Larangan dan kemampuan menjalankan perintah
Ketaatan membutuhkan kesungguhan sesuai kemampuan dan cara bertanya yang bertujuan memahami serta mengamalkan.
Arba’in an-Nawawi 9
Arba’in an-Nawawi, nomor 9 · Sahih
Latihan hafalan per bagian · 2 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛
Bagian 2
فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr, semoga Allah meridainya.
Apa yang aku larang kepada kalian, jauhilah. Apa yang aku perintahkan kepada kalian, lakukanlah sesuai kemampuan. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian ialah banyaknya pertanyaan mereka dan perselisihan mereka terhadap para nabi.
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
نَهَيْتُكُمْ
aku melarang kalian
فَاجْتَنِبُوهُ
maka jauhilah
أَمَرْتُكُمْ
aku memerintahkan kalian
اسْتَطَعْتُمْ
kalian mampu
مَسَائِلِهِمْ
pertanyaan-pertanyaan mereka
اخْتِلَافُهُمْ
perselisihan mereka
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Ketaatan membutuhkan kesungguhan sesuai kemampuan dan cara bertanya yang bertujuan memahami serta mengamalkan.
Larangan dijauhi dan perintah dilaksanakan semampunya. Kemampuan tidak dinilai hanya berdasarkan keinginan; seseorang berusaha lebih dahulu dan mempelajari ketentuan keringanan yang sah. Kesulitan dapat memengaruhi cara pelaksanaan tanpa menghapus seluruh tanggung jawab.
Kritik terhadap pertanyaan bukan larangan belajar. Hadits Jibril justru menunjukkan pendidikan melalui tanya jawab. Yang tercela ialah pertanyaan yang memberatkan tanpa manfaat, berkeras menolak penjelasan, atau mencari celah untuk tidak taat.
Di kelas, santri dilatih menyampaikan pertanyaan yang jelas, relevan, dan jujur tentang bagian yang belum dipahami. Guru dapat menjelaskan perbedaan antara meneliti dengan sungguh-sungguh dan mendebat untuk menang. Mengakui belum tahu lebih bermanfaat daripada bersikeras tanpa dasar.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Ubah satu pertanyaan yang bernada mengejek menjadi pertanyaan yang benar-benar mencari penjelasan.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Mengapa hadits ini tidak melarang semua pertanyaan?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Karena pertanyaan untuk belajar dibenarkan; yang diperingatkan ialah sikap bertanya yang memberatkan, menentang, dan menjauhkan dari pengamalan.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
Diriwayatkan dalam kitab sahih yang disebutkan pada rujukan.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “ketaatan membutuhkan kesungguhan sesuai kemampuan dan cara bertanya yang bertujuan memahami serta mengamalkan.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak