Larangan berdusta atas nama Nabi
Menisbahkan ucapan kepada Nabi memerlukan ketelitian sumber dan kejujuran.
Hadits 4
Al-Bukhari 110 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 1 bagian
Baca nama sahabat, matan, dan nama periwayat kitab. Pahami arti sebelum mengulang; setelah bagian lancar, sambungkan seluruh teks tanpa mengganti lafaz dengan versi lain. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Terjemahan makna matan
Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
كَذَبَ
berdusta
عَلَيَّ
atas namaku
مُتَعَمِّدًا
dengan sengaja
فَلْيَتَبَوَّأْ
hendaklah ia menempati
مَقْعَدَهُ
tempat duduknya
النَّارِ
neraka
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Menisbahkan ucapan kepada Nabi memerlukan ketelitian sumber dan kejujuran.
Ucapan yang diberi label “sabda Nabi” memiliki kewibawaan agama. Karena itu, mengarang atau sengaja menisbahkan ucapan palsu kepada beliau merupakan pelanggaran berat. Maksud baik untuk memotivasi tidak membenarkan pemalsuan.
Pelajar perlu membedakan hadits, ayat, ucapan sahabat, dan nasihat ulama. Sebuah kalimat dapat bermakna baik tetapi bukan hadits. Saat belum mengetahui sumbernya, katakan bahwa sumber belum diketahui dan jangan menyebarkannya sebagai sabda Nabi.
Kesalahan yang tidak disengaja tetap perlu diperbaiki setelah diketahui. Cantumkan rujukan, periksa nomor dan lafaz, serta sebarkan koreksi kepada pihak yang menerima informasi salah. Amanah ilmu mencakup keberanian mengakui kekeliruan.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Periksa satu kutipan agama yang beredar dan tentukan jenis teks serta sumbernya sebelum membagikan.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Bolehkah mengarang hadits untuk mengajak orang rajin belajar?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Tidak. Tujuan baik tidak membenarkan berdusta atas nama Nabi.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Rujukan pertama menunjukkan sumber lafaz hafalan. Rujukan lain, bila ada, menjadi pembanding; lafaz antarjalur dapat berbeda. Materi ini berupa petikan; buka rujukan untuk membaca konteks lengkap.
Catatan penyuntingan materi ini
Penomoran, keterangan sumber, dan penyajian hafalan diseragamkan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “menisbahkan ucapan kepada Nabi memerlukan ketelitian sumber dan kejujuran.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak