Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Hamzah washal · Bait ١٠١ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وابدأ
- dan mulailah
- بهمز الوصل
- dengan hamzah washal
- من فعل بضم
- pada kata kerja, dengan dhammah
- إن كان ثالث
- jika huruf ketiga
- من الفعل يضم
- dari kata kerja diberi dhammah
Terjemahan bait ١٠١
Mulailah hamzah washal pada kata kerja dengan dhammah apabila huruf ketiga kata kerja itu berdhammah asli.
Syarah · keterangan lengkap
Fungsi hamzah washal
Bahasa Arab tidak memulai pengucapan dari huruf sukun. Hamzah washal membantu pembaca memulai kata yang bagian awalnya memerlukan pengantar vokal. Hamzah ini dibunyikan ketika memulai, tetapi tidak dibaca ketika kata disambungkan dari sebelumnya. Ini berbeda dari hamzah qath‘ yang tetap dibunyikan pada awal maupun sambungan menurut kaidahnya.
Melihat huruf ketiga
Pada kata kerja dengan hamzah washal, perhatikan huruf ketiga dengan menghitung dari hamzah awal yang tertulis. Jika huruf ketiga berdhammah asli, hamzah awal dibaca dhammah ketika memulai, seperti u‘budu dan unzhur. Hukum ini tidak berlaku pada setiap kata yang terlihat diawali alif; terlebih dahulu pastikan jenis hamzah dan bentuk katanya.
Dhammah asli, bukan sementara
Pada imsyu, iqdhu dalam bentuk اقضوا, ibnu dalam ابنوا, dan i’tu dalam ائتوا, tampak dhammah pada bagian tertentu akibat pembentukan kata. Hamzah awalnya tidak otomatis menjadi dhammah, sebab yang dinilai adalah dhammah asli yang menetap. Contoh-contoh ini perlu dipelajari melalui bentuk dasar dan talaqqi; tampilan satu harakat tanpa analisis dapat menyesatkan.
Saat disambung
Jika u‘budu didahului kata sebelumnya dan dibaca sambung, hamzah washal tidak dibunyikan lagi. Misalnya pada ya ayyuha an-nasu‘budu, sambungan mengikuti kaidah bacaan rangkaian ayat; jangan menyisipkan awal “u” baru seolah-olah memulai ulang. Latih dua keadaan secara terpisah: mulai dari kata, lalu sambungkan dari frasa sebelumnya.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٤٦ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
إن كان ثالث من الفعل يضم
Tsalis adalah isim kana; yudhammu menerangkan keadaannya sebagai huruf yang berdhammah. Syarah membatasi dhammah itu sebagai asli, bukan yang muncul sementara.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Dhammah merupakan satu cabang; kasrah pada kata kerja dan isim dirinci dua bait berikutnya.
Intisari & faedah
- Hamzah washal dibunyikan ketika memulai dan gugur dalam sambungan.
- Dhammah huruf ketiga harus asli agar hamzah awal dibaca dhammah.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Memulai dari u‘budu pada Al-Baqarah: ٢١.
Cara membaca / memahami
Periksa dhammah asli pada huruf ketiga, lalu mulai dengan hamzah berdhammah.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menerapkan rumus ini hanya berdasarkan dhammah sementara pada bentuk seperti imsyu.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Baqarah: ٢١
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Inti makna
Manusia diperintah beribadah kepada Tuhan yang menciptakan mereka dan generasi sebelumnya agar bertakwa.
Kaitan dengan bait
U‘budu menjadi contoh hamzah washal yang dibaca dhammah ketika memulai.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah setiap kata kerja yang huruf ketiganya tampak dhammah dimulai dengan dhammah?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Dhammah itu harus asli; dhammah sementara mempunyai rincian berbeda.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وابدأ
dan mulailah
بهمز الوصل
dengan hamzah washal
من فعل بضم
pada kata kerja, dengan dhammah
إن كان ثالث
jika huruf ketiga
من الفعل يضم
dari kata kerja diberi dhammah
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَابْدَأْ بِهَمْزِ الْوَصْلِ مِنْ فِعْلٍ بِضَمّ
Buka penggal ٢
إِنْ كَانَ ثَالِثٌ مِنَ الْفِعْلِ يُضَمّ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 101 — Memulai hamzah washal dengan dhammahNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
البدءُ بِهَمْزة الوَصْل
هَمْزة الوَصْل تثبت عند الابتِداء وتسقط في درج الكلام. في الفعل نَبدأ بها مَضْمومة إذا كان حرفه الثالث مضمومًا ضمًّا أصليًّا، مثل «اُعْبُدُوا» و«اُنْظُرْ». ويُحسب الثالث من الأَلِف المكتوبة. أمّا الضمّ العارض فلا يكفي، ولذلك نَبدأ «امْشُوا» بِالكَسْر. نتعلّم أصل الحَرَكة، ولا نحكم من ظاهرها وحده.
افتح الدرس والتدريب