Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ١٩
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ujung lidah, bibir, dan ghunnah · Bait ١٩ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
للشفتين
dari kedua bibir
الواو باء ميم
waw, ba, dan mim
وغنة
dan ghunnah
مخرجها الخيشوم
tempat keluarnya adalah rongga hidung
Terjemahan bait ١٩

Dari kedua bibir keluar waw, ba, dan mim. Adapun ghunnah, tempat keluarnya ialah rongga hidung.

Syarah · keterangan lengkap

Tiga huruf dari dua bibir

Waw yang dimaksud di sini ialah waw nonmad. Bibir membulat dengan celah yang sesuai ketika mengucapkannya. Ba dan mim melibatkan pertemuan kedua bibir, tetapi karakter suara keduanya tidak sama. Waw mad sudah dikelompokkan pada al-jauf dalam bait ١٠; pembedaan fungsi ini mencegah pembaca merasa ada pertentangan antarbait.

Ba dan mim

Pada ba terdapat penutupan lalu pelepasan suara yang sesuai sifatnya. Mim memiliki suara ghunnah melalui rongga hidung. Jangan menutup hidung atau menekan bibir kuat-kuat ketika berusaha membuat mim jelas. Kesempurnaan mim tidak diukur dari kerasnya tekanan bibir; yang diperhatikan adalah identitas huruf dan ghunnah yang sesuai keadaan bacaannya.

Apa itu ghunnah?

Ghunnah ialah suara dengung yang terkait dengan nun dan mim. Al-khaisyum menerangkan jalur dengung tersebut. Ini bukan huruf hijaiyah tambahan dan bukan aturan bahwa semua bacaan harus dibuat sengau. Kadar tampaknya ghunnah berbeda menurut keadaan nun atau mim: bertasydid, diidghamkan, diikhfakan, atau dibaca jelas. Rinciannya datang pada bait ٦٢–٦٨.

Latihan mendengar dengung

Bandingkan ba dan mim, lalu baca إِنَّ dan ثُمَّ dengan contoh guru. Pada nun dan mim bertasydid, ghunnah dipelihara sekitar dua harakat menurut pengajaran bacaan yang dipakai. Harakat mengikuti tempo, bukan hitungan detik kaku. Jangan memindahkan durasi ini secara rata ke setiap mim atau nun berharakat biasa.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٢٤ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

الشفتان والخَيْشوم

تَخرج الباء والميم بانطباق الشَّفتين، والواو غير المَدّية بضمّهما مع بقاء فرجة. أمّا واو المَدّ فسبق أنها من الجوف. والخَيْشوم تجويف في أعلى الأنف، وهو مَخْرج الغُنّة. لا نَجعل كل الحُروف أنفيّة؛ فالغُنّة صِفة للنون والميم، وتظهر مراتبها بحسب أحكامهما.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وغنة مخرجها الخيشوم

Ghunnatun menjadi pokok yang diterangkan melalui kalimat makhrajuha al-khaisyūm. Pada kalimat penjelas itu, makhrajuha adalah mubtada dan al-khaisyūm khabar. Dhamir -hā menghubungkan kalimat tersebut dengan ghunnah.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الشفتين

Akar
ش ف ه
Pola / bentuk
مثنى شَفَة في حالة الجر

Al-syafatai(n) adalah bentuk mutsanna dari syafah, bibir. Huruf lam sebelumnya membuatnya dalam keadaan jar. Istilah syafawi pada hukum mim kemudian berarti yang berkaitan dengan bibir.

Hubungan bait

Bait ١٩ menutup peta makhraj. Waw mad dibedakan melalui bait ١٠, nun melalui bait ١٥, dan penerapan ghunnah pada nun serta mim dijelaskan mulai bait ٦٢.

Intisari & faedah
  1. Waw bibir adalah waw nonmad; waw mad dibahas di al-jauf.
  2. Ghunnah khusus berkaitan dengan nun dan mim, bukan sengau pada semua huruf.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Pelajar mendengungkan semua mim selama dua harakat, termasuk mim berharakat yang tidak terkena hukum khusus.

Cara membaca / memahami

Ia membedakan mim biasa dari mim bertasydid dan mim yang diikhfakan atau diidghamkan sesuai pelajaran.

Yang perlu diperhatikan

Kehadiran sifat ghunnah tidak berarti semua keadaan mempunyai durasi dengung yang sama.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Baqarah: ٦

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Inti makna

Ayat ini menggambarkan orang-orang yang tetap menolak iman meskipun sudah diberi peringatan.

Kaitan dengan bait

Nun bertasydid pada إِنَّ menjadi contoh ghunnah yang jelas. Ketukannya dipelajari sesuai tempo dan contoh pengajar.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa ghunnah tidak dihitung sebagai huruf hijaiyah baru?

Lihat pembahasan jawaban

Karena ghunnah adalah suara atau sifat yang terkait dengan nun dan mim. Matan menyebut makhrajnya untuk menerangkan jalur dengung, bukan menambah huruf baru.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

للشفتين

dari kedua bibir

الواو باء ميم

waw, ba, dan mim

وغنة

dan ghunnah

مخرجها الخيشوم

tempat keluarnya adalah rongga hidung

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

لِلشَّفَتَيْنِ الْوَاوُ بَاءٌ مِيمُ

Buka penggal ٢

وَغُنَّةٌ مَخْرَجُهَا الْخَيْشُومُ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 19 — Waw, ba, mim, dan rongga ghunnahNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan