Niat
Luruskan tujuan sebelum beramal. Perbuatan yang tampak sama dapat berbeda nilainya karena niat pelakunya.
Arba’in an-Nawawi 1
Arba’in an-Nawawi, nomor 1 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 3 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى؛ فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ،
Bagian 2
فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ». رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثِينَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَهْ الْبُخَارِيُّ الْجُعْفِيُّ،
Bagian 3
وَأَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ مُسْلِمٍ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُورِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي صَحِيحَيْهِمَا اللَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin al-Khaththab, semoga Allah meridainya.
Sesungguhnya amal-amal bergantung pada niat, dan setiap orang memperoleh sesuai yang ia niatkan. Barang siapa hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya demi dunia yang ingin diperolehnya atau perempuan yang ingin dinikahinya, hijrahnya menuju apa yang menjadi tujuan hijrahnya.
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
إِنَّمَا
sesungguhnya hanya
الْأَعْمَالُ
amal-amal
بِالنِّيَّاتِ
bergantung pada niat-niat
لِكُلِّ
untuk setiap
امْرِئٍ
orang
مَا نَوَى
apa yang ia niatkan
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Luruskan tujuan sebelum beramal. Perbuatan yang tampak sama dapat berbeda nilainya karena niat pelakunya.
Niat memberi arah pada perbuatan. Dua santri sama-sama membersihkan kelas, tetapi yang satu ingin melayani teman dan mencari rida Allah, sedangkan yang lain hanya ingin dipuji. Hadits mengajak kita memeriksa tujuan sendiri, bukan menebak isi hati orang lain.
Niat baik perlu disertai cara yang benar. Keinginan membantu teman tidak membenarkan memberikan jawaban saat ujian. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga amanah, dan memperbaiki kesalahan adalah cara agar tujuan yang baik terlihat dalam tindakan.
Petikan ini merupakan awal hadits hijrah yang akan dipelajari utuh pada Arba’in nomor 1. Biasakan memperbarui niat sebelum belajar, ketika mulai mencari pujian, dan setelah berhasil. Keberhasilan tidak perlu diumumkan sebagai bukti keikhlasan.
Contoh hijrah memperlihatkan bahwa tindakan lahiriah yang sama dapat berbeda nilainya karena tujuan pelakunya. Pada jenjang ini, bedakan niat yang menentukan jenis ibadah dan keikhlasan yang mengarahkan ibadah kepada Allah. Niat baik juga perlu diwujudkan dengan cara yang dibenarkan, sebagaimana diterangkan pada hadits 5.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Bandingkan tiga tujuan belajar: mencari pujian, memenuhi amanah, dan memperoleh ilmu yang bermanfaat. Jelaskan bagaimana tujuan itu memengaruhi cara belajar.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Mengapa niat baik belum cukup untuk membenarkan suatu amal?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Karena tujuan dan cara sama-sama perlu benar. Hadits 1 membimbing niat, sedangkan hadits 5 membimbing kesesuaian amal dengan tuntunan.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “luruskan tujuan sebelum beramal. Perbuatan yang tampak sama dapat berbeda nilainya karena niat pelakunya.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak