Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Hamzah washal · Bait ١٠٣ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- ابن
- anak laki-laki
- مع ابنت
- bersama anak perempuan
- امرئ
- seorang laki-laki
- واثنين
- dan dua laki-laki atau dua bentuk mudzakkar
- وامرأة
- dan seorang perempuan
- واسم
- dan nama
- مع اثنتين
- bersama dua perempuan atau dua bentuk muannats
Terjemahan bait ١٠٣
Isim-isim itu ialah ibn, ibnat, imri’, itsnayn, imra’ah, ism, dan itsnatayn.
Syarah · keterangan lengkap
Daftar sima‘i dalam Al-Qur’an
Tujuh kata ini memiliki hamzah washal berdasarkan pemakaian bahasa yang diterima. Ketika mulai dari katanya, hamzah dibaca kasrah: ibn, ibnah, imru’, itsnan, imra’ah, ism, dan itsnatan sesuai bentuk i‘rabnya. Nazam menyebut beberapa dalam bentuk majrur atau manshub karena susunan syair; perubahan akhir kata tidak mengubah hukum hamzah awalnya.
Bentuk tunggal dan dua
Ibn berarti anak laki-laki, ibnah anak perempuan, imru’ seorang laki-laki, imra’ah seorang perempuan, dan ism nama. Itsnan serta itsnatan adalah bentuk dua dengan perbedaan gender gramatikal. Bentuk itsnayn dan itsnatayn pada nazam merupakan bentuk nashab atau jar, bukan kata lain yang mempunyai hukum awal berbeda.
Awal dibaca, sambungan tidak
Jika memulai dari ism, bunyikan hamzah kasrah. Dalam rangkaian bi-smi, hamzah washal tidak diucapkan. Demikian pula ibnata pada Maryama ibnata ‘Imran disambungkan tanpa membuat hamzah qath‘ baru. Jangan menafsirkan hilangnya bunyi hamzah dalam sambungan sebagai hilangnya kata atau perubahan makna; itu memang fungsi hamzah washal.
Hubungkan dengan rasm dan latihan
Ibnat pada At-Tahrim: ١٢ sudah dipelajari dari sisi ta terbuka. Kini kata yang sama diperhatikan awalnya. Latih mulai dari kata, lalu sambungkan dari kata sebelumnya, dan terakhir baca ayat lengkap. Bila suatu bentuk mempunyai rincian khusus dalam mushaf atau pertemuan dua sukun, tanyakan contoh itu secara utuh kepada guru agar aturan dasar tidak diterapkan di luar tempatnya.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٤٨ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
ابن مع ابنت امرئ
Nama-nama ini merinci al-asma’ pada bait sebelumnya. Bentuk majrur mengikuti susunan daftar dan tidak menentukan harakat hamzah ketika memulai.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Ibnat menghubungkan pelajaran ta terbuka dengan hamzah washal; daftar ini menyelesaikan cabang isim.
Intisari & faedah
- Tujuh isim ini dimulai dengan hamzah washal berkasrah.
- Perubahan akhir seperti itsnan–itsnayn tidak mengubah hukum hamzah awal.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Membaca ism secara terpisah lalu bismi rabbika pada Al-‘Alaq: ١.
Cara membaca / memahami
Saat mulai dari ism, bunyikan kasrah awal; saat tersambung dengan ba, baca bismi tanpa hamzah tambahan.
Yang perlu diperhatikan
Jangan membaca bi-ismi dengan jeda atau hamzah qath‘ buatan.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-‘Alaq: ١
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
Inti makna
Perintah membaca dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan.
Kaitan dengan bait
Bismi rabbika menunjukkan gugurnya hamzah washal dalam sambungan.
Buka sumber lengkap ↗QS At-Tahrim: ١٢
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
وَمَرْيَمَ ٱبْنَتَ عِمْرَٰنَ ٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِۦ وَكَانَتْ مِنَ ٱلْقَٰنِتِينَ
Inti makna
Maryam putri ‘Imran dipuji karena menjaga kehormatan, membenarkan firman serta kitab Tuhan, dan termasuk orang yang taat.
Kaitan dengan bait
Maryama ibnata ‘Imran menjadi contoh lain isim berhamzah washal.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah itsnan dan itsnayn mempunyai hukum hamzah awal yang berbeda?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Keduanya bentuk i‘rab dari kata yang sama dan dimulai dengan hamzah washal berkasrah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ابن
anak laki-laki
مع ابنت
bersama anak perempuan
امرئ
seorang laki-laki
واثنين
dan dua laki-laki atau dua bentuk mudzakkar
وامرأة
dan seorang perempuan
واسم
dan nama
مع اثنتين
bersama dua perempuan atau dua bentuk muannats
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
ابْنٍ مَعَ ابْنَتِ امْرِئٍ وَاثْنَيْنِ
Buka penggal ٢
وَامْرَأَةٍ وَاسْمٍ مَعَ اثْنَتَيْنِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 103 — Tujuh isim berhamzah washalNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
أسماءٌ بِهَمْزة وَصْل
الأسماء المذكورة: ابن، وابنة، وامرؤ، واثنان، وامرأة، واسم، واثنتان. نَبدأ هَمْزة الوَصْل فيها بِالكَسْر، مع بقاء آخر الكَلِمة تابعًا لموقعها من الجملة. فـ«اثنين» و«اثنتين» صورتان إعرابيّتان، لا قاعدتان جديدتان للهمزة. قارن بدء «اِسْم» بِوَصْل «بِسْم»، وبدء «اِبْنَت» بوصلها بما قبلها.
افتح الدرس والتدريب