Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Pengarang dan adab pembukaan · Bait ١ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- يقول
- berkata
- راجي عفو
- orang yang mengharapkan ampunan
- رب سامع
- Tuhan Yang Maha Mendengar
- محمد بن الجزري
- Muhammad bin al-Jazari
- الشافعي
- yang bermazhab Syafi‘i
Terjemahan bait ١
Muhammad bin al-Jazari, yang bermazhab Syafi‘i dan mengharapkan ampunan Tuhan Yang Maha Mendengar, berkata:
Syarah · keterangan lengkap
Siapa yang berbicara?
Bait ini memperkenalkan penutur nazam: Muhammad bin al-Jazari. Susunan Arab mendahulukan sifatnya sebagai orang yang mengharapkan ampunan, kemudian menyebut namanya. Karena itu, terjemahan Indonesia menata kembali urutannya agar jelas tanpa mengubah maksud. Sebutan al-Jazari adalah nisbah, sedangkan asy-Syafi‘i menunjukkan mazhab fikih yang dinisbahkan kepadanya; keduanya bukan nama hukum tajwid.
Mengapa dimulai dengan harapan ampunan?
Lafaz rājin menunjukkan orang yang berharap. Pengarang menampilkan dirinya sebagai hamba yang membutuhkan ampunan, sekalipun memiliki keahlian dalam ilmu bacaan. Sikap ini memberi arah bagi pelajar: ketelitian membaca Al-Qur’an semestinya disertai kerendahan hati. Kemampuan menyebut nama sifat huruf tidak menjadi alasan untuk meremehkan orang yang baru belajar.
Makna Tuhan Yang Maha Mendengar
Kata sāmi‘ menerangkan Rabb yang disebut sebelumnya. Dalam konteks pembukaan ini, pengarang berharap doanya didengar dan kesalahannya diampuni. Bait belum merinci sebuah kaidah pengucapan. Pembaca perlu membedakan bagian doa, identitas pengarang, dan isi pelajaran agar tidak menganggap setiap kalimat dalam nazam sebagai perintah teknis mengenai suara.
Cara mempelajari bait
Baca dua penggal sebagai satu kalimat yang belum selesai: “Muhammad bin al-Jazari berkata…”. Pernyataan yang diucapkannya berlanjut pada bait berikutnya. Setelah memahami susunan itu, hafalkan sambil menjaga bunyi ‘ain pada ‘afw dan sāmi‘. Hafalan syair membantu mengingat materi; cara membaca ayat Al-Qur’an tetap mengikuti riwayat bacaan, bukan tuntutan irama syair.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
يقول راجي عفو رب سامع
Yaqūlu adalah fi‘il mudhari‘. Rājī berfungsi sebagai fa‘il dan menjadi mudhaf kepada ‘afw; ‘afw beridhafah kepada Rabb. Sāmi‘ menjadi sifat bagi Rabb. Nama Muhammad menjelaskan identitas pelaku yang telah disebut melalui sifatnya, dengan wajah i‘rab badal atau ‘athaf bayan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait pertama mengenalkan penutur; bait ٢–٣ membuka ucapannya dengan pujian dan doa. Ketiganya membentuk satu pengantar sebelum tujuan kitab dijelaskan pada bait ٤.
Intisari & faedah
- Kenali penutur dan hubungan antarbait sebelum menerjemahkan.
- Keahlian membaca sejalan dengan kerendahan hati dan kesiapan dikoreksi.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Seorang pelajar sudah hafal nama-nama makhraj lalu menertawakan temannya yang belum fasih.
Cara membaca / memahami
Gunakan pembukaan ini untuk menata adab: koreksi bacaan tertentu dengan contoh yang dapat ditiru, lalu beri kesempatan mengulang.
Yang perlu diperhatikan
Kerendahan hati tidak berarti mengabaikan kesalahan bacaan; ketelitian dan kelembutan dapat berjalan bersama.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Thaha: ١١٤
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًۭا
Inti makna
Allah Mahatinggi sebagai Raja yang benar; Nabi diminta tidak tergesa menerima bacaan sebelum wahyu selesai dan berdoa memohon tambahan ilmu.
Kaitan dengan bait
Doa memohon tambahan ilmu mendukung sikap belajar dalam pengantar. Ayat ini bukan sumber penetapan jumlah makhraj.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Siapakah yang disebut “orang yang mengharapkan ampunan” dalam bait ini?
Lihat pembahasan jawaban
Muhammad bin al-Jazari. Kalimat Arab menyebut sifatnya terlebih dahulu, kemudian menjelaskan namanya. Sifat itu menunjukkan adab pengarang, bukan tokoh lain yang sedang ia kutip.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
يقول
berkata
راجي عفو
orang yang mengharapkan ampunan
رب سامع
Tuhan Yang Maha Mendengar
محمد بن الجزري
Muhammad bin al-Jazari
الشافعي
yang bermazhab Syafi‘i
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
يَقُولُ رَاجِي عَفْوِ رَبٍّ سَامِعِ
Buka penggal ٢
مُحَمَّدُ بْنُ الْجَزَرِيِّ الشَّافِعِي
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 1 — Pengarang dan sikap rendah hati saat belajarNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
ناظمُ الكَتاب وأدبُ العالِم
يَبدأ النّاظِم بالتعريف بنفسه: هو الإمام محمد بن محمد، المعروف بابن الجَزَرِيّ، الشافعيّ المذهب. ويصف نفسه بأنه يرجو عفو رَبّه. ففي هذا تعليم لطالب العِلْم أن يجمع بين الاجتهاد وَالتَّواضع؛ فلا يغترّ بحفظه، ولا يستغني بعلمه عن عون الله. و«سامع» وصف للرَّبّ سبحانه، لا اسم لشخص آخر.
افتح الدرس والتدريب