Menyikapi kemungkaran
Kepedulian terhadap kemungkaran harus disertai ilmu, kemampuan, kewenangan, dan cara yang benar.
Arba’in an-Nawawi 34
Arba’in an-Nawawi, nomor 34 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 1 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Abu Sa‘id al-Khudri, semoga Allah meridainya.
Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
رَأَى
melihat
مُنْكَرًا
kemungkaran
فَلْيُغَيِّرْهُ
hendaklah mengubahnya
بِيَدِهِ
dengan tangannya
لَمْ يَسْتَطِعْ
tidak mampu
بِلِسَانِهِ
dengan lisannya
بِقَلْبِهِ
dengan hatinya
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Kepedulian terhadap kemungkaran harus disertai ilmu, kemampuan, kewenangan, dan cara yang benar.
Mengubah kemungkaran dimulai dengan memastikan bahwa yang dihadapi memang salah, bukan sekadar perbedaan selera. Cara tindakan juga harus dibenarkan. Kekuasaan untuk menegakkan hukuman tidak otomatis dimiliki setiap individu yang melihat pelanggaran.
Batas kemampuan mencakup akibat tindakan. Santri dapat menghentikan perbuatannya sendiri, menolak ikut, memberi nasihat, melindungi teman, dan melaporkan kepada guru. Tindakan fisik yang gegabah dapat menambah korban atau memperbesar perselisihan.
Menolak dalam hati berarti tidak menyetujui kemungkaran ketika benar-benar tidak mampu bertindak. Ia tidak menjadi alasan untuk nyaman ikut menikmati kesalahan. Jika jalan pertolongan yang aman tersedia, tempuh sesuai kemampuan dan aturan.
Pada jenjang kelas 6, kaji hubungan tujuan dan akibat tindakan. Cara yang tampak tegas dapat justru memperbesar bahaya bila tidak berdasarkan ilmu dan kewenangan. Rencanakan langkah yang paling mungkin memperbaiki keadaan, termasuk meminta bantuan pihak yang mampu, serta tetap menolak kesalahan dalam hati.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Buat urutan tindakan menghadapi kecurangan kelompok tanpa mempermalukan orang yang belum diperiksa keterlibatannya.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Mengapa memperhitungkan akibat termasuk bagian kemampuan?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Karena kemampuan bukan sekadar bisa bertindak secara fisik; tindakan perlu memiliki peluang memperbaiki dan tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “kepedulian terhadap kemungkaran harus disertai ilmu, kemampuan, kewenangan, dan cara yang benar.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak