Pintu-pintu kebaikan dan menjaga lisan
Kewajiban, amalan tambahan, dan perjuangan ketaatan perlu dijaga oleh tanggung jawab atas lisan.
Arba’in an-Nawawi 29
Arba’in an-Nawawi, nomor 29 · Hasan sahih dalam nukilan an-Nawawi
Latihan hafalan per bagian · 5 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ. قَالَ: «لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيمٍ،
Bagian 2
وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ: تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ». ثُمَّ قَالَ: «أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ،
Bagian 3
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ». ثُمَّ تَلَا: تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ حَتَّى بَلَغَ يَعْمَلُونَ. ثُمَّ قَالَ: «أَلَا أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ؟» قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ.
Bagian 4
قَالَ: «رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ». ثُمَّ قَالَ: «أَلَا أُخْبِرُكَ بِمَلَاكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟» قُلْتُ: بَلَى يَا نَبِيَّ اللَّهِ. فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالَ: «كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا». قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ،
Bagian 5
وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ؟ فَقَالَ: «ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ، أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ، إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Mu‘adz bin Jabal, semoga Allah meridainya.
Mu‘adz berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku amal yang memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.” Beliau menjawab, “Engkau telah bertanya tentang perkara besar, tetapi ia mudah bagi orang yang diberi kemudahan oleh Allah: sembahlah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun, dirikan salat, tunaikan zakat, berpuasalah Ramadan, dan berhajilah ke Baitullah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kutunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan salat seseorang di tengah malam.” Lalu beliau membaca ayat mulai “Lambung mereka jauh dari tempat tidur” sampai “apa yang mereka kerjakan” [as-Sajdah 32:16–17]. Kemudian beliau bertanya, “Maukah kuberitahukan pokok urusan, tiang, dan puncaknya?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Pokok urusan ialah Islam, tiangnya salat, dan puncaknya jihad.” Lalu beliau bertanya, “Maukah kuberitahukan pengendali seluruhnya?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Nabi Allah.” Beliau memegang lisannya dan bersabda, “Tahanlah ini.” Aku bertanya, “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita ucapkan?” Beliau menjawab, “Tsakilatka ummuka, wahai Mu‘adz [ungkapan teguran untuk menarik perhatian]! Bukankah yang menjerumuskan manusia ke neraka di atas wajah atau hidung mereka adalah hasil perbuatan lisan mereka?”
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
يُبَاعِدُنِي
menjauhkanku
جُنَّةٌ
perisai
تُطْفِئُ
memadamkan
جَوْفِ اللَّيْلِ
bagian tengah malam
عَمُودُهُ
tiangnya
ذِرْوَةِ سَنَامِهِ
puncaknya
مَلَاكِ
pengendali
حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
hasil perbuatan lisan mereka
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Kewajiban, amalan tambahan, dan perjuangan ketaatan perlu dijaga oleh tanggung jawab atas lisan.
Dialog tersusun bertahap: kewajiban pokok, pintu amal tambahan, gambaran struktur agama, lalu kendali lisan. Urutan ini menunjukkan bahwa semangat melakukan banyak kegiatan perlu ditopang fondasi yang benar. Kewajiban tidak digantikan oleh amalan yang lebih menarik perhatian.
Puasa mengajarkan pengendalian, sedekah menumbuhkan pengorbanan, dan salat malam melatih ketulusan. Kutipan ayat dalam naskah Arba’in ditulis sebagai penanda awal dan akhir bacaan, bukan ayat lengkap. Hafalan matan mengikuti bentuk yang ditulis an-Nawawi; bacaan ayat lengkap dapat dipelajari tersendiri.
Istilah jihad memiliki pembahasan dan ketentuan dalam ajaran Islam. Dalam konteks yang berkaitan dengan peperangan, ia terikat kewenangan dan batas hukum; tidak memberi izin melakukan kekerasan pribadi. Pendidikan santri menekankan kesungguhan taat, pengorbanan yang dibenarkan, serta penghormatan kepada jiwa dan perjanjian.
Penutup mengingatkan bahwa lisan dapat merusak banyak amal melalui dusta, fitnah, penghinaan, dan tuduhan. Ungkapan tsakilatka ummuka secara harfiah berkaitan dengan kehilangan anak, tetapi dalam konteks dialog merupakan gaya teguran Arab, bukan perintah atau doa agar Mu‘adz celaka. Penjelasan ungkapan mencegah terjemahan yang menyesatkan.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Buat alur empat tahap dialog, lalu jelaskan contoh ucapan yang dapat merusak manfaat kegiatan keagamaan.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Mengapa kendali lisan disebut setelah banyak amalan besar?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Karena ucapan juga dipertanggungjawabkan dan dapat merusak hubungan serta amal jika tidak dijaga.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
An-Nawawi menukil penilaian hasan sahih dari Tirmidzi. Pernyataan pengarang dipertahankan dalam matan kitab; penilaian dicantumkan dengan atribusinya.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal. Al-Bukhari 3166 merupakan dalil pendamping tentang perlindungan orang yang terikat perjanjian, bukan jalur lain matan ini.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “kewajiban, amalan tambahan, dan perjuangan ketaatan perlu dijaga oleh tanggung jawab atas lisan.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak