Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٢٧
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Hakikat tajwid dan cara berlatih · Bait ٢٧ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
والأخذ بالتجويد
dan menerapkan tajwid
حتم لازم
adalah tuntutan yang mesti dijaga
من لم يجود القران
orang yang tidak memperbaiki bacaan Al-Qur’an
آثم
berdosa
Terjemahan bait ٢٧

Menerapkan tajwid adalah tuntutan yang mesti dijaga; orang yang tidak membetulkan bacaan Al-Qur’an (dengan ketentuan yang dijelaskan dalam syarah) berdosa.

Syarah · keterangan lengkap

Apa yang dituntut?

Pengarang menegaskan kesungguhan menjaga bacaan Al-Qur’an: huruf, harakat, dan bentuk bacaan tidak sengaja diubah atau diremehkan. Kata tajwid berakar pada makna membaguskan, tetapi dalam konteks ini bukan sekadar memperindah lagu. Tujuannya membetulkan pengucapan menurut bacaan yang diterima. Sebagian naskah memakai yushahhih, “membetulkan”, sebagai varian yang juga dibahas dalam syarah.

Menghindari pemahaman yang terlalu rata

Al-Qari dan Zakariya al-Anshari membedakan persoalan kesalahan yang jelas dari rincian kesempurnaan bunyi yang diperselisihkan tingkat tuntutannya. Syarah tidak boleh dipadatkan menjadi vonis bahwa setiap kekurangan kecil semua pemula memiliki hukum yang sama. Penguasaan teori seluruh istilah juga dibedakan dari menjaga bacaan secara praktik sesuai kemampuan dan kewajiban belajarnya.

Pemula yang berusaha bukan orang yang meremehkan

Kesulitan melafalkan huruf, keterbatasan kemampuan, dan kesengajaan mempertahankan kesalahan adalah keadaan yang berbeda. Hadis sahih menyebut pahala bagi pembaca yang terbata-bata dan merasa kesulitan. Karena itu, bait dipakai untuk mendorong usaha yang sungguh-sungguh, bukan membuat pelajar takut membaca atau mempermalukan orang yang sedang memperbaiki bacaan.

Arah penerapannya

Mintalah pengajar menunjukkan kesalahan yang paling memengaruhi ketepatan lafaz, lalu latih secara bertahap. Bedakan perubahan huruf atau harakat yang jelas dari rincian performa yang lebih halus. Jangan menetapkan status ibadah seseorang hanya dari cuplikan suara tanpa memahami kemampuan serta persoalannya. Bait ini mengajarkan perhatian kepada bacaan, sementara penilaian kasus memerlukan ilmu dan konteks.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٣٣ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

العنايةُ بِالقِراءة

يشدّد النّاظِم في أمر التَّجويد؛ لأن القُرآن أمانة، فلا نتعمّد تغيير حروفه، ولا نهمل تصحيح الخطأ مع القدرة. أمّا المتعلّم الذي يجتهد ويخطئ، أو العاجز عن بعض الأداء، فليس كالمُعرِض المستهين. لا نتّخذ البَيْت حكمًا على كل زميل أخطأ؛ بل نعلّمه برفق، ونميّز أصل سلامة القِراءة من دقائق تحسينها.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

والأخذ بالتجويد حتم لازم

Al-akhdzu menjadi mubtada, bit-tajwīd berkaitan dengannya, dan hatmun menjadi khabar yang ditegaskan oleh lāzim. Man pada penggal kedua dapat dibaca sebagai isim maushul; klausa sesudahnya menjelaskan orang yang dimaksud. Penjelasan i‘rab tidak menggantikan perincian makna hukumnya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يجود

Akar
ج و د
Pola / bentuk
يُفَعِّل؛ مضارع جوّد

Yujawwidu berasal dari jawwada, memperbaiki atau membaguskan. Setelah lam bentuknya majzum; gerak akhir dalam sambungan nazam dapat menyesuaikan pertemuan bunyi. Maknanya adalah ketepatan bacaan, bukan sekadar keindahan nada.

Hubungan bait

Bait ٢٧ mempertegas tuntutan yang dikenalkan pada bait ٥. Alasannya diterangkan pada bait ٢٨, definisinya pada bait ٣٠, dan jalan latihan pada bait ٣٣.

Intisari & faedah
  1. Tajwid bertujuan menjaga ketepatan bacaan, bukan hanya memperindah lagu.
  2. Kesengajaan, kemampuan, usaha belajar, dan jenis kesalahan perlu dibedakan.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Seorang pemula berhenti belajar karena mengira bacaan terbata-batanya selalu berarti dosa.

Cara membaca / memahami

Jelaskan perbedaan antara kesulitan yang disertai usaha dengan meremehkan koreksi. Hadis memberi harapan pahala bagi orang yang membaca dengan kesulitan.

Yang perlu diperhatikan

Dorongan ini tidak berarti kesalahan dibiarkan; ia tetap belajar dengan cara yang mampu dilakukan.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Muzzammil: ٤

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Inti makna

Dalam rangkaian perintah ibadah malam, Nabi diperintah membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Kaitan dengan bait

Perintah tartil mendukung kesungguhan memperbaiki bacaan; perincian tingkat tuntutan diterangkan dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗

Shahih Muslim ٧٩٨a

Riwayat ‘Aisyah · Petikan matan hadis

Baca petikan Arab

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Inti makna

Pembaca yang mahir bersama para malaikat yang mulia dan taat. Orang yang membaca dengan terbata-bata dan merasa kesulitan mendapatkan dua pahala.

Kaitan dengan bait

Hadis ini menyebut pahala bagi pembaca yang terbata-bata dan mengalami kesulitan, sehingga menjadi penyeimbang penting ketika menjelaskan bait kepada pemula.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa bait ٢٧ tidak boleh dipakai untuk menghukum semua pemula dengan satu penilaian?

Lihat pembahasan jawaban

Karena syarah membedakan jenis kesalahan dan tingkat tuntutan, sementara kemampuan, usaha, serta kesengajaan pembaca juga berbeda. Orang yang kesulitan tetapi berusaha tidak disamakan dengan yang sengaja mengabaikan pembetulan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والأخذ بالتجويد

dan menerapkan tajwid

حتم لازم

adalah tuntutan yang mesti dijaga

من لم يجود القران

orang yang tidak memperbaiki bacaan Al-Qur’an

آثم

berdosa

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَالْأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لَازِمُ

Buka penggal ٢

مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرْآنَ آثِمُ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 27 — Tuntutan memperbaiki bacaanNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan