Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٣٥
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Menjaga huruf yang tipis · Bait ٣٥ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وهمز
dan hamzah
الحمد أعوذ إهدنا
pada al-hamdu, a‘ūdzu, dan ihdinā
الله
serta Allāh
ثم لام
kemudian lam
لله لنا
pada lillāh dan lanā
Terjemahan bait ٣٥

(Jagalah ketipisan) hamzah pada al-hamdu, a‘ūdzu, ihdinā, dan Allāh; demikian pula lam pada lillāh dan lanā.

Syarah · keterangan lengkap

Daftar contoh, bukan satu ayat

Pengarang mengumpulkan beberapa kata untuk menunjukkan letak huruf yang perlu dijaga. Rangkaian al-hamdu, a‘ūdzu, ihdinā, dan Allāh bukan satu ayat yang dibaca berurutan. Dalam terjemahan, nama contoh dipertahankan agar murid dapat mencocokkannya dengan huruf Arab. Makna setiap contoh berbeda, tetapi fokus bait adalah hamzah dan lamnya.

Hamzah tetap tipis

Hamzah tidak otomatis ikut tebal karena berdekatan dengan bunyi yang kuat. Pada awal lafaz Allah, hamzah tetap dijaga sebagai hamzah yang wajar, sedangkan lam mengikuti ketentuannya sendiri. Dalam أَعُوذُ, hamzah juga tidak diganti menjadi ‘ain. Keduanya memiliki makhraj dan karakter berbeda walaupun sama-sama dibahas di daerah tenggorokan.

Hamzah washal dan ejaan syair

Pada al-hamdu serta ihdinā, hamzah dibaca ketika memulai dan gugur dalam keadaan washal yang sesuai. Bentuk penulisan atau pengucapan contoh dalam nazam tidak menjadi izin memutus hamzah washal sesuka hati ketika membaca ayat. Karena itu, pelajar perlu membedakan membaca syair yang menyebut contoh dengan menerapkan bacaan pada mushaf.

Lam pada lillāh dan lanā

Lam pada lillāh dibaca tipis karena kaitannya dengan kasrah sebelum lafaz Allah; lam biasa pada lanā juga tipis. Jangan menyeret seluruh kata menjadi tebal hanya karena lafaz Allah kadang mempunyai lam tebal. Bandingkan lillāh dengan ‘Abdullāh setelah memahami ketentuan bait ٤٤, lalu dengarkan perbedaan tanpa mengubah panjang madnya.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٤٦ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

الهمزةُ واللام المرقّقة

الهَمْزة حَرف مستفل، فنرقّقها في مثل ابتداء «الْحَمْد» و«أَعُوذُ» و«اهْدِنَا»، وكذلك في ابتداء لَفْظ الجلالة. ثم نَنظر إلى اللام: ترقّق لام لَفْظ الجلالة بعد الكَسْر في «لِلَّهِ»، وترقّق اللام الأصلية في «لَنَا». قد تتجاور هَمْزة مرقّقة ولام مفخّمة؛ فلا نعطيهما حكمًا واحدًا.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وهمز الحمد أعوذ إهدنا

Hamza berkaitan dengan perintah menjaga tarqiq pada bait ٣٤, dengan sebagian penghubung antarcontoh tidak disebut. Kata-kata contoh diperlakukan sebagai lafaz yang dikutip; makna kalimatnya bukan “hamzah sedang memuji atau memohon perlindungan”.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أعوذ

Akar
ع و ذ
Pola / bentuk
أَفْعُلُ؛ مضارع عاذ يعوذ

A‘ūdzu berarti “aku berlindung”. Bentuk ini memakai hamzah pada awal kata dan ‘ain sesudahnya; perbedaan keduanya justru penting dalam contoh makhraj dan tarqiq.

Hubungan bait

Bait ٣٥ memberi contoh aturan bait ٣٤. Bait ٣٦ melanjutkan lam dan mim, bait ٤٤ merinci lam Allah, dan bait ١٠١–١٠٣ membahas hamzah washal.

Intisari & faedah
  1. Contoh-contoh dalam matan bukan rangkaian satu ayat.
  2. Hamzah tetap dijaga tipis meskipun berdekatan dengan huruf tebal.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Pelajar menebalkan hamzah awal pada Allāh karena lam sesudahnya tebal.

Cara membaca / memahami

Ia memisahkan perhatian: hamzah tetap sesuai sifatnya, lalu lam dibaca menurut keadaan yang berlaku.

Yang perlu diperhatikan

Pemisahan perhatian saat latihan tidak berarti memutus kata atau menambahkan jeda di dalam lafaz Allah.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Fatihah: ٢

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Inti makna

Segala puji ditujukan kepada Allah, Tuhan yang memelihara seluruh alam.

Kaitan dengan bait

Pada الْحَمْدُ dan لِلَّهِ terdapat contoh yang disebut matan. Perhatikan hamzah ketika memulai serta ketipisan lam setelah kasrah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah penulisan hamzah pada contoh nazam menentukan bahwa hamzah washal selalu dibaca ketika menyambung ayat?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Nazam sedang menyebut contoh dengan kebutuhan susunannya. Hukum hamzah washal dalam tilawah tetap mengikuti awal atau sambungan bacaan yang sebenarnya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وهمز

dan hamzah

الحمد أعوذ إهدنا

pada al-hamdu, a‘ūdzu, dan ihdinā

الله

serta Allāh

ثم لام

kemudian lam

لله لنا

pada lillāh dan lanā

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَهَمْزَ أَلْحَمْدُ أَعُوذُ إِهْدِنَا

Buka penggal ٢

أَللَّهُ ثُمَّ لَامَ لِلَّهِ لَنَا

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 35 — Hamzah dan lam jangan ikut menebalNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan