Tidak membahayakan
Mencegah mudarat dan menjaga hak menjadi pertimbangan penting dalam tindakan pribadi maupun aturan bersama.
Arba’in an-Nawawi 32
Arba’in an-Nawawi, nomor 32 · Hasan menurut an-Nawawi
Latihan hafalan per bagian · 2 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ». حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارَقُطْنِيُّ وَغَيْرُهُمَا مُسْنَدًا.
Bagian 2
وَرَوَاهُ مَالِكٌ فِي الْمُوَطَّإِ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا، فَأَسْقَطَ أَبَا سَعِيدٍ، وَلَهُ طُرُقٌ يُقَوِّي بَعْضُهَا بَعْضًا.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Abu Sa‘id Sa‘d bin Malik bin Sinan al-Khudri, semoga Allah meridainya.
Tidak boleh menimbulkan bahaya atau kerugian, dan tidak boleh membalas dengan bahaya atau kerugian yang tidak dibenarkan.
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
لَا
tidak boleh dalam konteks larangan
ضَرَرَ
bahaya atau kerugian
ضِرَارَ
tindakan saling merugikan atau balasan merugikan
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Mencegah mudarat dan menjaga hak menjadi pertimbangan penting dalam tindakan pribadi maupun aturan bersama.
Matan singkat ini menjadi kaidah penting, sedangkan pengarang memberi keterangan jalur periwayatan yang panjang. Pemaknaan dharar dan dhirar mempunyai beberapa penjelasan; rumusan terjemahan di sini menonjolkan larangan merugikan dan membalas secara tidak dibenarkan.
Menghindari bahaya tidak berarti setiap ketidaknyamanan harus dihapus. Pembelajaran, disiplin yang wajar, dan pengobatan dapat menuntut kesulitan tertentu. Yang dinilai ialah hak, kebutuhan, kadar, alternatif, dan akibat yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar rasa tidak suka.
Dalam konflik, kerugian tidak diselesaikan dengan menambah korban. Cari pemulihan hak melalui guru atau pihak berwenang. Contoh sederhana ialah tidak membalas barang rusak dengan merusak barang lain, serta tidak membalas kabar bohong dengan fitnah baru.
Catatan Malik yang mursal menjelaskan jalur tanpa penyebutan sahabat pada rangkaian tersebut. An-Nawawi menyebut adanya beberapa jalur yang saling menguatkan. Ini latihan awal memahami bahwa kualitas hadits dinilai dengan meneliti jalur, bukan hanya karena kalimatnya terasa baik.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Rancang penyelesaian kasus barang teman rusak tanpa pembalasan yang menambah kerugian.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Apa yang dimaksud mursal pada catatan pengarang di sini?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Jalur periwayatan yang disebut tidak mencantumkan sahabat antara perawi setelah sahabat dan Nabi; pada catatan ini Abu Sa‘id tidak disebutkan.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Penilaian hasan mengikuti keterangan an-Nawawi. Sebagian sanad dibahas berbeda oleh ulama; derajat setiap jalur tidak otomatis sama.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal. Ibnu Majah 2341 adalah jalur Ibnu Abbas; bukan sanad Abu Sa‘id yang disebut di awal matan Arba’in.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “mencegah mudarat dan menjaga hak menjadi pertimbangan penting dalam tindakan pribadi maupun aturan bersama.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak