Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Menjaga huruf yang tipis · Bait ٣٤ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- فرققن
- maka sungguh bacalah tipis
- مستفلا من أحرف
- huruf-huruf yang bersifat istifal
- وحاذرن
- dan sungguh waspadalah
- تفخيم لفظ الألف
- terhadap penebalan bunyi alif
Terjemahan bait ٣٤
Bacalah tipis huruf-huruf istifal, dan waspadalah terhadap penebalan alif yang tidak pada tempatnya.
Syarah · keterangan lengkap
Aturan dasar huruf istifal
Huruf selain tujuh isti‘la pada dasarnya dibaca tipis sesuai sifatnya. Tarqiq bukan sekadar mengecilkan volume; ia menjaga kualitas bunyi agar tidak diberi resonansi tebal yang bukan haknya. Bait-bait berikutnya menyoroti huruf tipis yang mudah tertarik oleh tetangganya, terutama ketika berada dekat huruf isti‘la atau ithbaq.
Ra dan lam memerlukan perincian
Aturan umum ini dibaca bersama ketentuan khusus ra serta lam pada lafaz Allah. Sebagian keadaan keduanya menuntut tafkhim walaupun tidak termasuk tujuh huruf isti‘la. Mempelajari aturan umum tanpa pengecualian dapat menyebabkan kesalahan sebaliknya: semua ra dan lam dibaca tipis. Rincian tersebut hadir pada bait ٤١–٤٤.
Alif mengikuti huruf sebelumnya
Peringatan terhadap alif bukan berarti semua alif harus selalu tipis. Syarah menjelaskan alif mengikuti huruf sebelumnya: pada قَالَ ia mengikuti qaf yang tebal, sedangkan pada كَانَ mengikuti kaf yang tipis. Alif tidak dipaksakan menjadi bunyi mendekati waw. Perbedaan ini penting karena terjemahan sangat harfiah tanpa penjelasan dapat memberi aturan yang keliru.
Praktik membandingkan
Baca contoh alif setelah huruf tipis dan tebal secara berpasangan. Pertahankan panjang mad yang sama jika sebabnya sama, tetapi bedakan kualitas bunyinya mengikuti huruf sebelumnya. Perubahan tebal-tipis tidak berarti mengubah fathah menjadi dhammah. Dengarkan contoh guru agar pemahaman tidak hanya bergantung pada ejaan Latin “a” atau “o”.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٤٢ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
فرققن مستفلا من أحرف
Raqqiqan adalah kata perintah yang diberi nun taukid ringan. Mustafilan merupakan objek yang diterangkan oleh min ahruf. Pada penggal kedua, tafkhīma menjadi objek dari hādzir yang juga mendapat penguatan perintah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ٣٤ memakai pembagian isti‘la dan istifal pada bait ٢٢. Contoh rinci dimulai bait ٣٥, sementara ra, lam, dan huruf tebal dijelaskan pada bait ٤١–٤٥.
Intisari & faedah
- Tarqiq adalah kualitas tipis, bukan sekadar volume kecil.
- Alif mengikuti huruf sebelumnya dalam tafkhim dan tarqiq.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar membaca alif pada قَالَ tipis karena melihat peringatan terhadap tafkhim alif.
Cara membaca / memahami
Ia membaca syarah dan mempertahankan ketebalan alif sebagai pengikut qaf.
Yang perlu diperhatikan
Ketebalan tidak boleh mengubah alif menjadi waw atau fathah menjadi dhammah.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Ikhlash: ١
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Inti makna
Nabi diperintah menyatakan bahwa Allah adalah Esa.
Kaitan dengan bait
Lafaz قُلْ menunjukkan qaf sebagai huruf isti‘la. Untuk alif pengikut, bandingkan contoh قَالَ melalui pelajaran dan sumber syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah semua alif harus tipis menurut bait ini?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Peringatan dibaca dengan perincian syarah: alif mengikuti huruf sebelumnya. Alif setelah huruf tebal ikut tebal, sedangkan setelah huruf tipis ikut tipis.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
فرققن
maka sungguh bacalah tipis
مستفلا من أحرف
huruf-huruf yang bersifat istifal
وحاذرن
dan sungguh waspadalah
تفخيم لفظ الألف
terhadap penebalan bunyi alif
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
فَرَقِّقَنْ مُسْتَفِلًا مِنْ أَحْرُفِ
Buka penggal ٢
وَحَاذِرَنْ تَفْخِيمَ لَفْظِ الْأَلِفِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 34 — Huruf tipis dan alif yang mengikuti sebelumnyaNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
ترقيقُ المستفل وَالأَلِف
الأصل في حُروف الاستِفال التَّرقيق، وتُستثنى أحوال الراء واللام وَالأَلِف التي تشرحها القَواعد. وَالأَلِف تتبع ما قبلها: تفخّم بعد المفخّم، وترقّق بعد المرقّق. قارن «قَالَ» و«كَانَ». لا تجعل كل ألف غليظة، ولا تفصل صفتها عن الحَرْف الذي قبلها كأن لها حكمًا مستقلًّا عنه.
افتح الدرس والتدريب