Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Hadits Pilihan · Larangan sombong
Koleksi belajar
Hadits Pilihan · Kelas 22026.10.11-r2
KELAS 2 · K2-16 · SMP · tahun 2

Larangan sombong

Matan dan dialog utuhSahih

Kesombongan diukur dari penolakan terhadap kebenaran dan penghinaan kepada manusia, bukan sekadar pakaian yang rapi.

01 · NASKAH HAFALAN

Hadits 16

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ». قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Muslim 91a · Sahih

Latihan hafalan per bagian · 2 bagian

Baca nama sahabat, matan, dan nama periwayat kitab. Pahami arti sebelum mengulang; setelah bagian lancar, sambungkan seluruh teks tanpa mengganti lafaz dengan versi lain. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.

Bagian 1

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ».

Bagian 2

قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

02 · PAHAMI MAKNA

Terjemahan makna matan

“Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat zarah.” Seorang laki-laki berkata, “Seseorang suka jika pakaian dan alas kakinya bagus.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Mahaindah dan menyukai keindahan. Kesombongan ialah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

03 · BANTUAN BAHASA

Terjemah kata & frasa penting

Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.

مِثْقَالُ ذَرَّةٍ

seberat zarah

كِبْرٍ

kesombongan

ثَوْبُهُ

pakaiannya

جَمِيلٌ

Mahaindah

بَطَرُ الْحَقِّ

menolak kebenaran karena sombong

غَمْطُ النَّاسِ

meremehkan manusia

Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.

04 · RENUNGKAN ISINYA

Penjelasan & penerapan

Inti pelajaran

Kesombongan diukur dari penolakan terhadap kebenaran dan penghinaan kepada manusia, bukan sekadar pakaian yang rapi.

Dialog dalam hadits mencegah kesalahpahaman. Seseorang boleh menyukai penampilan yang baik, sementara sifat sombong menyangkut sikap terhadap kebenaran dan manusia. Menjaga kebersihan dan kerapian dapat dilakukan tanpa merendahkan orang lain.

Menolak kebenaran muncul ketika gengsi lebih diutamakan daripada bukti. Misalnya, enggan menerima koreksi dari teman yang lebih muda meskipun koreksinya benar. Meremehkan manusia tampak dalam ejekan terhadap keluarga, kemampuan, pekerjaan, atau keadaan ekonomi.

Ancaman ini mengajak membersihkan hati melalui tindakan: mengakui kesalahan, menghargai orang, dan menerima nasihat. Jangan menggunakannya untuk memastikan nasib seseorang di akhirat. Fokuskan latihan pada perilaku yang dapat diperbaiki hari ini.

Coba dalam kehidupan sehari-hari

Terima satu koreksi yang benar dengan ucapan terima kasih, lalu lakukan perbaikannya.

05 · UJI PEMAHAMAN

Pikirkan sebelum membuka jawaban

Apakah memakai pakaian bagus otomatis sombong?

Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.

Buka pedoman jawaban

Tidak. Nabi menjelaskan bahwa sombong ialah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.

06 · TELUSURI SUMBER

Riwayat & status hadits

Sahih

Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.

Rujukan pertama menunjukkan sumber lafaz hafalan. Rujukan lain, bila ada, menjadi pembanding; lafaz antarjalur dapat berbeda. Sanad diringkas mulai sahabat perawi; keterangan sumber disajikan setelah matan.

Catatan penyuntingan materi ini

Dialog tentang keindahan dan definisi sombong dipulihkan dari Muslim 91a.

Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.

Panduan pendampingan guru

Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “kesombongan diukur dari penolakan terhadap kebenaran dan penghinaan kepada manusia, bukan sekadar pakaian yang rapi.”, dan menanggapi kasus pada latihan.

Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.

  1. Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
  2. Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
  3. Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
  4. Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Lihat rubrik dan rancangan semester →

Bawa naskah ke ruang belajar

PDF A4 untuk dicetak

Hadits Pilihan · Pustaka Ibadurrahman TEMASNaskah 2026.10.11-r2 · Belajar bersama guru

Catat bacaanmu

Hadits Pilihan · K2-16 · Larangan sombong

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Hadits Pilihan · K2-16 · Larangan sombongEdisi 2026.10.11-r2

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan