Amalan yang tertolak
Amal ibadah memerlukan dasar tuntunan, selain niat yang ikhlas.
Arba’in an-Nawawi 5
Arba’in an-Nawawi, nomor 5 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 2 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.
Bagian 2
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: «مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ».
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah, semoga Allah meridainya.
Barang siapa mengada-adakan dalam urusan agama kami ini sesuatu yang bukan darinya, hal itu tertolak. Dalam riwayat Muslim: Barang siapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai dengan tuntunan kami, amal itu tertolak.
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
أَحْدَثَ
mengada-adakan
أَمْرِنَا
urusan agama kami
مَا لَيْسَ مِنْهُ
sesuatu yang bukan darinya
رَدٌّ
tertolak
عَمِلَ عَمَلًا
melakukan suatu amal
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Amal ibadah memerlukan dasar tuntunan, selain niat yang ikhlas.
Dua redaksi membahas pencetus dan pelaku: suatu amalan tidak menjadi benar hanya karena diwariskan atau dilakukan banyak orang. Dalam ibadah, santri perlu belajar dalil, tata cara, dan batasannya bersama guru yang memahami pembahasan.
Hadits 1 dan 5 saling melengkapi. Keikhlasan memperbaiki tujuan, sedangkan mengikuti tuntunan memperbaiki cara. Tujuan baik tidak membenarkan penambahan ketentuan ibadah tanpa dasar. Sebaliknya, bentuk lahiriah yang tepat tetap membutuhkan niat yang benar.
Pembahasan ini tidak disamakan begitu saja dengan semua alat dan pengaturan baru, seperti mikrofon, buku cetak, atau jadwal belajar. Penilaian perkara memerlukan pembedaan antara ibadah yang ditetapkan dan sarana pelaksanaannya. Perbedaan pendapat yang memiliki dasar dibahas dengan ilmu, bukan ejekan kepada kelompok lain.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Pisahkan contoh menjadi tata cara ibadah dan sarana belajar, lalu terangkan mengapa dasar penilaiannya perlu diperhatikan.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Apa tambahan makna riwayat kedua?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Ia mencakup orang yang melakukan amal tanpa tuntunan, meskipun bukan orang yang pertama kali mengada-adakannya.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “amal ibadah memerlukan dasar tuntunan, selain niat yang ikhlas.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak