Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Pengarang dan adab pembukaan · Bait ٢ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- الحمد لله
- segala puji bagi Allah
- وصلى الله
- dan semoga Allah melimpahkan shalawat
- على نبيه
- kepada Nabi-Nya
- ومصطفاه
- dan insan pilihan-Nya
Terjemahan bait ٢
Segala puji bagi Allah. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Nabi-Nya, insan pilihan-Nya.
Syarah · keterangan lengkap
Dua bagian pembukaan
Penggal pertama memuat hamdalah dan awal doa shalawat, sedangkan penggal kedua menyebut penerima shalawat. Hamdalah menyatakan bahwa pujian ditujukan kepada Allah. Pengarang kemudian berdoa bagi Nabi yang menjadi pembawa wahyu. Keduanya saling berhubungan dengan pelajaran tajwid: bacaan yang dipelajari adalah wahyu Allah yang disampaikan melalui Rasul-Nya.
Menerjemahkan bentuk lampau sebagai doa
Secara bentuk, shallā adalah kata kerja lampau. Akan tetapi, dalam ungkapan ini ia dipakai sebagai doa, sehingga “semoga Allah melimpahkan shalawat” lebih tepat daripada semata-mata “Allah telah bershalawat”. Ini contoh penting bahwa terjemahan yang baik memperhatikan fungsi kalimat, bukan hanya mengganti setiap kata Arab dengan satu padanan Indonesia.
Arti al-mushthafa
Mushthafā berarti yang dipilih. Akhiran hā pada mushthafāhu adalah kata ganti yang kembali kepada Allah: insan yang dipilih-Nya. Kata nabiyyihi dan mushthafāhu merujuk kepada orang yang sama. Nama Muhammad baru muncul pada bait ٣, sehingga pembaca tidak perlu membayangkan ada dua penerima doa yang berbeda dalam penggal ini.
Membaca dengan pemahaman
Saat menghafalkan, perhatikan hubungan ‘alā dengan nabiyyihi: doa itu ditujukan kepada Nabi. Di dalam lafaz Allah setelah shallā, lam dibaca tebal karena didahului fathah; setelah li pada lillāh, lam dibaca tipis karena didahului kasrah. Perbedaan ini akan dipelajari pada bait ٤٤. Gunakan contoh tersebut untuk mengamati bunyi, lalu cocokkan melalui bacaan guru.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٤ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
الحمد لله وصلى الله
Al-hamdu menjadi mubtada; lillāh melengkapi khabar yang menyatakan pujian bagi Allah. Shallā adalah fi‘il madhi dengan fungsi doa, dan lafaz Allah menjadi fa‘ilnya. Kalimat doa tidak diterjemahkan hanya berdasarkan waktu lampau bentuk katanya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ٢ melanjutkan ucapan pengarang pada bait ١ dan tersambung ke nama Nabi pada bait ٣. Lafaz Allah di sini juga menjadi contoh awal bagi pembahasan lam pada bait ٤٤.
Intisari & faedah
- Bentuk kata lampau dapat berfungsi sebagai doa.
- Nabiyyihi dan mushthafāhu menunjuk Nabi yang sama.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar menerjemahkan shallā Allāhu hanya sebagai “Allah telah shalat”.
Cara membaca / memahami
Jelaskan bahwa shalawat Allah kepada Nabi bukan ibadah shalat seperti perbuatan manusia; kalimat ini merupakan doa memohon pemuliaan bagi Nabi.
Yang perlu diperhatikan
Makna istilah mengikuti pelaku dan konteksnya. Jangan memindahkan seluruh pengertian satu kata ke setiap pemakaian.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Ahzab: ٥٦
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Inti makna
Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi; orang beriman diperintah menyampaikan shalawat dan salam kepada beliau.
Kaitan dengan bait
Ayat ini memuat perintah bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi, sesuai tema doa dalam bait ٢–٣.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa terjemahannya memakai kata “semoga”, padahal shallā berbentuk lampau?
Lihat pembahasan jawaban
Karena bentuk lampau itu dipakai untuk menyampaikan doa. Konteks pembukaan dan penerima shalawat menunjukkan maksud tersebut, bukan laporan tentang suatu kejadian lampau.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
الحمد لله
segala puji bagi Allah
وصلى الله
dan semoga Allah melimpahkan shalawat
على نبيه
kepada Nabi-Nya
ومصطفاه
dan insan pilihan-Nya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَصَلَّى اللَّهُ
Buka penggal ٢
عَلَى نَبِيِّهِ وَمُصْطَفَاهُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 2 — Pujian kepada Allah dan doa bagi NabiNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
الحمدُ والصلاة
الحمدُ ثناء على الله مع محبته وتعظيمه. وَالنّاظِم يحمد الله على نعمة القُرآن والتوفيق لتعلّمه، ثم يدعو بالصلاة على نبيّه. و«مصطفاه» تعني: الذي اختاره الله. وقوله «صلّى الله» دعاء بصيغة الماضي، وليس حكاية عن زمن انتهى. نتعلّم منه أن نفتتح العِلْم بذكر الله وشكره.
افتح الدرس والتدريب