الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَنْهَجِ
قِرَاءَةُ نُسْخَةِ الطِّبَاعَةِ
الدُّرُوسُ وَالْفُصُولُ الْمُقَدِّمَةُ التَّقْوِيمُ الْمَصَادِرُ
نُكْمِلُ وَلَا نُسْرِفُ مِنْ di antara سُنَنِ sunnah-sunnah الْوُضُوءِ wudu التَّسْمِيَةُ، membaca basmalah وَغَسْلُ dan membasuh الْكَفَّيْنِ kedua telapak tangan أَوَّلًا، terlebih dahulu وَالْمَضْمَضَةُ، dan berkumur وَالِاسْتِنْشَاقُ، dan memasukkan air ke hidung وَتَقْدِيمُ dan mendahulukan الْيُمْنَى، kanan وَالتَّثْلِيثُ، dan tiga kali وَمَسْحُ dan mengusap جَمِيعِ seluruh الرَّأْسِ. kepala وَالْغَسْلَةُ dan satu basuhan الْوَاحِدَةُ yang satu الْكَامِلَةُ sempurna تَكْفِي mencukupi لِلْفَرْضِ. kewajiban فَلَا maka tidak نَزِيدُ kita menambah الْمَاءَ air بِغَيْرِ tanpa حَاجَةٍ. kebutuhan
مَتَى يَنْتَقِضُ؟ يَنْتَقِضُ batal الْوُضُوءُ wudu بِخُرُوجِ karena keluarnya شَيْءٍ sesuatu مِنَ dari السَّبِيلَيْنِ، dua jalan إِلَّا kecuali الْمَنِيَّ mani فَإِنَّهُ karena ia يُوجِبُ mewajibkan الْغُسْلَ. mandi وَيَنْتَقِضُ dan batal بِزَوَالِ karena hilangnya الْعَقْلِ، akal وَبِلَمْسِ dan karena menyentuh الْأَجْنَبِيَّةِ perempuan bukan mahram بِشُرُوطِهِ، dengan syaratnya وَبِمَسِّ dan karena menyentuh الْفَرْجِ kemaluan بِبَاطِنِ dengan bagian dalam الْكَفِّ telapak tangan بِلَا tanpa حَائِلٍ. penghalang وَيُسْتَثْنَى dan dikecualikan نَوْمُ tidur الْجَالِسِ orang yang duduk الْمُمَكِّنِ yang memantapkan مَقْعَدَتَهُ. tempat duduknya وَمَنْ dan siapa yang تَيَقَّنَ yakin الطَّهَارَةَ kesucian لَا tidak يَتْرُكُهَا meninggalkannya بِشَكٍّ. karena keraguan
نَفْهَمُ الْمِثَالَ نَسِيَ lupa طَالِبٌ seorang siswa الْمَضْمَضَةَ berkumur وَأَتَمَّ dan menyempurnakan الْفُرُوضَ، rukun-rukun فَهَلْ maka apakah وُضُوؤُهُ wudunya صَحِيحٌ؟ sah
نَعَمْ؛ ya الْمَضْمَضَةُ berkumur سُنَّةٌ sunnah فِي dalam الْوُضُوءِ wudu عِنْدَ menurut الشَّافِعِيَّةِ. mazhab Syafi‘i
نَتَدَرَّبُ قَارِنْ بَيْنَ تَرْكِ سُنَّةٍ وَوُقُوعِ نَاقِضٍ، وَاذْكُرْ مِثَالَيْنِ.
نُرَاجِعُ هَلْ تَرْكُ التَّثْلِيثِ يُبْطِلُ الْوُضُوءَ؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ لَا، إِذَا تَمَّتِ الْغَسْلَةُ الْوَاجِبَةُ.
مَا حُكْمُ خُرُوجِ الْمَنِيِّ؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ يُوجِبُ الْغُسْلَ، وَلَهُ تَفْصِيلٌ فِي بَابِهِ.
هَلْ نُعِيدُ الْوُضُوءَ لِمُجَرَّدِ الشَّكِّ بَعْدَ يَقِينِهِ؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ لَا؛ الْيَقِينُ لَا يَزُولُ بِالشَّكِّ.
مَرَاجِعُ الدَّرْسِ
مَعْنَى الْكَلِمَةِ فِي السِّيَاقِ
Catat bacaanmu Fiqih Dasar TEMAS — Kelas 2 · سُنَنُ الْوُضُوءِ وَنَوَاقِضُهُ
Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA Catatan & masukan pembaca Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Fiqih Dasar TEMAS — Kelas 2 · سُنَنُ الْوُضُوءِ وَنَوَاقِضُهُ Fiqih Dasar TEMAS — Kelas 2 · versi 118
Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0 Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
Beri masukanKomentari kutipan