Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Fiqih Dasar TEMAS — Kelas 1
Kembali ke kurikulum
Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

Fiqih Dasar TEMAS — Kelas 1

Bersuci, salat, dan menjalani ibadah sehari-hari dengan tertib.

20 pelajaran2 semesterEdisi 1 · Oktober 2026
Kelas 1 · Semester 2 · Pelajaran 18

Puasa Ramadan: Niat, Menahan Diri, dan Uzur

Mempraktikkan niat malam dan membedakan pembatal dengan keringanan yang sah.

Waktu dan niat

Puasa ialah menahan diri dari pembatal sejak fajar shadiq sampai terbenam matahari dengan niat. Menurut pegangan Syafi‘i dalam Dalil, niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari dan diperbarui untuk setiap hari. Maksud berpuasa Ramadan harus ada di hati; ucapan niat membantu tetapi tidak menggantikan hati. Batas awal puasa adalah fajar shadiq, bukan sekadar tulisan waktu imsak pada jadwal.

Pembatal dan adab

Makan dan minum dengan sengaja, muntah yang sengaja diusahakan, serta beberapa perbuatan lain yang dijelaskan dalam Dalil membatalkan dengan syaratnya. Makan atau minum karena benar-benar lupa tidak membatalkan; hentikan ketika ingat. Haid dan nifas menghalangi sahnya puasa. Berkata kasar merusak adab dan pahala puasa, walaupun tidak diperlakukan sama dengan makan sengaja dalam penentuan batalnya puasa.

Uzur bukan alasan sembarang

Orang sakit yang akan dirugikan oleh puasa dan musafir yang memenuhi syarat memiliki keringanan. Puasa yang ditinggalkan karena uzur tertentu diqada. Orang yang tidak mampu secara menetap karena usia lanjut atau sakit yang tidak diharapkan sembuh memiliki ketentuan fidyah. Keadaan hamil, menyusui, dan kasus khusus diperiksa bersama pembimbing. Siswa tidak diminta memutuskan sendiri kondisi kesehatan yang rumit.

Contoh dan penjelasan

Saat berpuasa, seseorang minum karena lupa lalu ingat di tengah minum. Apa yang dilakukan?

Segera berhenti dan melanjutkan puasa; kelupaan yang sebenarnya tidak diperlakukan sebagai minum sengaja.

Latihan praktik

Susun jadwal malam dan siang Ramadan: niat, sahur, salat, belajar, berbuka, serta menjaga hak teman.

Cek pemahaman

  1. Kapan niat puasa Ramadan menurut Dalil?

    Lihat panduan jawaban

    Pada malam hari untuk setiap hari.

  2. Apakah imsak lebih awal pada jadwal menjadi awal fardu menahan diri?

    Lihat panduan jawaban

    Batas syar’inya fajar shadiq; imsak pada jadwal biasanya pengingat persiapan.

  3. Apa beda qada dan fidyah secara dasar?

    Lihat panduan jawaban

    Qada mengganti puasa pada hari lain; fidyah adalah pemberian dengan ketentuan khusus bagi keadaan tertentu.

Rujukan pelajaran

Catat bacaanmu

Fiqih Dasar TEMAS — Kelas 1 · Puasa Ramadan: Niat, Menahan Diri, dan Uzur

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Fiqih Dasar TEMAS — Kelas 1 · Puasa Ramadan: Niat, Menahan Diri, dan UzurFiqih Dasar TEMAS — Kelas 1 · versi 117

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan