Larangan mencaci dan memerangi Muslim
Hadits memberi peringatan keras agar kehormatan dan keselamatan sesama dijaga.
Hadits 2
Al-Bukhari 48 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 1 bagian
Baca nama sahabat, matan, dan nama periwayat kitab. Pahami arti sebelum mengulang; setelah bagian lancar, sambungkan seluruh teks tanpa mengganti lafaz dengan versi lain. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Terjemahan makna matan
Mencaci seorang Muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah kekufuran.
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
سِبَابُ
mencaci
الْمُسْلِمِ
seorang Muslim
فُسُوقٌ
kefasikan atau keluar dari ketaatan
قِتَالُهُ
memeranginya
كُفْرٌ
kekufuran, ungkapan ancaman keras dalam konteks ini
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Hadits memberi peringatan keras agar kehormatan dan keselamatan sesama dijaga.
Cacian merendahkan martabat, sedangkan kekerasan mengancam keselamatan. Hadits menghubungkan pelanggaran sosial dengan pertanggungjawaban agama. Pertengkaran tidak boleh dianggap sepele hanya karena bermula dari candaan.
Kata kufr dalam teks ancaman perlu dipahami bersama dalil lain dan penjelasan ulama. Santri tidak diberi tugas memvonis keluar Islam terhadap teman yang bertengkar. Pelajaran langsungnya ialah beratnya larangan dan kewajiban menghentikan tindakan yang salah.
Penyelesaian konflik memerlukan pengamanan, mendengar keterangan pihak terkait, dan perbaikan kerugian. Jangan membalas cacian dengan cacian. Bila ada ancaman fisik, mintalah bantuan guru segera dan jelaskan kejadian secara jujur.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Latih kalimat keberatan yang menyebut perilaku bermasalah tanpa menghina orangnya.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Apakah hadits ini membolehkan murid mengafirkan temannya?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Tidak. Penetapan semacam itu mempunyai pembahasan dan syarat; tugas murid ialah menjaga ucapan, keselamatan, dan meminta bantuan yang tepat.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Rujukan pertama menunjukkan sumber lafaz hafalan. Rujukan lain, bila ada, menjadi pembanding; lafaz antarjalur dapat berbeda. Sanad diringkas mulai sahabat perawi; keterangan sumber disajikan setelah matan.
Catatan penyuntingan materi ini
Penomoran, keterangan sumber, dan penyajian hafalan diseragamkan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “hadits memberi peringatan keras agar kehormatan dan keselamatan sesama dijaga.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak