Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ١٧
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ujung lidah, bibir, dan ghunnah · Bait ١٧ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
منه ومن فوق الثنايا السفلى
dari ujung lidah dan daerah di atas gigi seri bawah
والظاء والذال وثا
dan zha, dzal, serta tsa
للعليا
pada gigi seri atas
Terjemahan bait ١٧

Huruf-huruf shafir keluar dari ujung lidah dan daerah di atas gigi seri bawah. Zha, dzal, dan tsa berhubungan dengan gigi seri atas (melalui kedua ujung yang diterangkan berikutnya).

Syarah · keterangan lengkap

Makhraj shad, zai, dan sin

Bagian awal melengkapi shafir pada bait ١٦. Tiga hurufnya adalah ص، ز، س, yang dibentuk dengan ujung lidah dekat daerah gigi seri bawah sehingga suara lewat pada celah yang sesuai. Ujung lidah tidak dimajukan ke ujung gigi atas seperti pada tsa. Cara ini menjaga desis shafir tetap berbeda dari bunyi huruf-huruf berikutnya.

Desis tidak sama dengan hams

Shafir adalah sifat desis khas, sedangkan hams berkaitan dengan mengalirnya napas. Sin dan shad termasuk hams, tetapi zai termasuk jahr. Jadi, mendengar desis pada zai bukan alasan memasukkannya ke kelompok hams. Satu huruf dapat memiliki beberapa sifat yang membicarakan sisi bunyi yang berlainan.

Zha, dzal, dan tsa

Kelompok berikutnya ialah ظ، ذ، ث. Matan baru menyebut hubungannya dengan gigi seri atas; awal bait ١٨ memperjelas bahwa yang dimaksud adalah ujung lidah dan ujung gigi seri atas. Ketiga huruf ini tidak diganti dengan z, d, atau s dalam kebiasaan bahasa Indonesia, walaupun padanan Latin kadang tampak mirip.

Pasangan untuk latihan

Bandingkan س dengan ث, lalu ز dengan ذ, dan akhirnya ض dengan ظ bersama pengajar. Amati daerah ujung lidah serta bunyi yang dihasilkan. Pada ظ juga terdapat isti‘la dan ithbaq sehingga ia berbeda dari ذ. Jangan memajukan lidah secara berlebihan atau menggigitnya; cukup bentuk hubungan alat ucap yang sesuai contoh.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٢٣ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

الصَّفير والظاء وأختاها

الصاد والزاي والسين تَخرج من طَرَف اللِّسان مع المنطقة القريبة من الثَّنايا السُّفلى، ويجري الصَّوت بين الأَسنان. أمّا الظاء والذال والثاء فمن طَرَف اللِّسان مع أطراف الثَّنايا العُليا. فلا تجعل السين ثاءً بإخراج اللِّسان، ولا تحبس طرفه داخل الفم عند نطق الثاء حتى تصير سينًا.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

والظاء والذال وثا للعليا

Nama-nama huruf disusun dengan ‘athaf. Lil-‘ulyā menunjuk gigi seri atas dari konteks al-tsanāyā. Keterangan min tharfaihimā pada bait ١٨ melengkapi hubungan yang dimaksud, sehingga kalimat harus dibaca lintas bait.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

السفلى والعليا

Akar
س ف ل ؛ ع ل و
Pola / bentuk
فُعْلَى؛ مؤنث أسفل وأعلى

Al-suflā berarti yang bawah dan al-‘ulyā yang atas. Keduanya menjadi penunjuk letak gigi dalam pembahasan, bukan kategori kuat-lemahnya huruf.

Hubungan bait

Bait ١٧ menyelesaikan makhraj shafir dan mengawali kelompok zha–dzal–tsa. Bait ١٨ melengkapinya; bait ٥٢ memperinci perbedaan dhad dan zha.

Intisari & faedah
  1. Shafir dan hams mengukur sisi bunyi yang berbeda.
  2. Zha, dzal, dan tsa tidak diganti dengan bunyi z, d, atau s biasa.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Pelajar membaca ثُمَّ dengan bunyi sin.

Cara membaca / memahami

Ia membandingkan tsa dan sin: tsa melibatkan ujung lidah dengan ujung gigi seri atas, sedangkan sin memakai daerah shafir.

Yang perlu diperhatikan

Perbandingan kata untuk latihan tidak berarti mengganti lafaz ayat saat tilawah; ulangi lafaz yang benar sesudah memahami perbedaannya.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Baqarah: ٧

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَٰرِهِمْ غِشَٰوَةٌۭ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ

Inti makna

Penolakan mereka digambarkan dengan hati dan pendengaran yang tertutup serta pandangan yang terhalang; azab besar menanti mereka.

Kaitan dengan bait

Lafaz عَظِيمٌ memuat zha. Ia dapat dipakai untuk mengamati perbedaan zha dari dzal dan dhad melalui contoh suara pengajar.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah semua huruf shafir termasuk hams?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Sin dan shad termasuk hams, sedangkan zai termasuk jahr. Shafir adalah sifat desis; hams adalah aliran napas, sehingga keduanya tidak identik.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

منه ومن فوق الثنايا السفلى

dari ujung lidah dan daerah di atas gigi seri bawah

والظاء والذال وثا

dan zha, dzal, serta tsa

للعليا

pada gigi seri atas

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

مِنْهُ وَمِنْ فَوْقِ الثَّنَايَا السُّفْلَى

Buka penggal ٢

وَالظَّاءُ وَالذَّالُ وَثَا لِلْعُلْيَا

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 17 — Shafir serta zha, dzal, dan tsaNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan