Mencintai kebaikan bagi saudara
Latih iman dengan menginginkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kita menginginkannya untuk diri sendiri.
Hadits 5
Al-Bukhari 13 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 1 bagian
Baca nama sahabat, matan, dan nama periwayat kitab. Pahami arti sebelum mengulang; setelah bagian lancar, sambungkan seluruh teks tanpa mengganti lafaz dengan versi lain. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Terjemahan makna matan
Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri.
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
لَا يُؤْمِنُ
tidak sempurna imannya dalam konteks ini
أَحَدُكُمْ
salah seorang dari kalian
حَتَّى
hingga
يُحِبَّ
ia mencintai
لِأَخِيهِ
untuk saudaranya
لِنَفْسِهِ
untuk dirinya sendiri
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Latih iman dengan menginginkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kita menginginkannya untuk diri sendiri.
Hadits menuntut keluasan hati. Jika kita ingin diperlakukan adil, didengarkan, dan diberi kesempatan belajar, kita juga menginginkan hal itu bagi teman. Keberhasilan orang lain tidak harus dianggap mengurangi bagian kita.
Kebaikan yang dimaksud ialah yang dibenarkan agama. Membantu teman berbuat salah bukan bentuk cinta yang diperintahkan. Ketika seorang teman ingin menyontek, kasih sayang diwujudkan dengan menolak kecurangan dan membantunya belajar.
Ungkapan penafian iman di sini mengarahkan pada kesempurnaan iman yang wajib dijaga, bukan izin mengeluarkan teman dari Islam. Gunakan hadits untuk menguji kemurahan hati sendiri: apakah saya senang ketika teman memperoleh kebaikan?
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Bagikan satu cara belajar yang membantu Anda kepada teman yang membutuhkannya.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Mengapa memberi jawaban ujian bukan contoh mencintai kebaikan bagi teman?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Karena kecurangan merusak kejujuran dan pembelajarannya; bantuan yang benar diberikan melalui belajar bersama.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Rujukan pertama menunjukkan sumber lafaz hafalan. Rujukan lain, bila ada, menjadi pembanding; lafaz antarjalur dapat berbeda. Sanad diringkas mulai sahabat perawi; keterangan sumber disajikan setelah matan.
Catatan penyuntingan materi ini
Penomoran, keterangan sumber, dan penyajian hafalan diseragamkan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “latih iman dengan menginginkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kita menginginkannya untuk diri sendiri.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak