Kewalian dan mendekat kepada Allah
Kedekatan kepada Allah dibangun melalui kewajiban, dilanjutkan amalan sunnah, dan tampak dalam terarahnya perilaku.
Arba’in an-Nawawi 38
Arba’in an-Nawawi, nomor 38 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 2 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ،
Bagian 2
وَلَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ؛ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Abu Hurairah, semoga Allah meridainya.
Allah Ta‘ala berfirman, “Barang siapa memusuhi wali-Ku, Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada kewajiban yang Kutetapkan atasnya. Hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sampai Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk bertindak, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Kuberi; jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Kulindungi.”
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
عَادَى
memusuhi
وَلِيًّا
wali atau hamba yang dekat kepada Allah melalui iman dan takwa
آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ
Aku menyatakan perang terhadapnya
افْتَرَضْتُهُ
yang Kuwajibkan
النَّوَافِلِ
amalan-amalan sunnah
اسْتَعَاذَنِي
memohon perlindungan kepada-Ku
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Kedekatan kepada Allah dibangun melalui kewajiban, dilanjutkan amalan sunnah, dan tampak dalam terarahnya perilaku.
Hadits qudsi ini mengajarkan urutan mendekat kepada Allah: kewajiban lebih dahulu, lalu tambahan sunnah. Kesibukan dengan kegiatan tambahan tidak membenarkan meninggalkan kewajiban atau mengabaikan hak yang harus ditunaikan.
Wali Allah dipahami melalui iman dan takwa, bukan semata gelar, cerita keajaiban, atau pengakuan seseorang. Ancaman bagi orang yang memusuhi wali tidak memberi manusia hak mengancam setiap pengkritik dirinya. Kritik yang adil dan pemeriksaan kesalahan tetap mempunyai tempat.
Ungkapan tentang pendengaran, penglihatan, tangan, dan kaki dijelaskan sebagai pertolongan serta bimbingan Allah agar anggota tubuh digunakan dalam ketaatan. Ia tidak berarti Allah menyatu dengan tubuh manusia. Jaga pembedaan antara Allah dan makhluk ketika memahami ungkapan hadits.
Kedekatan kepada Allah tidak dinilai hanya dari terkabulnya keinginan dunia sesuai jadwal seseorang. Tugas hamba ialah beribadah, berdoa, dan percaya pada kebijaksanaan Allah. Mulailah dari kewajiban yang paling sering terabaikan, lalu tambahkan sunnah yang dapat dijaga.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Susun urutan perbaikan: satu kewajiban yang perlu dibenahi dan satu sunnah yang dapat dilakukan setelahnya.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Mengapa mendahulukan sunnah sambil melalaikan kewajiban bertentangan dengan hadits?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Karena hadits menegaskan bahwa yang paling dicintai Allah untuk mendekat kepada-Nya ialah kewajiban yang Dia tetapkan.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “kedekatan kepada Allah dibangun melalui kewajiban, dilanjutkan amalan sunnah, dan tampak dalam terarahnya perilaku.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak