Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Aqidatul Awam · Belajar
Kembali ke koleksi belajar
KELAS 1 · BAHASA INDONESIA

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1

Pondok Pesantren Ibadurrahman Temas

29 pelajaran57 bait148 soal latihan4 evaluasiNaskah Versi 4 · Edisi santri · A4
عَقِيدَةُ الْعَوَامِّ
PELAJARAN 8 DARI 29

Allah Mahakuasa dan berkehendak

Matan dan makna

٧. وَقَائِمٌ غَنِيٌّ وَوَاحِدٌ وَحَيٌّ ۞ قَادِرٌ مُرِيدٌ عَالِمٌ بِكُلِّ شَيْ

Terjemahan makna

Dia berdiri sendiri, tidak membutuhkan apa pun, Esa, hidup, Mahakuasa, berkehendak, dan mengetahui segala sesuatu.

Kosakata pilihan

Kosakata ArabMakna
قَادِرٌMahakuasa
مُرِيدٌBerkehendak
الْقُدْرَةُKekuasaan Allah untuk mewujudkan atau meniadakan perkara yang mungkin
الْإِرَادَةُKehendak Allah yang menentukan perkara yang mungkin
الْمُمْكِنُPerkara yang dapat ada atau tidak ada
الْأَمْرُPerintah yang menerangkan kewajiban hamba
الرِّضَاKeridaan Allah terhadap kebaikan yang dituntunkan-Nya

Qudrah kekuasaan Allah yang sempurna

Qudrah berarti kekuasaan. Allah Mahakuasa untuk mewujudkan atau meniadakan segala perkara yang mungkin. Kekuasaan-Nya tidak diperoleh melalui latihan dan tidak memerlukan alat, anggota tubuh, bahan, atau bantuan. Kita dapat membuat sesuatu dengan kemampuan serta bahan yang sudah ada, tetapi tidak menguasai seluruh syarat dan hasil pekerjaan. Allah menciptakan makhluk beserta kemampuan dan keadaan mereka. Tidak ada makhluk yang mempunyai kekuasaan seperti kekuasaan-Nya.

Kata mungkin perlu dipahami. Sesuatu yang jarang terjadi belum tentu mustahil; sesuatu yang belum mampu dilakukan manusia juga belum tentu mustahil bagi Allah. Namun ungkapan yang saling bertentangan tidak menggambarkan suatu kemungkinan. Misalnya, sesuatu dianggap ada dan tidak ada pada keadaan serta pengertian yang sama. Demikian pula, Tuhan yang diciptakan bertentangan dengan pengertian Tuhan yang tidak bermula. Tidak mewujudkan pertentangan demikian bukan kekurangan kekuasaan.

Kemampuan manusia terbatas dan perlu diarahkan. Orang yang kuat tetap membutuhkan istirahat; orang yang pandai tetap dapat keliru; rencana yang baik tetap dapat terhalang. Memahami batas itu menolong kita rendah hati. Ketika melihat keberhasilan, kita mengakui karunia Allah dan usaha yang telah dijalankan. Ketika menemui kesulitan, kita mencari jalan yang dibenarkan dan memohon pertolongan-Nya. Kekuasaan Allah menjadi dasar harapan, bukan alasan meninggalkan pekerjaan.

Iradah dan perbedaan kehendak dari perintah

Iradah berarti kehendak. Allah menentukan perkara yang mungkin menurut kehendak-Nya: suatu makhluk ada dengan keadaan dan waktu tertentu. Kehendak Allah tidak ditentukan oleh paksaan pihak lain atau perubahan keinginan seperti pada manusia. Manusia sering menginginkan sesuatu tetapi tidak berhasil mewujudkannya. Allah tidak dikalahkan oleh makhluk. Seluruh yang terjadi berada dalam kekuasaan serta kehendak-Nya, dan tidak ada kenyataan yang terlepas dari pengetahuan-Nya.

Kehendak Allah atas terjadinya sesuatu perlu dibedakan dari perintah-Nya kepada manusia. Allah memerintahkan kejujuran dan melarang dusta. Dalam kenyataan, ada manusia yang berdusta. Terjadinya dusta tidak berarti Allah memerintahkan atau menyukainya. Perintah menerangkan apa yang harus dilakukan hamba, sedangkan pembahasan kehendak menerangkan bahwa terjadinya sesuatu tidak berada di luar kekuasaan Allah. Dengan membedakan keduanya, kita tetap dapat mengenali ketaatan serta pelanggaran.

Keridaan juga tidak disamakan dengan sekadar terjadinya peristiwa. Al-Quran menyatakan bahwa Allah tidak meridai kekufuran bagi hamba-hamba-Nya, walaupun dalam kenyataan terdapat orang yang memilih kufur. Allah meridai ketaatan yang dituntunkan-Nya. Karena itu, keberhasilan melakukan sesuatu bukan bukti bahwa perbuatan tersebut benar. Orang yang berhasil mengambil barang milik temannya tetap bersalah. Ukuran kebaikan perbuatan diperoleh dari petunjuk agama, bukan dari kemungkinan atau keberhasilan melakukannya.

Pilihan manusia dan sikap terhadap hasil

Manusia memiliki pilihan dan usaha dalam perbuatan yang disengaja. Santri mengetahui perbedaan antara hadir belajar dengan sengaja dan terhalang hadir karena sakit. Dalam keadaan mampu, ia berkewajiban menjalankan tugasnya. Keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam kehendak Allah tidak menghilangkan pilihan tersebut. Kita tidak mengetahui ketetapan yang akan datang, tetapi mengetahui perintah yang harus dijalankan sekarang. Karena itu, arah tindakan kita ialah menaati perintah dengan kemampuan yang diberikan.

Jika seseorang sengaja bolos lalu berkata bahwa perbuatannya terjadi menurut takdir, ia belum memberikan alasan yang membenarkan bolos. Ia tetap telah memilih meninggalkan kewajiban ketika mampu menjalankannya. Langkah yang baik ialah mengakui kesalahan, bertobat, dan memperbaiki kebiasaan. Beriman kepada takdir menolong kita memahami ketergantungan kepada Allah; iman itu tidak mengubah larangan menjadi kebolehan atau menggantikan tanggung jawab dengan alasan yang dibuat sesudah pelanggaran.

Sesudah berusaha, kita menyikapi hasil dengan syukur dan kesabaran. Keberhasilan diterima tanpa kesombongan; kegagalan dihadapi dengan penilaian yang jujur terhadap usaha. Tidak semua kesulitan merupakan kesalahan seseorang, sehingga kita juga perlu memahami keadaan dan memberi bantuan. Doa, usaha, dan tawakal berjalan bersama. Pelajaran qudrah serta iradah membimbing santri berharap kepada Allah, menaati petunjuk-Nya, memperbaiki perbuatan, dan menerima bahwa hasil akhir tidak sepenuhnya berada dalam kuasa manusia.

Dalil yang dipelajari

… إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Terjemahan makna

… Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

QS. Al-Baqarah [2]: 20, bagian akhir ayat.

Kekuasaan Allah sempurna dan tidak dibatasi oleh kemampuan makhluk. Dalam pelajaran hukum akal, pertentangan yang mustahil bukan perkara mungkin yang dapat diwujudkan.

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ …

Terjemahan makna

Jika kalian kufur, sesungguhnya Allah tidak membutuhkan kalian. Dia tidak meridai kekufuran bagi hamba-hamba-Nya. Jika kalian bersyukur, Dia meridainya bagi kalian …

QS. Az-Zumar [39]: 7, bagian awal ayat.

Petikan yang bersambung ini membedakan kekufuran dan syukur dalam hal keridaan Allah. Terjadinya sesuatu tidak otomatis berarti Allah memerintahkan atau meridainya.

Penerapan dalam kehidupan

Ali memilih menyontek dan berhasil memperoleh nilai tinggi. Keberhasilan itu tidak membuat menyontek diridai Allah. Ali perlu mengakui kesalahan, memperbaiki cara belajar, dan menunaikan tanggung jawabnya. Sementara itu, santri yang telah belajar tetapi mendapat nilai rendah perlu menilai usahanya serta menerima bantuan, bukan langsung dianggap bersalah hanya karena hasilnya belum baik.

Rangkuman

Qudrah ialah kekuasaan Allah untuk mewujudkan atau meniadakan perkara yang mungkin tanpa alat dan bantuan.

Iradah ialah kehendak Allah yang menentukan perkara mungkin; makhluk tidak memaksa-Nya.

Terjadinya sesuatu tidak berarti Allah memerintahkannya atau meridainya.

Manusia memiliki pilihan serta usaha dan tetap bertanggung jawab atas pelanggaran yang disengaja.

Kita menaati perintah, berusaha, berdoa, dan menyikapi hasil dengan syukur atau kesabaran.

Hafalan: Bagian bait 7 tentang qadir dan murid. Hafalkan makna qudrah dan iradah, lalu jelaskan dengan satu contoh bahwa terjadinya perbuatan tidak berarti Allah meridainya.

Latihan 7 soal

  1. Lengkapi makna: الْقُدْرَةُ berarti ..., sedangkan الْإِرَادَةُ berarti ....

    Lihat pedoman jawaban

    Kekuasaan Allah; kehendak Allah.

  2. Mengapa belum mampu dilakukan manusia tidak selalu berarti mustahil dilakukan Allah?

    Lihat pedoman jawaban

    Kemampuan manusia terbatas, sedangkan kekuasaan Allah sempurna atas perkara yang mungkin. Ketidakmampuan manusia bukan ukuran kemustahilan menurut akal.

  3. Tentukan benar atau salah, lalu betulkan jika salah: Sesuatu dapat ada dan tidak ada sekaligus pada keadaan serta pengertian yang sama, sebab kekuasaan Allah sempurna.

    Lihat pedoman jawaban

    Salah. Ada dan tidak ada sekaligus pada keadaan serta pengertian yang sama merupakan pertentangan, bukan suatu kemungkinan. Tidak mewujudkan pertentangan itu bukan kekurangan kekuasaan Allah.

  4. Pasangkan istilah dengan pembahasan yang sesuai.

    Kata atau pernyataanPasangan makna
    1. Iradaha. Apa yang harus dilakukan hamba
    2. Perintahb. Kebaikan yang diterima dan dituntunkan Allah
    3. Keridaanc. Terjadinya perkara yang mungkin menurut kehendak Allah
    Lihat pedoman jawaban

    Iradah → Terjadinya perkara yang mungkin menurut kehendak Allah; perintah → Apa yang harus dilakukan hamba; keridaan → Kebaikan yang diterima dan dituntunkan Allah.

  5. Seseorang berhasil mengambil barang milik temannya tanpa izin, lalu berkata bahwa keberhasilannya menunjukkan Allah meridai perbuatan itu. Apa kekeliruannya?

    Lihat pedoman jawaban

    Ia menyamakan terjadinya atau berhasilnya perbuatan dengan keridaan Allah. Terjadinya sesuatu berada dalam kekuasaan dan kehendak Allah, tetapi kebaikan perbuatan ditentukan oleh petunjuk agama. Keberhasilan mengambil barang tidak membenarkan pelanggaran hak pemiliknya.

  6. Santri sengaja bolos dan berkata Ini sudah takdir. Bagaimana ia seharusnya memahami tanggung jawabnya?

    Lihat pedoman jawaban

    Takdir tidak membenarkan pelanggaran yang sengaja dipilih ketika ia mampu menaati kewajiban. Ia perlu mengakui kesalahan, bertobat, memperbaiki kebiasaan, dan menggunakan kemampuan untuk hadir belajar.

  7. Santri telah berusaha tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Sikap mana yang sesuai dengan pelajaran qudrah dan iradah?

    a. Menilai setiap kesulitan sebagai kesalahannya tanpa memeriksa keadaan

    b. Meninggalkan usaha karena hasil bergantung kepada Allah

    c. Menilai usaha dengan jujur, meminta bantuan, bersabar, dan memperbaikinya

    Lihat pedoman jawaban

    Pilihan ketiga. Ia menilai usahanya dengan jujur, meminta bantuan bila perlu, bersabar, dan terus memperbaiki usaha sambil bersandar kepada Allah.

Catat bacaanmu

Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 8 · Allah Mahakuasa dan berkehendak

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Aqidatul Awam — Kelas 1 · Pelajaran 8 · Allah Mahakuasa dan berkehendakVersi 4

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan