Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Hakikat tajwid dan cara berlatih · Bait ٣٠ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وهو إعطاء الحروف
- dan ia adalah memberikan kepada huruf-huruf
- حقها من صفة لها
- haknya berupa sifat yang dimilikinya
- ومستحقها
- dan tuntutan yang mengikutinya
Terjemahan bait ٣٠
Tajwid ialah memberikan kepada huruf-huruf haknya berupa sifat yang melekat padanya, serta memberikan tuntutan yang mengikuti sifat dan keadaan bacaannya.
Syarah · keterangan lengkap
Definisi yang menjadi pegangan
Sesudah menyebut tujuan dan keindahan, pengarang mendefinisikan tajwid melalui pemberian hak huruf. Artinya, setiap huruf diberi makhraj dan karakter yang membuatnya tetap menjadi huruf itu. Bacaan yang keras tetapi menukar huruf belum memenuhi tujuan. Begitu pula suara lembut yang menghilangkan huruf karena terlalu samar.
Hak sebagai sifat yang menetap
Syarah menjelaskan hak huruf dengan sifat-sifat lazim seperti hams, jahr, syiddah, dan rakhawah. Kaf tidak berhenti menjadi huruf hams hanya karena berada pada kata yang berbeda. Sifat menetap ini menjadi identitas dasar. Pembelajar perlu mengenalnya agar tidak mengubah karakter huruf untuk menyesuaikan nada atau kebiasaan bahasa lain.
Mustahaqq sebagai tuntutan penerapan
Mustahaqq mencakup hal yang mengikuti sifat serta keadaan pertemuan huruf, seperti tafkhim dan tarqiq, izhar, idgham, ikhfa, dan rincian mad. Sebuah nun sukun memiliki keadaan berbeda ketika bertemu hamzah dan ketika bertemu ba. Perbedaannya bukan ketidakajekan, melainkan pelaksanaan hukum sesuai lingkungan bunyi yang memang berubah.
Contoh pemeriksaan bacaan
Saat membaca مِنْ بَعْدِ, jangan hanya memastikan huruf nun tertulis. Perhatikan bahwa nun sukun bertemu ba dan memiliki hukum iqlab menurut pelajaran berikutnya. Pada مِنْ هَادٍ, hubungan hurufnya berbeda sehingga nun dibaca izhar. Contoh ini menunjukkan mengapa mengenali huruf satu per satu harus dilanjutkan dengan membaca hubungannya dalam kata dan kalimat.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٣٦ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
إعطاء الحروف حقها ومستحقها
I‘thā’ adalah masdar yang bekerja seperti kata kerjanya: memberi huruf-huruf hak dan mustahaqq-nya. Al-hurūf berhubungan sebagai penerima, sedangkan haqqahā dan mustahaqqahā menunjukkan apa yang diberikan. Dhamir -hā kembali kepada huruf-huruf.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Hak huruf memakai dasar sifat mulai bait ٢٠. Bait ٣١ menekankan makhraj dan konsistensi, sedangkan bait ٦٥–٦٨ memberi contoh mustahaqq melalui hukum nun dan tanwin.
Intisari & faedah
- Identitas dasar huruf dipelihara bersama hukum pertemuannya.
- Perubahan hukum karena konteks berbeda bukan ketidakajekan bacaan.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar selalu membunyikan nun sukun dengan ujung lidah yang jelas, termasuk sebelum ba.
Cara membaca / memahami
Ia mempelajari iqlab dan melatih bacaan menurut pertemuan hurufnya, sambil tetap menjaga teks serta panjang yang benar.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menerapkan satu bentuk pengucapan nun pada semua keadaan; periksa huruf sesudahnya.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Baqarah: ٢٧
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ
Inti makna
Orang yang merusak perjanjian Allah, memutus hubungan yang harus dijaga, dan membuat kerusakan merupakan golongan yang merugi.
Kaitan dengan bait
Pada مِنْ بَعْدِ terdapat nun sukun bertemu ba. Contoh ini menunjukkan perlunya memperhatikan hubungan antarhuruf, bukan hanya bentuk huruf secara terpisah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa nun sukun sebelum hamzah dan sebelum ba tidak dibaca dengan cara yang sama?
Lihat pembahasan jawaban
Karena hukum pertemuan hurufnya berbeda. Sebelum hamzah berlaku izhar, sedangkan sebelum ba berlaku iqlab; keduanya merupakan penerapan tuntutan bacaan sesuai konteks.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وهو إعطاء الحروف
dan ia adalah memberikan kepada huruf-huruf
حقها من صفة لها
haknya berupa sifat yang dimilikinya
ومستحقها
dan tuntutan yang mengikutinya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَهُوَ إِعْطَاءُ الْحُرُوفِ حَقَّهَا
Buka penggal ٢
مِنْ صِفَةٍ لَهَا وَمُسْتَحَقَّهَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 30 — Hak huruf dan mustahaqq-nyaNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
حقُّ الحَرْف ومُستحقّه
حقّ الحَرْف صفاته اللازمة، كالهمس والشدة وَالاستِعلاء. ومُستحقّه ما يترتّب على صفاته وأحواله في التركيب، كالتفخيم وَالتَّرقيق وَأَحكام الإِدغام. فالقاف تبقى قافًا في كل مَوْضع، ولكن سكونها يُظهر قلقلة لا تظهر على الهيئة نفسها عند تحرّكها. نراعي الحَرْف منفردًا، ثم نراعي جيرانه في الكَلِمة.
افتح الدرس والتدريب