Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Hadits Pilihan · Berpegang pada sunnah
Koleksi belajar
Hadits Pilihan · Kelas 62026.10.11-r2
KELAS 6 · AN-28 · SMA · tahun 3

Berpegang pada sunnah

Teks Arba’in lengkapHasan sahih dalam nukilan an-Nawawi

Dalam menghadapi perselisihan, pegang takwa dan petunjuk Nabi dengan ilmu, keteguhan, serta adab.

01 · NASKAH HAFALAN

Arba’in an-Nawawi 28

عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا. قَالَ: «أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ؛ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ». رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

Arba’in an-Nawawi, nomor 28 · Hasan sahih dalam nukilan an-Nawawi

Latihan hafalan per bagian · 3 bagian

Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.

Bagian 1

عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا.

Bagian 2

قَالَ: «أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ؛ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ».

Bagian 3

رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

02 · PAHAMI MAKNA

Terjemahan makna matan

Sahabat perawi: Abu Najih al-‘Irbadh bin Sariyah, semoga Allah meridainya.

Al-‘Irbadh bin Sariyah berkata: Rasulullah memberi kami nasihat yang membuat hati takut dan mata meneteskan air mata. Kami berkata, “Wahai Rasulullah, seolah-olah ini nasihat perpisahan; berilah kami wasiat.” Beliau bersabda, “Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun seorang hamba menjadi pemimpin kalian. Siapa yang hidup sepeninggalku akan melihat banyak perselisihan. Maka peganglah sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus serta mendapat petunjuk; gigitlah ia dengan gigi geraham. Jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam agama, karena setiap bidah adalah kesesatan.”

Makna keterangan Imam an-Nawawi

Diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi; dalam nukilan an-Nawawi, Tirmidzi menyebut hasan sahih.

Keterangan pengarang dibedakan dari sabda Nabi. Teks Arabnya tetap tercantum dalam naskah hafalan.

03 · BANTUAN BAHASA

Terjemah kata & frasa penting

Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.

مَوْعِظَةً

nasihat yang menyentuh

وَجِلَتْ

merasa takut

ذَرَفَتْ

meneteskan air mata

مُوَدِّعٍ

orang yang berpamitan

الرَّاشِدِينَ

yang lurus

النَّوَاجِذِ

gigi geraham

مُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ

perkara baru yang diada-adakan dalam agama

Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.

04 · RENUNGKAN ISINYA

Penjelasan & penerapan

Inti pelajaran

Dalam menghadapi perselisihan, pegang takwa dan petunjuk Nabi dengan ilmu, keteguhan, serta adab.

Suasana nasihat memperlihatkan keterkaitan ilmu dan hati. Rasa haru saja belum cukup; pesan dilanjutkan dengan pegangan yang dapat dijalankan ketika Nabi tidak lagi bersama para sahabat. Takwa menjadi awal sebelum pembahasan kepemimpinan dan perselisihan.

Ketaatan tidak berarti membenarkan perintah maksiat. Al-Bukhari 7144 menjelaskan batas ini secara tegas. Pada kehidupan santri, disiplin kepada guru dan pengelola berjalan bersama hak menyampaikan masalah melalui cara yang benar, termasuk mencari pertolongan ketika ada bahaya.

Menggigit dengan geraham merupakan ungkapan tentang kuatnya berpegang pada tuntunan. Ia tidak berarti keras atau kasar kepada semua orang yang berbeda. Belajar menilai dalil, memahami rincian, dan bertanya kepada ahli lebih sesuai dengan pesan keteguhan daripada perdebatan tanpa ilmu.

Pembahasan bidah dipelajari bersama hadits 5. Bedakan penetapan ajaran ibadah tanpa dasar dari penggunaan sarana baru yang dibenarkan. Perselisihan yang memerlukan penjelasan ilmiah tidak diselesaikan dengan saling memberi label di antara murid.

Coba dalam kehidupan sehari-hari

Bandingkan pesan taat dalam hadits ini dengan batas ketaatan pada al-Bukhari 7144.

05 · UJI PEMAHAMAN

Pikirkan sebelum membuka jawaban

Apakah perintah taat mengharuskan mengikuti perintah maksiat?

Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.

Buka pedoman jawaban

Tidak. Ketaatan dibatasi oleh tuntunan Allah; penolakan disampaikan dengan cara yang benar dan menjaga keselamatan.

06 · TELUSURI SUMBER

Riwayat & status hadits

Hasan sahih dalam nukilan an-Nawawi

An-Nawawi menukil penilaian hasan sahih dari Tirmidzi. Pernyataan pengarang dipertahankan dalam matan kitab; penilaian dicantumkan dengan atribusinya.

Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal. Al-Bukhari 7144 merupakan dalil pendamping tentang batas ketaatan, bukan jalur lain matan ini.

Catatan penyuntingan materi ini

Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.

Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.

Panduan pendampingan guru

Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “dalam menghadapi perselisihan, pegang takwa dan petunjuk Nabi dengan ilmu, keteguhan, serta adab.”, dan menanggapi kasus pada latihan.

Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.

  1. Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
  2. Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
  3. Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
  4. Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Lihat rubrik dan rancangan semester →

Bawa naskah ke ruang belajar

PDF A4 untuk dicetak

Hadits Pilihan · Pustaka Ibadurrahman TEMASNaskah 2026.10.11-r2 · Belajar bersama guru

Catat bacaanmu

Hadits Pilihan · AN-28 · Berpegang pada sunnah

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Hadits Pilihan · AN-28 · Berpegang pada sunnahEdisi 2026.10.11-r2

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan