Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ١٦
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ujung lidah, bibir, dan ghunnah · Bait ١٦ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
والطاء والدال وتا
dan tha (ط), dal, serta ta
منه ومن عليا الثنايا
dari ujung lidah dan daerah gigi seri atas
والصفير مستكن
dan huruf-huruf shafir bertempat
Terjemahan bait ١٦

Tha (ط), dal, dan ta keluar dari ujung lidah bersama pangkal gigi seri atas. Adapun huruf-huruf shafir bertempat (pada daerah yang diterangkan berikutnya).

Syarah · keterangan lengkap

Membaca kata ganti dengan tepat

Minhu, “darinya”, kembali kepada ujung lidah yang disebut dalam bait ١٥. Pengarang tidak perlu mengulang nama anggota tersebut karena konteksnya masih berlanjut. Tiga huruf yang disebut adalah ط، د، ت. Dalam penjelasan Indonesia, bentuk Arab disertakan agar nama tha untuk ط tidak tertukar dengan tsa, ث, yang muncul pada bait ١٧.

Daerah sentuhan tiga huruf

Ujung lidah berhubungan dengan daerah pangkal gigi seri atas dan gusi yang terkait. Kata ‘ulyā al-tsanāyā tidak berarti menggunakan seluruh gigi atas. Identitas masing-masing huruf ditentukan pula oleh sifat: ط memiliki isti‘la dan ithbaq, د tidak; ت memiliki hams, sedangkan dua lainnya berbeda dalam sifat tersebut.

Jangan menambahkan vokal

Ketika ta atau dal sukun, jangan menyisipkan bunyi “e” atau “a” sesudahnya agar terdengar lebih jelas. Penutupan dan pelepasan bunyi mengikuti sifat huruf. Dal dan tha memiliki qalqalah ketika sukun, sedangkan ta tidak termasuk huruf qalqalah. Perbedaan itu dibahas lebih lanjut pada bait ٢٤ dan ٣٩.

Shafir masih bersambung

Penggal terakhir menyebut shafir, suara desis khas pada shad, zai, dan sin. Lokasinya dijelaskan pada awal bait ١٧. Sebutan shafir di sini digunakan untuk mewakili huruf-huruf pemilik sifat itu, bukan bunyi siulan tambahan yang harus dibuat dengan bibir. Pelajar cukup mengenali nama kelompoknya dahulu, lalu mengikuti rincian tempatnya.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٢٢ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

الطاءُ والدال والتاء

تَخرج الطاء والدال والتاء من طَرَف اللِّسان مع أصول الثَّنايا العُليا. تتقارب في المَخْرج، وَتَختلف في الصِّفات: فالطاء مُطبَقة مستعلية، والدال والتاء مستفلتان. جرّب «أَطْ، أَدْ، أَتْ» بِسَماع المعلّم. وَيَبدأ آخر البَيْت الحَديث عن حُروف الصَّفير، ويكتمل وصف موضعها في البَيْت التالي.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

منه ومن عليا الثنايا والصفير مستكن

Dhamir minhu menunjuk ujung lidah dari bait sebelumnya. Al-shafīru menjadi mubtada dan mustakinn menjadi khabar; maksudnya huruf-huruf yang memiliki sifat shafir. Keterangan tempatnya berlanjut pada bait ١٧.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مستكن

Akar
ك ن ن
Pola / bentuk
مُسْتَفْعِل؛ اسم فاعل من استكنّ

Mustakinn berarti bertempat atau tersembunyi menetap. Bentuknya mengalami idgham pada nun karena akar yang berhuruf ganda. Dalam konteks ini ia menunjukkan lokasi pembentukan huruf shafir.

Hubungan bait

Bait ١٦ memakai keterangan ujung lidah dari bait ١٥. Shafir diteruskan pada bait ١٧ dan ٢٤; qalqalah dal serta tha dijelaskan pada bait ٣٩.

Intisari & faedah
  1. Tha, dal, dan ta berdekatan daerah makhraj tetapi berbeda sifat.
  2. Ta tidak termasuk huruf qalqalah; jangan menyamakan semua huruf sukun.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Pelajar menambahkan pantulan seperti qalqalah pada setiap ta sukun.

Cara membaca / memahami

Ia membandingkan ta dengan dal sukun, mengenali hams pada ta dan qalqalah pada dal, lalu menirukan contoh yang benar.

Yang perlu diperhatikan

Napas pada ta tidak boleh berubah menjadi satu suku kata baru atau bunyi ha tambahan.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Fatihah: ٧

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Inti makna

Jalan yang dimohon ialah jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai ataupun tersesat.

Kaitan dengan bait

Ta sukun pada أَنْعَمْتَ memberi bahan pengamatan. Ia dibaca sesuai makhraj dan hams, tanpa diberi qalqalah seperti dal.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa tiga huruf dalam satu daerah makhraj tetap harus dilatih terpisah?

Lihat pembahasan jawaban

Karena sifatnya berbeda. Tha memiliki isti‘la dan ithbaq, ta memiliki hams, dan dal memiliki ciri sendiri; kesamaan daerah tidak menyamakan bunyi.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والطاء والدال وتا

dan tha (ط), dal, serta ta

منه ومن عليا الثنايا

dari ujung lidah dan daerah gigi seri atas

والصفير مستكن

dan huruf-huruf shafir bertempat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَالطَّاءُ وَالدَّالُ وَتَا مِنْهُ وَمِنْ

Buka penggal ٢

عُلْيَا الثَّنَايَا وَالصَّفِيرُ مُسْتَكِنْ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 16 — Tha, dal, ta, dan pengantar huruf shafirNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan