Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٢٩
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Hakikat tajwid dan cara berlatih · Bait ٢٩ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وهو أيضا
dan ia juga
حلية التلاوة
perhiasan tilawah
وزينة الأداء والقراءة
dan keindahan penyampaian serta pembacaan
Terjemahan bait ٢٩

Tajwid juga merupakan perhiasan tilawah serta keindahan dalam penyampaian dan pembacaan Al-Qur’an.

Syarah · keterangan lengkap

Keindahan yang dimaksud

Pengarang menyebut tajwid sebagai hilyah dan zinah, perhiasan dan keindahan. Maksudnya bukan mengganti kaidah dengan lagu yang mengesankan. Bunyi menjadi indah karena setiap huruf jelas, panjangnya teratur, ghunnahnya tepat, dan jedanya membantu pemahaman. Keindahan dapat hadir dalam suara yang sederhana, tanpa memerlukan jangkauan nada yang luas.

Tilawah, ada’, dan qiraah

Syarah menjelaskan tilawah sebagai pembacaan yang berurutan, ada’ berkaitan dengan menerima atau memperdengarkan bacaan dalam pengajaran, dan qiraah sebagai istilah membaca yang lebih umum. Rinciannya dapat bervariasi menurut konteks kitab. Di sini ketiga istilah memperlihatkan luas manfaat tajwid dalam bacaan pribadi maupun pembelajaran bersama guru.

Tempo tidak menghapus hak huruf

Bacaan dapat lebih lambat, sedang, atau lebih cepat selama aturan yang relevan tetap terjaga. Memperlambat tidak boleh menghasilkan huruf tambahan, sedangkan mempercepat tidak boleh menelan harakat atau menghilangkan ghunnah. Ukuran mad mengikuti tempo secara proporsional. Penamaan tingkatan tempo membantu belajar, tetapi bukan pengganti penilaian terhadap bacaan yang benar-benar diucapkan.

Latihan mendahulukan kejelasan

Ambil satu ayat pendek dan baca dengan suara yang nyaman. Periksa dahulu huruf dan harakat, kemudian panjang pendek serta tempat berhenti. Setelah stabil, barulah variasi nada mengikuti kemampuan tanpa merusak teks. Jika perhatian pada lagu membuat lafaz berubah, kembali ke tempo yang memungkinkan kaidah dipelihara dengan tenang.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٣٥ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

جمالُ التِّلاوة

التَّجويد حِلْية للتلاوة؛ أي زينة تجعل الحُروف واضحة، وَالقِراءة مطمئنّة. والجمال المَقصود تابع لصحّة الأداء وخشوع القارِئ، لا للتطريب الذي يغيّر الحُروف أو مقادير المدّ. قد يكون الصَّوت بسيطًا وَالقِراءة صحيحة جميلة. فلا ينشغل الطّالب بتقليد صَوْت قارئ مشهور قبل ضبط قراءته.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وهو أيضا حلية التلاوة وزينة الأداء والقراءة

Huwa kembali kepada tajwid dan menjadi mubtada. Hilyatu menjadi khabar dengan idhafah kepada al-tilāwah. Zīnatu dihubungkan dengan ‘athaf dan beridhafah kepada al-adā’; al-qirā’ah dihubungkan pada rangkaian yang sama.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

التلاوة

Akar
ت ل و
Pola / bentuk
تِلَاوَة؛ مصدر تلا يتلو

Tilāwah adalah masdar dari talā–yatlū, membaca atau mengikuti secara berurutan. Dalam konteks ini yang dibaca adalah Al-Qur’an.

Hubungan bait

Sesudah menjelaskan dasar pewarisan pada bait ٢٨, matan menyebut keindahan tajwid. Bait ٣٠ memberi definisi, dan bait ٣٢ membatasi agar keindahan tidak berubah menjadi pemaksaan.

Intisari & faedah
  1. Keindahan bacaan bertumpu pada ketepatan lafaz dan keteraturan.
  2. Perbedaan tempo tetap menjaga hak huruf dan proporsi mad.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Pelajar memanjangkan harakat pendek agar cocok dengan nada yang disukai.

Cara membaca / memahami

Ia menyesuaikan nada dengan lafaz, lalu mengembalikan harakat pendek kepada ukurannya.

Yang perlu diperhatikan

Lagu mengikuti kaidah; perubahan nada tidak menjadi alasan menambah huruf mad yang tidak ada.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Muzzammil: ٤

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Inti makna

Dalam rangkaian perintah ibadah malam, Nabi diperintah membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Kaitan dengan bait

Perintah tartil menekankan bacaan yang teratur. Ia tidak mensyaratkan gaya lagu tertentu.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah suara sederhana dapat memenuhi tujuan keindahan dalam bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Ya. Kejelasan huruf, keteraturan panjang, ketepatan ghunnah, dan jeda yang baik merupakan keindahan tajwid, meskipun suara tidak memiliki variasi nada yang rumit.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وهو أيضا

dan ia juga

حلية التلاوة

perhiasan tilawah

وزينة الأداء والقراءة

dan keindahan penyampaian serta pembacaan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَهُوَ أَيْضًا حِلْيَةُ التِّلَاوَةِ

Buka penggal ٢

وَزِينَةُ الْأَدَاءِ وَالْقِرَاءَةِ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 29 — Keindahan tilawah yang berlandaskan ketepatanNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan