Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ١٨
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ujung lidah, bibir, dan ghunnah · Bait ١٨ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
من طرفيهما
dari kedua ujungnya
ومن بطن الشفة
dan dari bagian dalam bibir
فالفا
maka fa
مع اطراف الثنايا المشرفة
bersama ujung gigi seri yang berada di atas
Terjemahan bait ١٨

(Zha, dzal, dan tsa keluar) melalui ujung lidah dan ujung gigi seri atas. Fa keluar dari bagian dalam bibir (bawah) bersama ujung gigi seri atas.

Syarah · keterangan lengkap

Apa rujukan dua ujung?

Dhamir -himā menunjuk lidah dan gigi seri atas dalam rangkaian sebelumnya. Dengan demikian, bagian awal bait menyelesaikan makhraj ظ، ذ، ث. Membaca “kedua ujungnya” tanpa menjelaskan rujukan akan membingungkan. Terjemahan makna menampilkan lidah dan gigi seri agar hubungan antarbait tersebut terlihat oleh pelajar.

Berpindah ke bibir

Sesudah menyelesaikan kelompok lidah, pengarang beralih ke fa. Fa dibentuk melalui bagian dalam bibir bawah yang berhubungan dengan ujung gigi seri atas. Bibir yang dimaksud bukan bibir atas; syarah menjelaskan batas ini dari bentuk pengucapan. Pelajar tidak perlu menggigit kuat-kuat atau menarik bibir berlebihan untuk membentuk fa.

Membedakan fa dan ba

Fa memiliki aliran napas dan memakai bibir bawah bersama gigi, sedangkan ba memakai dua bibir yang menutup. Dalam kebiasaan beberapa bahasa, fa dapat terganti dengan p. Pergantian tersebut mengubah identitas huruf. Latih فَ، فِ، فُ kemudian kata yang memuat fa, sambil memastikan masih terdengar aliran bunyi fa yang wajar.

Latihan dalam kata

Kata فِيهِ dapat dipakai sebagai awal yang sederhana. Mula-mula bentuk fa, lalu lanjutkan ke ya mad dan ha tanpa memutus kata menjadi bunyi-bunyi tambahan. Cermin dapat membantu melihat posisi bibir, tetapi hasil akhirnya tetap perlu didengar. Pengamatan visual tidak menunjukkan seluruh karakter napas dan suara yang membedakan huruf.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٢٣ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

طرفُ اللِّسان وبطن الشفة

«من طرفيهما» تتمّة لوصف الظاء والذال والثاء: طَرَف اللِّسان وأطراف الثَّنايا العُليا. ثم يَذكر الفاء، ومخرجها باطن الشفة السُّفلى مع أطراف الثَّنايا العُليا. لامس المَوضِع برفق، ودَع الهواء يجري؛ فلا تضغط الشفة ضغطًا يقطع الصَّوت، ولا تضمّ الشَّفتين كما تفعل في الباء.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

من طرفيهما ومن بطن الشفة فالفا

Min tharfaihimā berkaitan dengan makhraj kelompok sebelumnya. Tharafai adalah bentuk mutsanna dalam keadaan jar dan beridhafah kepada dhamir -himā. Pada bagian kedua dipahami bahwa makhraj fa berasal dari bagian dalam bibir beserta ujung gigi atas.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

طرفيهما

Akar
ط ر ف
Pola / bentuk
مثنى طَرَف مع ضمير التثنية

Tharafai adalah dua ujung dalam keadaan jar. Akhiran -himā berarti “keduanya”, yaitu lidah dan gigi seri atas dalam konteks. Bentuk mutsanna ini membantu menjelaskan gerak dua bagian alat ucap.

Hubungan bait

Bait ini menyelesaikan kelompok zha, dzal, dan tsa dari bait ١٧. Fa mendahului tiga huruf bibir pada bait ١٩ dan menjadi perhatian dalam izhar mim pada bait ٦٤.

Intisari & faedah
  1. Fa memakai bibir bawah dan ujung gigi seri atas.
  2. Rujukan kata ganti dalam matan harus dilacak ke bait sebelumnya.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Pelajar mengucapkan fa seperti p karena menutup kedua bibir sepenuhnya.

Cara membaca / memahami

Ia menempatkan bibir bawah terhadap ujung gigi seri atas dan menirukan aliran suara fa dalam kata pendek.

Yang perlu diperhatikan

Kontak alat ucap dilakukan ringan; jangan menggigit kuat atau menambahkan bunyi “pe” setelah fa.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Baqarah: ٢

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًۭى لِّلْمُتَّقِينَ

Inti makna

Al-Qur’an tidak diragukan kebenarannya dan menjadi petunjuk bagi orang bertakwa.

Kaitan dengan bait

Lafaz فِيهِ memuat fa di awal, diikuti ya mad. Bacalah sebagai satu kata tanpa mengganti fa dengan p.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa keterangan bibir bawah ditambahkan pada terjemahan dalam kurung?

Lihat pembahasan jawaban

Karena matan menyebut bibir secara ringkas, sedangkan syarah menjelaskan bahwa fa melibatkan bagian dalam bibir bawah dengan ujung gigi seri atas. Kurung menandai penjelas konteks.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

من طرفيهما

dari kedua ujungnya

ومن بطن الشفة

dan dari bagian dalam bibir

فالفا

maka fa

مع اطراف الثنايا المشرفة

bersama ujung gigi seri yang berada di atas

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

مِنْ طَرَفَيْهِمَا وَمِنْ بَطْنِ الشَّفَةِ

Buka penggal ٢

فَالْفَا مَعَ اطْرَافِ الثَّنَايَا الْمُشْرِفَةِ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 18 — Ujung lidah, gigi seri, dan makhraj faNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan