Berpegang pada sunnah
Dalam menghadapi perselisihan, pegang takwa dan petunjuk Nabi dengan ilmu, keteguhan, serta adab.
Arba’in an-Nawawi 28
Arba’in an-Nawawi, nomor 28 · Hasan sahih dalam nukilan an-Nawawi
Latihan hafalan per bagian · 3 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا.
Bagian 2
قَالَ: «أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ؛ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ».
Bagian 3
رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Abu Najih al-‘Irbadh bin Sariyah, semoga Allah meridainya.
Al-‘Irbadh bin Sariyah berkata: Rasulullah memberi kami nasihat yang membuat hati takut dan mata meneteskan air mata. Kami berkata, “Wahai Rasulullah, seolah-olah ini nasihat perpisahan; berilah kami wasiat.” Beliau bersabda, “Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun seorang hamba menjadi pemimpin kalian. Siapa yang hidup sepeninggalku akan melihat banyak perselisihan. Maka peganglah sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus serta mendapat petunjuk; gigitlah ia dengan gigi geraham. Jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam agama, karena setiap bidah adalah kesesatan.”
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
مَوْعِظَةً
nasihat yang menyentuh
وَجِلَتْ
merasa takut
ذَرَفَتْ
meneteskan air mata
مُوَدِّعٍ
orang yang berpamitan
الرَّاشِدِينَ
yang lurus
النَّوَاجِذِ
gigi geraham
مُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ
perkara baru yang diada-adakan dalam agama
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Dalam menghadapi perselisihan, pegang takwa dan petunjuk Nabi dengan ilmu, keteguhan, serta adab.
Suasana nasihat memperlihatkan keterkaitan ilmu dan hati. Rasa haru saja belum cukup; pesan dilanjutkan dengan pegangan yang dapat dijalankan ketika Nabi tidak lagi bersama para sahabat. Takwa menjadi awal sebelum pembahasan kepemimpinan dan perselisihan.
Ketaatan tidak berarti membenarkan perintah maksiat. Al-Bukhari 7144 menjelaskan batas ini secara tegas. Pada kehidupan santri, disiplin kepada guru dan pengelola berjalan bersama hak menyampaikan masalah melalui cara yang benar, termasuk mencari pertolongan ketika ada bahaya.
Menggigit dengan geraham merupakan ungkapan tentang kuatnya berpegang pada tuntunan. Ia tidak berarti keras atau kasar kepada semua orang yang berbeda. Belajar menilai dalil, memahami rincian, dan bertanya kepada ahli lebih sesuai dengan pesan keteguhan daripada perdebatan tanpa ilmu.
Pembahasan bidah dipelajari bersama hadits 5. Bedakan penetapan ajaran ibadah tanpa dasar dari penggunaan sarana baru yang dibenarkan. Perselisihan yang memerlukan penjelasan ilmiah tidak diselesaikan dengan saling memberi label di antara murid.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Bandingkan pesan taat dalam hadits ini dengan batas ketaatan pada al-Bukhari 7144.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Apakah perintah taat mengharuskan mengikuti perintah maksiat?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Tidak. Ketaatan dibatasi oleh tuntunan Allah; penolakan disampaikan dengan cara yang benar dan menjaga keselamatan.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
An-Nawawi menukil penilaian hasan sahih dari Tirmidzi. Pernyataan pengarang dipertahankan dalam matan kitab; penilaian dicantumkan dengan atribusinya.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal. Al-Bukhari 7144 merupakan dalil pendamping tentang batas ketaatan, bukan jalur lain matan ini.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “dalam menghadapi perselisihan, pegang takwa dan petunjuk Nabi dengan ilmu, keteguhan, serta adab.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak