Bacaan Salat, Qunut, dan Dzikir
Membedakan bacaan rukun, sunnah, dan kebiasaan doa dalam praktik TEMAS.
Bacaan rukun diucapkan
Takbiratul ihram, Al-Fatihah, tasyahud akhir, salawat kepada Nabi pada tempatnya, dan salam pertama adalah rukun qauli. Bacaan tidak cukup dibayangkan dalam hati; ucapkan sehingga diri sendiri mendengar bila pendengaran normal dan tidak ada penghalang. Basmalah termasuk Al-Fatihah menurut pegangan Syafi‘i. Amin setelah Al-Fatihah adalah sunnah, bukan bagian dari surah.
Mengikuti bacaan Dalil
Guru membimbing bacaan melalui Dalilut Thalabah: takbir Allahu akbar, tasyahud yang dimulai dengan at-tahiyyatul mubarakatu, salawat, serta salam. Salam minimal ialah as-salamu ‘alaikum; bentuk lengkap yang dibiasakan adalah as-salamu ‘alaikum wa rahmatullah. Jangan menyisipkan doa lain ke dalam lafaz salam. Doa setelah salat dilakukan sesudah salam selesai.
Qunut pada tempatnya
Pegangan TEMAS membiasakan qunut Subuh setelah iktidal rakaat kedua, serta qunut Witir pada paruh kedua Ramadan. Qunut termasuk sunnah ab’adh, bukan rukun. Imam memakai bentuk doa yang sesuai bagi jamaah, dan makmum mengikuti dengan adab. Dzikir serta doa setelah salat dipelajari dari Dalil. Suara dijaga agar tidak mengganggu orang yang masih salat atau belajar.
Contoh dan penjelasan
Seorang siswa menambahkan permohonan pribadi di tengah salam salat. Apa koreksinya?
Selesaikan lafaz salam sesuai ketentuan; doa pribadi ditempatkan sesudah salam atau pada tempat doa yang dibolehkan.
Latihan praktik
Buka bacaan salat dalam Dalilut Thalabah. Guru menyimak Al-Fatihah, tasyahud, salawat, salam, dan qunut secara bertahap.
Cek pemahaman
Apakah Amin termasuk ayat Al-Fatihah?
Lihat panduan jawaban
Tidak; Amin adalah sunnah setelah Al-Fatihah.
Di mana qunut Subuh dibaca menurut pegangan TEMAS?
Lihat panduan jawaban
Sesudah iktidal pada rakaat kedua.
Apakah membaca rukun qauli di dalam hati saja cukup?
Lihat panduan jawaban
Tidak; harus diucapkan menurut ketentuannya.