Larangan kezaliman: hadits qudsi
Allah Mahakaya dan tidak menzalimi; manusia membutuhkan petunjuk, rezeki, ampunan, serta bertanggung jawab atas amalnya.
Arba’in an-Nawawi 24
Arba’in an-Nawawi, nomor 24 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 6 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ: «يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا. يَا عِبَادِي،
Bagian 2
كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي، كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي، كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي، إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا،
Bagian 3
فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ. يَا عِبَادِي، إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي. يَا عِبَادِي، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ، وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ، كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا.
Bagian 4
يَا عِبَادِي، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ، وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ، كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا. يَا عِبَادِي، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ، وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ، قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، فَسَأَلُونِي،
Bagian 5
فَأَعْطَيْتُ كُلَّ وَاحِدٍ مَسْأَلَتَهُ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ. يَا عِبَادِي، إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ، ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا؛ فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ،
Bagian 6
وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Abu Dzar al-Ghifari, semoga Allah meridainya.
Abu Dzar meriwayatkan dari Nabi, dalam apa yang beliau riwayatkan dari Tuhannya: “Wahai hamba-hamba-Ku, Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Kuberi petunjuk; mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku memberi kalian petunjuk. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali orang yang Kuberi makan; mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku memberi kalian makan. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian kecuali orang yang Kuberi pakaian; mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku memberi kalian pakaian. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian melakukan kesalahan pada malam dan siang, sedangkan Aku mengampuni seluruh dosa; mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni kalian. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian tidak akan mampu menimpakan mudarat kepada-Ku dan tidak akan mampu memberikan manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya orang pertama dan terakhir di antara kalian, manusia dan jin kalian, semuanya memiliki hati setakwa orang yang paling takwa di antara kalian, hal itu tidak menambah kerajaan-Ku sedikit pun. Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya orang pertama dan terakhir di antara kalian, manusia dan jin kalian, semuanya memiliki hati sejahat orang yang paling durhaka di antara kalian, hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikit pun. Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya orang pertama dan terakhir di antara kalian, manusia dan jin kalian, berdiri di satu tempat lalu semuanya meminta kepada-Ku dan Aku memberikan kepada setiap orang apa yang dimintanya, hal itu tidak mengurangi apa yang ada di sisi-Ku kecuali seperti jarum yang dicelupkan ke laut. Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya itu adalah amal-amal kalian yang Kuhitung untuk kalian, kemudian Kubalas secara sempurna. Barang siapa mendapati kebaikan, hendaklah ia memuji Allah; barang siapa mendapati selain itu, janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.”
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
حَرَّمْتُ الظُّلْمَ
Aku mengharamkan kezaliman
فَاسْتَهْدُونِي
mintalah petunjuk kepada-Ku
فَاسْتَغْفِرُونِي
mintalah ampun kepada-Ku
مُلْكِي
kerajaan atau kekuasaan-Ku
صَعِيدٍ وَاحِدٍ
satu tempat
الْمِخْيَطُ
jarum
أُحْصِيهَا
Kuhitung dengan teliti
أُوَفِّيكُمْ
Kuberikan secara penuh kepada kalian
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Allah Mahakaya dan tidak menzalimi; manusia membutuhkan petunjuk, rezeki, ampunan, serta bertanggung jawab atas amalnya.
Hadits qudsi ini diawali larangan zalim dan diakhiri pertanggungjawaban amal. Di antara keduanya, manusia diingatkan akan kebutuhan yang paling mendasar. Polanya menghubungkan kerendahan hati kepada Allah dengan kewajiban menjaga hak sesama.
Memohon petunjuk, makanan, dan pakaian tetap berjalan bersama usaha. Belajar, bekerja secara halal, berbagi, serta meminta bantuan yang tepat merupakan sebab yang dapat ditempuh. Orang yang berkecukupan tidak boleh menyangka dirinya sama sekali tidak membutuhkan pertolongan Allah.
Ketaatan dan kedurhakaan manusia tidak menambah atau mengurangi kekuasaan Allah. Ibadah bukan bantuan yang manusia berikan kepada Tuhan; manfaatnya kembali kepada hamba. Perumpamaan jarum dan laut menegaskan keluasan pemberian Allah, bukan ukuran fisik yang membatasi kekayaan-Nya.
Penutup mengajarkan syukur dan evaluasi diri. Ini tidak membenarkan menyalahkan korban atas kezaliman orang lain. Pelaku tetap bertanggung jawab, korban berhak mendapatkan pertolongan, dan masyarakat wajib mencegah kezaliman. Muhasabah berarti mengakui bagian tanggung jawab yang benar-benar menjadi pilihan sendiri.
Untuk hafalan, kenali pengulangan “yā ‘ibādī” sebagai penanda alur: larangan zalim; kebutuhan petunjuk, makanan, pakaian, ampunan; kemahasempurnaan Allah; lalu pembalasan amal. Latih peralihan antarseruan agar bagian yang mirip tidak saling tertukar.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Buat peta seruan “wahai hamba-hamba-Ku” dan kelompokkan antara kebutuhan manusia, kemahakayaan Allah, dan tanggung jawab amal.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Apakah ibadah manusia menambah kekuasaan Allah?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Tidak. Allah Mahakaya; ibadah adalah kewajiban dan kebaikan yang manfaatnya kembali kepada hamba.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “allah Mahakaya dan tidak menzalimi; manusia membutuhkan petunjuk, rezeki, ampunan, serta bertanggung jawab atas amalnya.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 2–3 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak