Menjaga perintah Allah
Tauhid, ketaatan, tawakal, dan kesabaran menjadi bekal menghadapi kehidupan sejak usia muda.
Arba’in an-Nawawi 19
Arba’in an-Nawawi, nomor 19 · Hasan sahih dalam nukilan an-Nawawi
Latihan hafalan per bagian · 4 bagian
Mulai dengan pengantar perawi, lalu petakan dialog atau seruan utama. Hafalkan satu bagian sampai lancar, sambungkan dari awal, lalu sertakan seluruh keterangan riwayat pengarang. Pembagian berikut hanya alat latihan; naskah di atas tetap utuh.
Bagian 1
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ،
Bagian 2
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ،
Bagian 3
وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ: «احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ،
Bagian 4
تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا».
Terjemahan makna matan
Sahabat perawi: Abul Abbas Abdullah bin Abbas, semoga Allah meridainya.
Ibnu Abbas berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi. Beliau bersabda, “Wahai anak muda, aku akan mengajarkan beberapa kalimat kepadamu. Jagalah ketentuan Allah, niscaya Dia menjagamu. Jagalah ketentuan Allah, niscaya engkau mendapati pertolongan-Nya di hadapanmu. Apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah; apabila engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” Dalam riwayat selain Tirmidzi: “Jagalah ketentuan Allah, niscaya engkau mendapati pertolongan-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah ketika lapang, niscaya Dia mengenalimu ketika sulit. Ketahuilah, sesuatu yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan sesuatu yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah, pertolongan menyertai kesabaran, kelapangan menyertai kesusahan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.”
Terjemah kata & frasa penting
Buka tiap kartu untuk melihat makna sesuai konteks. Pelajari terjemahan utuh agar kata tidak dipahami terpisah.
يَا غُلَامُ
wahai anak muda
احْفَظِ اللَّهَ
jagalah ketentuan Allah
اسْتَعَنْتَ
engkau memohon pertolongan
تُجَاهَكَ
di hadapanmu
رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ
pena-pena telah diangkat
الرَّخَاءِ
kelapangan
الشِّدَّةِ
kesulitan
الْفَرَجَ
jalan keluar atau kelapangan
Kosakata berisi kata dan frasa penting dengan arti sesuai konteks, bukan terjemahan otomatis setiap token. Terjemahan makna menerangkan pesan utuh; keterangan konteks tidak ditambahkan ke teks Arab.
Penjelasan & penerapan
Tauhid, ketaatan, tawakal, dan kesabaran menjadi bekal menghadapi kehidupan sejak usia muda.
“Menjaga Allah” tidak berarti Allah membutuhkan perlindungan. Maksudnya menjaga perintah, larangan, dan batas yang Dia tetapkan. Janji penjagaan tidak berarti orang taat tidak pernah sakit atau gagal; hubungan dengan Allah tidak dinilai hanya dari mudahnya keadaan dunia.
Meminta kepada Allah meneguhkan ketergantungan hati kepada-Nya. Hal ini tetap sejalan dengan meminta bantuan manusia pada perkara yang mampu mereka kerjakan, seperti belajar kepada guru atau mencari pertolongan ketika terancam. Menggunakan sebab yang benar merupakan bagian ikhtiar, bukan lawan tawakal.
Pena dan lembaran menggambarkan ketetapan Allah. Setelah berusaha, santri belajar menerima hasil tanpa terus menyalahkan diri atas hal yang tidak dapat diubah. Penerimaan tidak menghapus evaluasi: kesalahan cara tetap dipelajari agar usaha berikutnya lebih baik.
Riwayat tambahan memperluas pesan: hubungan dengan Allah dibangun juga ketika lapang, dan kesabaran menyertai perjuangan melewati kesulitan. Pada hafalan, bedakan riwayat Tirmidzi dan tambahan riwayat lain sebagaimana ditandai an-Nawawi. Keduanya termasuk naskah Arba’in yang dipelajari di sini.
Coba dalam kehidupan sehari-hari
Ambil satu target belajar. Bedakan usaha pribadi, bantuan yang perlu diminta, doa, dan sikap menerima hasil.
Pikirkan sebelum membuka jawaban
Apakah tawakal melarang meminta pertolongan guru atau tenaga ahli?
Jawaban tidak dikirim sebagai nilai resmi.
Buka pedoman jawaban
Tidak. Bantuan yang wajar merupakan sebab yang boleh ditempuh; ketergantungan hati dan hasil akhirnya tetap kepada Allah.
Latihan kosakata
Cocokkan kata atau frasa dengan maknanya.
Catat kemajuanmu
Tersimpan di peramban ini. Setoran tetap diperiksa dan disahkan guru.
Riwayat & status hadits
An-Nawawi menukil penilaian hasan sahih dari Tirmidzi. Pernyataan pengarang dipertahankan dalam matan kitab; penilaian dicantumkan dengan atribusinya.
Matan Arba’in an-Nawawi; pembanding teks Islamhouse dan Sunnah.com. Catatan pembelajaran dan sumber bernomor merupakan tambahan penyunting, terpisah dari teks kitab. Rujukan kitab asal di bawah digunakan untuk perbandingan; naskah hafalan mengikuti redaksi Arba’in, sehingga tidak setiap lafaz dan keterangan persis sama dengan satu jalur pada kitab asal.
Catatan penyuntingan materi ini
Pengantar perawi, matan, riwayat tambahan, dan keterangan pengarang dipertahankan/dilengkapi; tanda baca ditata untuk hafalan.
Rujukan yang ditampilkan adalah pilihan sumber untuk memeriksa lafaz dan penilaian, bukan daftar seluruh jalur periwayatan. Nomor dapat berbeda antarcetakan.
Panduan pendampingan guru
Tujuan: santri mampu membaca naskah dengan tepat, menjelaskan “tauhid, ketaatan, tawakal, dan kesabaran menjadi bekal menghadapi kehidupan sejak usia muda.”, dan menanggapi kasus pada latihan.
Alokasi fleksibel: 1–2 pertemuan atau sesuai kesiapan. Dahulukan ketepatan; panjang teks berbeda antarhadits.
- Talqin dan koreksi bacaan, termasuk nama perawi serta keterangan riwayat.
- Bahas kosakata dan alur makna sebelum hafalan per bagian.
- Simak hafalan bersambung dan murajaah materi sebelumnya.
- Minta santri menjawab kasus dengan bahasa sendiri, lalu beri umpan balik.
Bawa naskah ke ruang belajar
PDF A4 untuk dicetak