Enam Rukun Wudu
Mempraktikkan enam rukun wudu secara tertib dan memastikan air mencapai anggota wajib.
Rukun yang harus ada
Rukun wudu menurut pegangan Syafi‘i adalah niat ketika mulai membasuh wajah; membasuh wajah; membasuh kedua tangan sampai siku; mengusap sebagian kepala; membasuh kedua kaki sampai mata kaki; serta tertib. Tertib berarti mendahulukan anggota sesuai urutan rukun. Niat tidak perlu diucapkan keras, tetapi maksud bersuci harus ada di hati pada waktunya.
Batas anggota
Wajah dibasuh pada batasnya, termasuk bagian yang wajib terkena air. Kedua siku termasuk tangan yang dibasuh, dan kedua mata kaki termasuk kaki yang dibasuh. Mengusap kepala berbeda dari membasuh: cukup mengenai sebagian kepala atau rambut yang masih berada dalam batas kepala menurut ketentuan. Benda yang menghalangi air, seperti lapisan cat yang kedap, perlu dihilangkan pada anggota yang harus dibasuh.
Memeriksa dengan tenang
Air tidak harus banyak; yang penting mencapai bagian wajib. Perhatikan sela jari, tumit, dan lipatan yang mudah terlewat. Jangan mengulang seluruh wudu karena ragu yang tidak berdasar setelah selesai. Jika benar-benar mengetahui ada bagian wajib belum terkena air, tanyakan cara memperbaikinya dengan tertib. Latihan dilakukan sampai siswa mampu menunjukkan batas anggota dengan benar.
Contoh dan penjelasan
Siswa membasuh kaki tetapi tumitnya pasti masih kering. Apa yang perlu diperbaiki?
Basuhan belum meliputi seluruh bagian wajib kaki. Tumit harus terkena air dan penyelesaian wudu mengikuti tertib.
Latihan praktik
Praktikkan wudu dengan air secukupnya. Teman mengamati urutan tanpa mengomentari niat hati; guru memeriksa batas anggota.
Cek pemahaman
Sebutkan enam rukun wudu.
Lihat panduan jawaban
Niat, membasuh wajah, tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki sampai mata kaki, dan tertib.
Apakah siku dan mata kaki termasuk batas wajib?
Lihat panduan jawaban
Ya.
Apa yang dilakukan terhadap penghalang air?
Lihat panduan jawaban
Hilangkan lapisan yang mencegah air mencapai anggota wajib.