. Jumlahkan nilai lam, ya, ha (ح), ya, ghain, dan ra dalam penanda tahun. Jelaskan bagaimana memperoleh hasilnya.

    Lihat pedoman jawaban

    30 + 10 + 8 + 10 + 1000 + 200 = 1258. Nilai diambil dari huruf penanda yang disebutkan dalam pelajaran; hasilnya menunjukkan tahun penyusunan 1258 Hijriah.

  4. Nilai pernyataan ini dan perbaiki jika salah: “Tasydid pada penanda tahun harus dihitung sebagai tambahan huruf baru.”

    Lihat pedoman jawaban

    Salah. Perhitungan mengikuti bentuk huruf penanda sebagaimana diterangkan dalam pelajaran; tasydid tidak ditambahkan sebagai huruf baru dalam perhitungan ini.

  5. Pada penutup nazam, angka 1258 menunjukkan apa?

    a. Tahun kelahiran pengarang.

    b. Tahun penyusunan nazam dalam hitungan Hijriah.

    c. Tahun wafat pengarang.

    Lihat pedoman jawaban

    Pilihan kedua: tahun penyusunan nazam dalam hitungan Hijriah.

  6. Seseorang ingin memakai hitungan huruf penutup nazam untuk menentukan nasib dan menilai iman temannya. Jelaskan kekeliruan penggunaan itu.

    Lihat pedoman jawaban

    Hitungan tersebut menyimpan informasi jumlah bait dan tahun penyusunan. Nazam tidak menjadikannya alat ramalan, penjamin rezeki, atau ukuran iman seseorang. Penggunaannya harus sesuai konteks.

  7. Urutkan enam rukun iman sesuai petikan hadis Jibril: hari akhir; Allah; takdir; kitab-kitab; malaikat; rasul-rasul.

    Lihat pedoman jawaban

    Iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta takdir yang baik dan yang buruk.

Catat bacaanmu

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 29 · Jumlah bait tahun penyusunan dan perjalanan sesudah tamat

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 29 · Jumlah bait tahun penyusunan dan perjalanan sesudah tamatVersi 4

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan