Pencatatan kebaikan dan keburukan
Luasnya karunia Allah mendorong niat baik, pengamalan, dan kesungguhan meninggalkan keburukan.
Arba’in an-Nawawi 37
Arba’in an-Nawawi, nomor 37 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 3 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ،
Bagian 2
ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ: فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ،
Bagian 3
وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ فِي صَحِيحَيْهِمَا بِهَذِهِ الْحُرُوفِ.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Abdullah bin Abbas, semoga Allah meridainya.
Rasulullah meriwayatkan dari Tuhannya: “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan, lalu menjelaskannya. Barang siapa berniat melakukan kebaikan tetapi belum melakukannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna. Apabila ia berniat lalu melakukannya, Allah mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat lebih banyak. Apabila ia berniat melakukan keburukan tetapi tidak melakukannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna. Apabila ia berniat lalu melakukannya, Allah mencatatnya sebagai satu keburukan.”
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
هَمَّ
berniat atau berkehendak
حَسَنَةً كَامِلَةً
satu kebaikan sempurna
ضِعْفٍ
kelipatan
أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ
kelipatan yang banyak
سَيِّئَةً وَاحِدَةً
satu keburukan
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Luasnya karunia Allah mendorong niat baik, pengamalan, dan kesungguhan meninggalkan keburukan.
Pencatatan kebaikan dan keburukan memperlihatkan kemurahan Allah: kebaikan dilipatgandakan, sedangkan keburukan tidak digandakan sebagaimana kebaikan. Hal ini menumbuhkan harapan untuk memulai, bukan alasan menghitung peluang melakukan dosa.
Niat baik perlu jujur dan diarahkan menuju pelaksanaan ketika mampu. Mengucapkan keinginan secara asal sambil sengaja menghindari semua usaha tidak sama dengan kesungguhan berniat. Santri dapat memulai dari rencana kecil yang jelas dan menempuh langkahnya.
Meninggalkan keburukan dipahami bersama riwayat lain, seperti Muslim 131a yang menjelaskan meninggalkannya karena Allah. Orang yang sudah bertekad berbuat jahat lalu terhalang tidak otomatis disamakan dengan orang yang menahan diri karena takut kepada Allah. Perbedaan alasan dan usaha penting diperhatikan.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Bandingkan dua keadaan: menahan diri dari menyontek karena Allah dan tidak jadi menyontek karena kesempatan tertutup.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Mengapa alasan tidak jadi berbuat buruk perlu diperhatikan?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Karena meninggalkan dosa dengan sadar berbeda dari tetap menginginkannya tetapi hanya terhalang; tanggung jawab berkaitan pula dengan kehendak dan usaha.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “luasnya karunia Allah mendorong niat baik, pengamalan, dan kesungguhan meninggalkan keburukan.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak